Senin, 29 April 2013

Ternyata Aku Bodoh Banget!!

Kemarin hari Minggu, 28 April 2013 ada doa Taize di Kapel di desa saya. Memang sudah cukup lama teman-teman muda di wilayah kami tidak mengikuti doa Taize lagi di lingkup Paroki. Terakhir kami ikut bareng-bareng waktu itu karena kami juga dapat tugas koor, tepatnya hari minggu bulan Agustus tahun lalu. Kemarin Kapel kami ketempatan untuk mengadakan doa Taize separoki dan kami juga ditunjuk untuk mempersiapkan koor. Tetapi bukan cerita tugas-tugas yang kami lakukan yang akan aku bagikan kepada pembaca blog ini. 
Tepatnya bulan Agustus, 2012, kami dapat tugas koor untuk doa Taize di Kapel Daratan, Minggir. Sebelum acara doa dimulai memang secara sengaja orang yang datang mengisi presensi daftar hadir dan menuliskan doa permohonannya masing-masing. Doa permohonan ini nantinya akan dibacakan oleh seorang pembaca ujub pada saat acara doa Taize dimulai. Aku juga tak ketinggalan menuliskan doa permohonan pribadiku. Karena pada waktu itu aku baru ngerjakan skripsi dan masih belum beres, maka aku secara sengaja memohon doa biar cepat lulus kuliah. Yap itu doa yang tepat menurutku pada waktu itu. Acara pun dimulai, aku dan teman-teman wilayahku bernyanyi secara semangat tetapi halus. Akhirnya tiba saat pembacaan doa ujub dan doa permohonan semua yang mengisi pun dibacakan begitu juga dengan doa permohonanku. Setelah selesai dibacakan aku sedikit bangga karena bisa mendengar doa pribadiku dibacakan di depan teman-teman dan di depan Tuhan. Sempat terpikir olehku saat itu, kenapa ya aku harus menuliskan doa pribadi itu.
Bulan April 2013, aku dan teman-teman dapat tugas koor, dan menyiapkan tempat untuk doa Taize. Seperti doa Taize tahun lalu, sebelum acara doa dimulai kami disuruh untuk menuliskan doa permohonan pribadi kami masing-masing. Teman-temanku dengan semangat menuliskan permohonannya masing-masing begitu juga adikku.

 Sesaat sebelum menuliskan doa permohonannya adikku bertanya kepadaku, "kowe nulis doa pribadi ora mas?." 
Aku pun menjawabnya spontan, "ora waelah, pas doa Taize sing Agustus mbiyen aku nulis doa Taize-ben cepet lulus kuliah- tapi dina iki aku durung lulus kuliah, sripsiku malahan yo durung rampung. Aku isin!"
Adikku pun menjawab, "yo ra popo."
Jawabku lagi, "ah rasah wae."

Acara doa Taize pun dimulai, semua doa ujubpun dibacakan. Pikiranku masih terbayang-bayang oleh kata-kataku sendiri tadi, "ah rasah wae."
....aku pun kemudian merenung, apa to yang telah aku lakukan, ya apa to?
Deg...!, aku ternyata bodoh banget!, kenapa?
Karena aku telah meremehkan Tuhan, ya aku telah meremehkan kekuatan dan mukjijat-Nya. Dan ternyata di depan teman-temanku sendiri aku tak mau mengakui kelemahanku-aku malu mengakui kelemahanku- aku takut kalau dicap anak yang bodoh karena belum juga lulus kuliah. Dan karena keegoisanku aku pun melupakan kebesaran Tuhan. Kata-kata yang pernah terucap dan tertulis, Tuhan pasti menolongku karena Dia tak akan pernah meninggalkanku lenyap saat kejadian itu.
Setelah kejadian itu aku berpikir, aku begitu bodoh ya bodoh banget, aku telah mengecewakan Tuhan, aku telah meremehkanNya. Aku tak ada bedanya dengan Petrus salah seorang murid Yesus. 
Maafkan aku Tuhan, ampuni aku Tuhan, itu kata-kata yang berulang-kali ku ucapkan kemudian.

Jangan pernah meremehkan Tuhan itu salah satu hal yang ingin ku bagi kepada kalian. Dia mungkin belum menjawab doa-doa kita, tetapi janganlah berhenti berdoa! dan terus yakinlah bahwa Dia punya rencana yang indah buat kita masing-masing.
Maafkan aku Tuhan.

GBU all :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar-komentarmu :D