Senin, 25 Januari 2016

Terimakasih Untuk Orang-orang di sekelilingku

Sudah lama saya tidak berbagi tentang pekerjaanku... kini saya mau berbagi lagi tentang hal itu.
Sejak awal bulan November 2015 yang lalu, saya resmi menjadi wali kelas di sebuah sekolah SMP Swasta di daerah Sleman Yogyakarta. Wali kelas sebelumnya sedang cuti karena, sedang mengandung dan hampir melahirkan, saya disuruh untuk menggantikannya. Ada banyak pengalaman baru yang saya temui selama menjadi wali kelas dadakan tersebut. Dari mengurusi anak-anak (kelas) lebih dekat daripada guru biasa, membuat raport semester satu/ gasal, membagi raport, membantu mengkoordinir pensi kelas untuk Natalan bersama, sampai yang paling baru dan masih hangat-hangatnya adalah menjadi pembina upacara bendera (baru tadi pagi- baca: Senin, 25 Januari 2016). Dan pengalaman-pengalaman yang lain yang belum disebutkan.... hehe...

Bagian pertama yang membekas adalah...
Saat membuat raport. Kelihatan mudah tapi tidak semudah kelihatannya ternyata... dari memasukkan nilai ke raport hingga membuat deskripsi per mata pelajaran di raport. Suatu pengalaman yang berkesan dan tentunya akan membuatku semakin tahu seluk-beluk perkerjaan seorang guru yang sesungguhnya. Beruntunya saya... ada orang-orang yang baik yang selalu berada di sekeliling saya... (terimakasih Tuhan atas kiriman malaikat-malaikat kecilmu yang selalu membantuku :D), saat saya "mungkin" terlihat kebingungan dengan pekerjaan baru tersebut, teman-teman guru mau secara terbuka dan tanpa saya minta langsung membantu menyiapkan raport kelas yang saya ampu. Mereka membantu ngeprint satu per satu kelengkapan raport kelas saya. Terimakasih banyak teman-teman... kalian luar biasa baiknya, semoga saya bisa membalas kebaikan kalian. Dan karena bantuan merekalah pada keesokan harinya pembagian raport akhirnya berjalan dengan lancar... yeah...

Soal pembagian raport itu juga sebuah pengalaman baru bagi saya. Malam sebelum pembagian raport saya siapkan diri dan mental untuk membagikan raport kepada satu per satu orang tua/ wali murid. Ada perasaan campur aduk juga lho... tapi pada akhirnya semua itu telah saya lewati dengan lancar. Berbicara dan bertatap muka langsung dengan orang tua/ wali murid adalah suatu pengalaman yang luar biasa... membagikan cerita-cerita kepada orang tua/ wali murid tentang kegiatan-kegiatan atau perilaku-perilaku yang dilakukan siswa selama di sekolah merupakan salah satu pengalaman yang menarik selama menjadi wali kelas.

Masih ada kesalahan...
hehehe.... itu biasa.... di dalam menjalani kehidupan ini...
Siang hari setelah pembagian raport sudah beres semua, saya mendapat telpon dari salah satu orang tua murid, beliau memberitahu bahwa ada kesalahan dalam penulisan/ pengetikan jenis kelamin pada biodata di raport. Haduh.... setelah saya cek kembali ternyata siswa yang berjenis kelamin perempuan biodatanya salah ketik semua. Harusnya jenis kelamin perempuan tetapi malah saya ketik laki-laki...hehe... Tetapi semua masalah sudah saya bereskan setelah semua siswa mengembalikan raportnya kembali.

Bagian kedua yang membekas adalah...
Saat menjadi pembina upacara bendera pertama kalinya.... :D
Biasanya di sekolah tempat saya bekerja, upacara bendera dilakukan setiap 3 minggu sekali. Minggu pertama upacara bendera, minggu kedua perwalian, dan minggu ketiga renungan/ refleksi di gereja. Nah entah mengapa, untuk dua minggu di bulan Januari 2016 ini jadwalnya sedikit berbeda... setelah upacara bendera yang biasanya minggu selanjutnya akan diisi dengan perwalian kok tiba-tiba berubah menjadi upacara bendera lagi... dan jadwalnya petugas upacara bendera maupun pembina uparanya jatuh di kelas yang saya ampu...waduh... mau bagaimana lagi sebagai guru yang baik dan profesional saya pun harus menerima tugaas tersebut dengan ikhlas dan lapang dada.... (haha malah ngopo,,, lapang dada barang).
Oke tanpa pikir panjang dan tanpa berlarut-larut untuk pusing memikirkan tugas pertama kali tersebut, saya dan siswa-siswa kelas yang saya ampu pun segera menyiapkan diri untuk tugas upacara bendera. Dari latihan upacara bendera sampai menyiapkan diri untuk menjadi pembina upacara. Ternyata siswa-siswa yang diberi tugas menjadi petugas penting di upacara bendera pun banyak yang bilang grogi... lha saya pun sharing dan bercerita, bahwa saya pun juga merasa grogi menjadi pembina upacara karena itu merupakan tugas pertama kali saya. Dan saya rasa berkat sharing dan cerita tersebut siswa-siswa yang bertugas pun semakin tidak takut untuk bertugas.

Malam hari atau tepatnya tadi malam sebelum bertugas upacara di pagi harinya, saya benar-benar sedikit mengalami stres.... hehe... ternyata... sampai segitunya, meskipun bukan stres yang akut. Dan hanya stres-stres biasa kok... Sebenarnya bukan hanya malamnya saja tetapi dari pagi hari pun perasaan stres itu sudah mulai menghinggapi diri saya. Beruntungnya saya.... masih ada orang-orang dekat yang selalu menjadi malaikat kecilku, dia adalah ibuku. Tadi malam saya minta bantuan ibu untuk membantu menyusun sebuah amanat upacara bendera. Nah sebenarnya yang paling membuat setres saat menjaadi pembina upacara ya bagian amanat ini...hehe. Semua hal yang ingin saya bicarakan pada saat amanat upacara sengaja saya tulis duluan, ya seperti mengarang sebuah pidatolah.. Supaya amanatnya lebih baik dan mungkin tokcer, saya sengaja minta masukan dan bantuan ibu untuk menyusun isi amanat tersebut... setelah amanat saya tulis kemudian saya ucapkan dan hafalkan amanat itu, baik sebelum tidur, selama tidur (baca: selama belum tidur beneran), setelah bangun tidur, selama mandi, bahkan selama perjalanan menuju sekolah (baca: saat naik motor nuju sekolah). Bahkan kata-kata atau kalimat yang tidak pernah saya tulis tapi mau saya ucapkan di dalam amanat pun sudah saya hafalkan dan saya rangkai di angan-angan dulu.
Dan hasilnya... yeah... saya kembali berhasil melewati ujian-ujian kecil atau pengalaman-pengalaman baru dan asing itu. 
Sekali lagi termakasih Tuhan untuk orang-orang yang kau kirimkan... untuk menjadi malaikat-malaikat kecil yang membantu kelemahan diri saya ini.
Saya percaya saat, saya berhasil melakukan sesuatu salah satunya karena pengaruh doa-doa dan bantuan dari orang-orang terdekat saya.
Terimakasih Ibu...
Terimakasih Bapak...
Terimakasih Kakak dan Adikku...
Terimakasih teman-teman guru...
dan Terimakasih Tuhan Yesus.

Sekian- semoga cerita ini menjadi berkat bagi semua. GBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar-komentarmu :D