Sabtu, 21 Maret 2026

Belajar Masak Seperti "Ibukku"

 Halo, 

Kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita yang cukup menarik dan semoga bisa menginspirasi pembaca atau pengunjung blog ini hehe... .

Ada hal yang cukup aneh menurut saya, namun hal "aneh" ini memang mempunyai energi yang sangat positif untuk kehidupan. Jadi, dulu saya pernah menulis di blog ini juga namun lupa judul tulisannya apa (harapan: pembaca bisa cari sendiri judulnya hehe), intinya suatu keinginan yang kita tuliskan dalam sesuatu (baca: bisa kertas, blog, ms. word, atau yang lainnya) tulisan itu akan "seperti menciptakan energi positif" yang nantinya keinginan kita itu akan terwujud. Itu benar adanya lho... . percayalah, saya belajar "energi positif" ini dari seorang penulis yang bernama Anang Y.B. melalui salah satu bukunya yang pernah saya beli dan baca, katanya, "hidup itu bukanlah kumpulan pengalaman acak tak beraturan, namun hidup itu adalah suatu kumpulan pengalaman yang saling berkaitan." Ada pengalaman yang saya alami dalam menuliskan beberapa keinginan pada suatu kertas atau tempat lainnya, dan keinginan yang tertulis itu beneran terwujud dalam hidup saya. Cobalah, mungkin kalian harus mencobanya supaya mengalami :D. Kenapa bisa seperti itu?, saya senditi meyakini, mungkin tulisan yang ditulis dengan tulus itu seperti sebuah doa, dan jika keinginan dalam tulisan itu terkabul berarti Tuhan memang mengabulkan permohonan kita. 

Kaitannya dengan hal "aneh" yang saya sebut di atas dengan tulisan saya kali ini apa?, Ini dia...

Sekitar mendekati pertengahan bulan Februari 2026 kemarin, yak memang belum lama (baca: masih fresh). Saya bersama teman-teman guru dan karyawan di sekolah tempat mengajar mengikuti rekoleksi di daerah Bandung, tempatnya adem dan nyaman hehe. Oh ya, jujur saya sangat bersyukur bisa bekerja di salah satu sekolah katolik, karena pastinya selalu ada acara rekoleksi biasanya satu kali dalam satu atau dua tahun. Rekoleksi membuat batin dan pikiran lebih tenang hehe... . seperti kegiatan refleksi biasa namun belum tentu di sekolah lain ada. Kita lanjutkan lagi ceritanya,... di kegiatan rekoleksi tersebut diminta untuk membuat suatu niat atau harapan ke depan, ditulis dalam kertas/ buku, kemudian disharingkan dalam kelompok kecil. Saya ingat dengan jelas dan sadar tentunya (baca: sadarlah wong baru bulan kemarin wkwkw) dengan apa yang sudah saya tulis. Salah satunya yaitu "ingin belajar memasak makanan yang tidak biasa (baca: yang agak rumit dikit maksudnya hehe) tujuannya untuk membantu meringankan beban istri tercinta." Dan entah bagaimana ceritanya, ada energi positif yang terus menyelimuti diri ini, setelah selesai rekoleksi dan kembali ke rumah. Saya mulai mencoba memasak masakan-masakan yang sering dimasak oleh Ibu saya di Jogja, seperti: soto ayam, pecel lele, gurame kuah kuning, ayam woku, tongseng ayam, mie godog, mie goreng, dll. Entah tiba-tiba ada energi positif untuk mau mencoba memasak masakan yang cukup rumit dikerjakan. Soto ayam itu salah satu masakan yang menurut saya cukup rumit untuk dilakukan, makanya dulu tidak pernah ada niat untuk memasak masakan itu, namun sejak rekoleksi kemarin tiba-tiba saja niat banget untuk memulai mencoba masak soto ayam, dan hasilnya tidak mengecewakan untuk kelas pemula ini hehehe. Sampai saat ini saya masih tidak menyangka bisa mulai memasak masakan-masakan yang tidak pernah terpikirkan untuk dimasak sendiri. Benar-benar woww... .

(Dokumen pribadi 1)

(Dokumen pribadi 2)

(Dokumen pribadi 3)

Itu beberapa dokumentasi hasil coba-coba memasak. Tentunya resep-resep masakannya saya dapatkan dari AI hehe, namun yang tetap membuat saya seolah bingung dan tidak percaya pada diri ini adalah mengapa saya bisa memasak masakan-masakan itu ya?. Makanan yang saya sebut di atas memang sering dimasak oleh Ibu saya khususnya soto ayam, itu adalah salah satu masakan favorit, soto ayam buatan Ibu memang tiada duanya, kalau beli porsinya dikit, kalau di rumah Ibu (baca: jogja) tentunya bisa ambil sepuasnya dari banyaknya toping ayam, mienya, nasinya, sambelnya, dan kuahnya yang maknyusss benar-benar TOP BGTlah. Soto ayam Ibuk. 
Ternyata kini saya bisa memasak soto ayam seperti yang dibuat Ibuk. Yak, akhirnya... Buk, aku iso masak soto ayam koyo sik Ibu masak lho (baca: Buk, saya bisa masak soto ayam seperti yang biasa Ibu masak lho). Ke depan saya akan terus mencoba masak makanan yang "tidak biasa", dan kalau pas pulang ke Jogja kapan-kapan mau masak buat Ibuk dan Bapak.
Terima kasih Tuhan untuk energi positifnya, untuk Ibukku yang luar biasa, dan untuk semua anugerah yang telah Kau berikan padaku sampai saat ini.
Sekian, BD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ditunggu komentar-komentarmu :D

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.