Rabu, 11 Maret 2015

Puisi lagi, untuk Mereka

Hai....
Kali ini entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal hatiku dan ingin sekali aku bagikan isi hati yang mengganjal ini...hehe

Akhir-akhir ini sekolah disibukkan dengan persiapan ujian praktek, ujian sekolah, maupun ujian nasional. Nah aku pun terlibat dalam ujian kelas XII SMA ini, meskipun belum terlibat penuh, karena hanya sebagai pembantu guru mapel fisika kelas XII, yaitu sebagai korektor II & pengawas dalam ujian praktikum dan ujian sekolah. Tetapi aku sangat bersyukur karena pada akhirnya aku mendapatkan sebuah pengalaman baru lagi.

Ada cerita menarik saat menjadi pengawas dan pemandu dalam ujian praktikum dan ujian sekolah. Tetapi tidak akan saya ceritakan secara lengkap....hehe...
Yang paling ingin aku ceritakan adalah kejadian tadi pagi saat membantu mengawasi ujian sekolah. Melihat mereka (baca: para siswa) menerjakan soal-soal ujian sekolah adalah sesuatu banget...hehe...
karena saat melihat mereka, pikiran ini langsung melayang menuju kenangan nostalgia kala masih duduk di SMA. Hei aku juga merasakannya kok, perasaan tegang, ingin lulus, ingin mendapatkan nilai yang bagus, dan perasaan yang lainnya yang tentunya aku pun pernah mengalaminya.

Melihat siswa yang setres saat mengerjakan soal-soal ujian sekoklah... membuat hatiku bergetar tetapi mampu membuat bibir ini tersenyum... "tenang, tak usah tegang dan tak usah khwatir kalian pasti bisa melalui semua ini", mungkin itulah beberapa potongan kata-kata yang ingin aku ucapkan kepada mereka.

Dan tadi, setelah masuk kelas dan tugas mengisi berita acara dan mengecek daftar kehadiran siswa dalam ujian sekolah dirasa sudah beres, aku coba iseng membuat puisi. Tadi, sih puisi ini kutulis dikertas, dan sekarang aku tulis kembali di blog ini...


Masih muda itu ada tidak enaknya
Apalagi dahulu kala tidak suka fisika
Sudah pengalaman minim
Ditambah lagi pengetahuan juga tak kalah minim

Kadang sudah berusaha keras
Meski belum sekeras besi
Tapi masih saja membuat kesalahan
Banyak membuat siswa bingung
Dan terkadang malah menjerumuskan ke dalam miskonsepsi

He...he... maaf
Maaf 1000x teman :D
Bukan maksud hati menjerumuskanmu
Tapi beginilah aku
Semoga kau mau mengerti

Dan kini...
Kuharap kau tak lagi bimbang
Meski kadang masih ada miskonsepsi sana-sini
Percayalah ...
Aku sudah coba meminimalisir miskonsepsi itu seminimal mungkin kok
Meski mungkin toh tetap masih ada satu-dua 
Jadi, tetaplah melangkah jangan ragu
Kejarlah cita-citamu

Seandainya di depan sana 
Kau menemui ilmu yang asing
Yang harusnya sudah kuajarkan kepadamu
It's oke... salahkanlah aku
Aku rela...


Haha....sebuah puisi yang kalau dibaca terkesan aneh seperti bukan sebuah puisi...
tapi bagiku ini adalah sebuah puisi, yang mungkin memang aneh tapi ya tetap sebuah puisi...hehe
Sebuah ganjalan hati yang coba kutuangkan ke dalam puisi...
Sekian...semoga bisa berguna & menjadi berkat.
BD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar-komentarmu :D