Tampilkan postingan dengan label Berbagi dan Belajar Sesuatu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi dan Belajar Sesuatu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2026

Belajar Masak Seperti "Ibukku"

 Halo, 

Kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita yang cukup menarik dan semoga bisa menginspirasi pembaca atau pengunjung blog ini hehe... .

Ada hal yang cukup aneh menurut saya, namun hal "aneh" ini memang mempunyai energi yang sangat positif untuk kehidupan. Jadi, dulu saya pernah menulis di blog ini juga namun lupa judul tulisannya apa (harapan: pembaca bisa cari sendiri judulnya hehe), intinya suatu keinginan yang kita tuliskan dalam sesuatu (baca: bisa kertas, blog, ms. word, atau yang lainnya) tulisan itu akan "seperti menciptakan energi positif" yang nantinya keinginan kita itu akan terwujud. Itu benar adanya lho... . percayalah, saya belajar "energi positif" ini dari seorang penulis yang bernama Anang Y.B. melalui salah satu bukunya yang pernah saya beli dan baca, katanya, "hidup itu bukanlah kumpulan pengalaman acak tak beraturan, namun hidup itu adalah suatu kumpulan pengalaman yang saling berkaitan." Ada pengalaman yang saya alami dalam menuliskan beberapa keinginan pada suatu kertas atau tempat lainnya, dan keinginan yang tertulis itu beneran terwujud dalam hidup saya. Cobalah, mungkin kalian harus mencobanya supaya mengalami :D. Kenapa bisa seperti itu?, saya senditi meyakini, mungkin tulisan yang ditulis dengan tulus itu seperti sebuah doa, dan jika keinginan dalam tulisan itu terkabul berarti Tuhan memang mengabulkan permohonan kita. 

Kaitannya dengan hal "aneh" yang saya sebut di atas dengan tulisan saya kali ini apa?, Ini dia...

Sekitar mendekati pertengahan bulan Februari 2026 kemarin, yak memang belum lama (baca: masih fresh). Saya bersama teman-teman guru dan karyawan di sekolah tempat mengajar mengikuti rekoleksi di daerah Bandung, tempatnya adem dan nyaman hehe. Oh ya, jujur saya sangat bersyukur bisa bekerja di salah satu sekolah katolik, karena pastinya selalu ada acara rekoleksi biasanya satu kali dalam satu atau dua tahun. Rekoleksi membuat batin dan pikiran lebih tenang hehe... . seperti kegiatan refleksi biasa namun belum tentu di sekolah lain ada. Kita lanjutkan lagi ceritanya,... di kegiatan rekoleksi tersebut diminta untuk membuat suatu niat atau harapan ke depan, ditulis dalam kertas/ buku, kemudian disharingkan dalam kelompok kecil. Saya ingat dengan jelas dan sadar tentunya (baca: sadarlah wong baru bulan kemarin wkwkw) dengan apa yang sudah saya tulis. Salah satunya yaitu "ingin belajar memasak makanan yang tidak biasa (baca: yang agak rumit dikit maksudnya hehe) tujuannya untuk membantu meringankan beban istri tercinta." Dan entah bagaimana ceritanya, ada energi positif yang terus menyelimuti diri ini, setelah selesai rekoleksi dan kembali ke rumah. Saya mulai mencoba memasak masakan-masakan yang sering dimasak oleh Ibu saya di Jogja, seperti: soto ayam, pecel lele, gurame kuah kuning, ayam woku, tongseng ayam, mie godog, mie goreng, dll. Entah tiba-tiba ada energi positif untuk mau mencoba memasak masakan yang cukup rumit dikerjakan. Soto ayam itu salah satu masakan yang menurut saya cukup rumit untuk dilakukan, makanya dulu tidak pernah ada niat untuk memasak masakan itu, namun sejak rekoleksi kemarin tiba-tiba saja niat banget untuk memulai mencoba masak soto ayam, dan hasilnya tidak mengecewakan untuk kelas pemula ini hehehe. Sampai saat ini saya masih tidak menyangka bisa mulai memasak masakan-masakan yang tidak pernah terpikirkan untuk dimasak sendiri. Benar-benar woww... .

(Dokumen pribadi 1)

(Dokumen pribadi 2)

(Dokumen pribadi 3)

Itu beberapa dokumentasi hasil coba-coba memasak. Tentunya resep-resep masakannya saya dapatkan dari AI hehe, namun yang tetap membuat saya seolah bingung dan tidak percaya pada diri ini adalah mengapa saya bisa memasak masakan-masakan itu ya?. Makanan yang saya sebut di atas memang sering dimasak oleh Ibu saya khususnya soto ayam, itu adalah salah satu masakan favorit, soto ayam buatan Ibu memang tiada duanya, kalau beli porsinya dikit, kalau di rumah Ibu (baca: jogja) tentunya bisa ambil sepuasnya dari banyaknya toping ayam, mienya, nasinya, sambelnya, dan kuahnya yang maknyusss benar-benar TOP BGTlah. Soto ayam Ibuk. 
Ternyata kini saya bisa memasak soto ayam seperti yang dibuat Ibuk. Yak, akhirnya... Buk, aku iso masak soto ayam koyo sik Ibu masak lho (baca: Buk, saya bisa masak soto ayam seperti yang biasa Ibu masak lho). Ke depan saya akan terus mencoba masak makanan yang "tidak biasa", dan kalau pas pulang ke Jogja kapan-kapan mau masak buat Ibuk dan Bapak.
Terima kasih Tuhan untuk energi positifnya, untuk Ibukku yang luar biasa, dan untuk semua anugerah yang telah Kau berikan padaku sampai saat ini.
Sekian, BD.

Rabu, 31 Desember 2025

Semoga

Tidak menyangka

Aku bisa berada di sini

Sebuah tempat yang luar biasa

Sungguh jauh dari radar mimpiku

Namun karena-Mu

Sesuatu yang tak mungkin jadi mungkin

Sesuatu yang di luar radar jadi nyata

Aku bersukur pada-Mu

Aku di tempat ini

Aku bersyukur pada-Mu Tuhan

Bisa bertemu orang-orang hebat

Semoga aku terus bersemangat untuk belajar banyak hal

Semoga aku bisa menjadi teladan yang baik

Semoga aku bisa menjadi pendamping yang baik

Seperti Pak Guru Tulus (Bisa lihat di sini: https://www.perpustakaankarmelindo.org/index.php?p=show_detail&id=17687&keywords=)

Seperti para guru-guruku terdahulu yang luar biasa

Dan tentunya seperti Engkau Sang Guru sejati.


Jakarta, 5 Desember 2025

Selasa, 31 Desember 2024

Terima Kasih Tuhan untuk Semua Berkat di Tahun 2024

Hey semuanya,... .

Mohon maaf baru muncul di blog ini lagi di penghujung tahun 2024.

Kali ini saya masih akan berbagi tentang pengalaman hidup, hanya sekedar berbagi saja kok, dan tidak bermaksud untuk pamer hehe....

Tahun ini begitu banyak berkat yang telah Dia berikan padaku dan keluargaku. Dari kesehatan (tentunya) dan berkat-berkat lain yang sungguh ajaib lainnya. Ada salah satu berkat yang sudah lama dinanti dan pada akhirnya dikabulkanNya, yaitu punya momongan. Yak, tahun ini saya dan istri dikaruniai seorang anak laki-laki, tepatnya di bulan September kemarin. Sungguh suatu berkat yang tak terkira, awalnya berharap, kemudian ada ketakutan, selanjutnya berpasrah, dan pada akhirnya dijawab oleh Tuhan.

Dari pengalaman kemarin akhirnya menjadi semakin sadar bahwa kuasa Tuhan benar-benar nyata, kehidupan seorang manusia benar-benar ajaib dan nyata adanya. Kalau sedikit flashback tahun lalu tepat saat ulang tahun pernikahan saya dan istri yang pertama tanggal 28 Desember 2023, kami pergi ziarah ke Gua Maria Sendangsono di daerah Kalibawang, Kulon Progo. Saat itu kami berdua memang sengaja memilih merayakan ulang tahun pernikahan kami ke Gua Maria Sendangsono bukan ke tempat-tempat mewah lain. Kami merasa perlu mendekatkan diri kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria terkasih sekaligus menikmati keindahan-keindahan dan keasrian daerah Kulon Progo. Jadi sambil menyelam minum air, ziarah sekalian refreshing menikmati keindahan alam ciptaanNya.

(Foto: https://mojok.co/liputan/gua-maria-sendangsono-lokasi-keramat-yang-jadi-tempat-ziarah-umat-katolik/)

(Foto: https://mojok.co/liputan/gua-maria-sendangsono-lokasi-keramat-yang-jadi-tempat-ziarah-umat-katolik/)


Masih teringat jelas, saat itu kami bertemu dengan salah satu Suster (baca:biarawati) teman saya  mengajar di tempat kerja Jogja dulu. Setelah menyapa kami ngobrol-ngobrol sebentar kemudian minta foto setelah itu kami berdua baru sowan Ibu Maria di Gua Sendansono. Setelah selesai doa kami mempunyai niat untuk menuliskan doa ujub yang kami tuliskan pada secarik kertas yang tersedia di dekat kota doa ujub. Setelah menuliskan doa tersebut, untuk selanjutnya kami hanya berpasrah saja. Yak hanya pasrah pada kehendak Tuhan saja. Singkat cerita saat kami balek ke Bekasi dan Jakarta (baca: tempat kami mencari rejeki) tepatnya pada bulan Januari 2024, istri dinyatakan hamil anak kami. Saat mendengar kabar tersebut kami benar-benar seperti tidak mengira sama sekali dan tentunya kami sangat bahagia. Mengapa tidak mengira sama sekali?, karena ada pengalaman sebelumnya kami selalu berharap namun selalu gagal juga. Maka dari itu di bulan Januari 2024 tersebut merupakan sebuah kabar spesial dan bahagia untuk kami. Dan singkat cerita juga akhirnya sampai di bulan September lahirannya anak kami yang pertama. Tentunya banyak sekali drama yang muncul dari Januari sampai September bahkan sampai bulan Desember ini, namun kami tetap mensyukuri setiap drama-drama kehidupan yang muncul. Dengan mensyukuri setiap lika-liku kehidupan maka hidup ini menjadi lebih menyenangkan.
Melalui cerita di atas saya hanya sekedar berbagi sedikit, bahwa bagi siapa pun yang sedang menunggu atau punya harapan apa pun itu, janganlah berhenti berharap dan percaya yak. Kuasa Tuhan sungguh nyata dan benar adanya.
Sekian cerita singat saya kali ini, sekali lagi terima kasih Tuhan  untuk semua berkat yang telah Engkau limpahkan kepadaku di tahun 2024 ini.
Semoga cerita ini menjadi berkat, Berkah Dalem.

Senin, 16 Oktober 2023

Doa Rosario di Perantauan

Halo tahun 2023, halo semuanya, ... .

Lagi-lagi sudah lumayan lama belum ngepost tulisan di blog tercinta ini hehe... Dua tahun terakhir selalu ngepost tulisan di akhir tahun. Namun tahun ini, saya tidak ingin ngepost didetik-detik akhir tahun. Apa yang akan dipost kali ini... .? 

Mmm ... masih seputar hidup atau lebih jelasnya berbagi pengalaman hidup.

Sudah lumayan lama saya merantau kerja di Jakarta. Sudah sekitar 4 tahun lebih 3 bulan. Kalau dipikir-pikir lama juga ya dan semula tidak pernah membayangkan akan bisa sejauh ini. Namun dari tahun ke tahun selalu menyemangati dan meyakinkan diri sendiri bahwa mungkin di sinilah tempatku bekerja. Semula memang bercita-cita pengen kerja di kota kelahiran tercinta saja (baca: Jogja), tapi rencana Tuhan lain -tidak masalah- saya percayakan semua padaNya dan saya sangat bersyukur dengan semua anugerah Tuhan sampai hari ini. 

Meskipun kerja di Jakarta, sekarang saya tinggal di Bekasi, jadi hampir setiap hari (baca: kecuali Minggu hehehe) bolak-balik Bekasi-Jakarta-Bekasi. Jauh memang, tapi ternyata itu tidak mengagetkanku karena sejak di Jogja dari kuliah sampai bekerja sudah terbiasa menempuh jarak yang jauh, baik jarak rumah ke kampus atau rumah ke tempat kerja. Mungkin waktu itu memang Tuhan sudah menyiapkan diri ini supaya siap untuk menempuh jarak yang jauh (baca: dalam bahasa jawa-nglajo-) hehehe... jadi, saya menikmatinya.

Di perantauan belum lama ini, saya ikut doa rosario, senang rasanya bisa kembali ikut doa rosario bersama teman-teman dari lingkungan. Meskipun masih sering bolong-bolong ikut doa rosario di lingkungannya, tapi sebisa mungkin masih menyempatkan ikut doa rosario di lingkungan (baca: meskipun sekali dalam sebulan wkwkwk). Saat mengikuti doa rosario di lingkungan tersebut mengingatkan diri ini pada saat masih di Jogja. Dulu juga pernah ikut doa rosario di lingkungan Jogja. Ada cerita lucu dan menarik saat saya masih kecil (baca: SD), dulu selalu datang lebih awal supaya bisa duduk di sebelah kanan pemimpin doa. Tujuannya supaya bisa membacakan doa dengan jumlah yang paling banyak dibandingkan yang lain dan waktu itu saya bersaing dengan teman SD-ku wkwwkwk

Pada intinya saya sangat senang dan bahagia bisa mengikuti doa rosario, ikut koor, ataupun bisa terlibat di lingkungan yang sekarang (baca: di perantauan). Saya percaya dengan bisa terlibat di lingkungan akan menguatkan iman dan diri ini. Di lingkungan ini juga menyadarkan bahwa saya tidak sendiri dan jika ada suatu masalah apapun, teman yang paling dekat dengan kita ya lingkungan itu sendiri. 

Sekian berbagi cerita kali ini, terima kasih. Berkah Dalem.

Sabtu, 31 Desember 2022

Terimakasih 2022

 Hai semuanya, ini hari terakhir di tahun 2022, tinggal 20 menitan lagi akan berganti menjadi tahun baru 2023. Di akhir-akhir tahun ini juga, saya teringat akan blog yang masih kosong belum ada tulisan apapun, khususnya di tahun 2022. Jadi, dalam perjalanan dari Jogja menuju Jakarta, saya coba membuat tulisan ini.

Kali ini saya akan membagikan sebuah video lagu berbahasa jawa, namun jangan khawatir pada video yang saya bagikan ini, masih ada kok lirik dalam bahasa indonesianya, jadi untuk yang tidak paham bahasa jawa, akan tetap terbantu. Berikut videoonya ... 

Awal-awal saya mendengar lagu ini biasa saja tidak terlalu istimewa. Namun pada hari istimewa dan berbahagia (baca: saat saya menikah) tepatnya di acara resepsi, lagu ini sempat dibawakan oleh salah satu penyanyi di acara tersebut, dan saat itulah saya menyadari bahwa lagu ini begitu istimewa, seistimewa judul dan liriknya.

Melalui lagu ini juga saya disadarkan untuk bersyukur karena pada akhirnya saya menemukan seorang pasangan yang begitu istimewa di hati saya. Bagi saya dia adalah sebuah anugerah yang dikirimkan Tuhan, sebuah jawaban atas doa-doa yang kupanjatkan.

Pesan yang paling utama dalam pengalaman kecil hidup saya ini adalah Rencana Tuhan sungguh nyata dan ada bagi yang percaya kepada-Nya. 

Saya rasa cukup ini saja yang bisa saya bagikan kepada pengunjung blog ini. Semoga menjadi berkat bagi sesama. Berkah Dalem.

Jumat, 31 Desember 2021

Bersyukur dan bersyukur, Terimakasih Tuhan

(Foto: https://www.istockphoto.com/id/search/2/image?phrase=bersyukur)

Hei semuanya, sudah lama saya tidak menulis lagi dan dihari terakhir ditahun 2021 ini tidak akan kulewatkan untuk menulis sesuatu hal, supaya blog ini tetap eksis, paling tidak tiap tahun ada satu tulisan hehehe... Padahal dulu ingin satu bulan ada satu tulisan, tapi apa daya kesibukan membuat diri ini belum kuat untuk memenuhinya. Mohon dimaafkan :)

Tahun 2021 akan segera berganti dan hari ini, Jumat, 31 Desember 2021 menjadi hari terakhir di penghujung tahun ini. Banyak lika-liku pengalaman kehidupan yang saya alami selama tahun 2021. Pastinya ada bahagia, sedih, marah, kecewa, dll., yang jelas lengkap semuanya ada kalau mau ditelusuri satu-satu kembali. Namun tulisan kali ini tidak akan menceritakan satu persatu atau salah satu pengalaman hidup yang sudah kualami. Saya hanya ingin membagikan perasaan syukur yang tak terkira kepada Tuhan karena sudah diperbolehkan untuk menjalani tahun ini dengan lumayan sehat dan lancar. 

Salah satu kunci kebahagiaan adalah rasa syukur. Meskipun kalimat itu sudah umum dan mungkin terkesan membosankan karena sudah sering mendengarnya. Namun ternyata kalau saya lihat kembali diri ini masih sulit untuk benar-benar penuh melakukannya. Terkadang pengalaman-pengalaman yang menyakitkan atau kurang menyenangkan menutupi berkat-berkat yang sudah diberikan-Nya kepada kita. Sehingga yang terjadi kita lupa untuk "bersyukur". Berikut sedikit berbagi rasa syukur untuk tahun 2021 yang sebentar lagi akan berlalu,


Terimakasih Tuhan 

Sudah diberi kesempatan untuk menjalani tahun 2021

Terimakasih Tuhan

Untuk semua berkat yang sudah Engkau berikan secara cuma-cuma kepadaku

Terimakasih Tuhan

Untuk semua doa-doa yang sudah Engkau kabulkan, 

Aku sungguh sangat bersyukur 

Terimakasih juga untuk doa-doa yang belum Engkau jawab,

Aku tahu Engkau punya rencana terbaik untukku

Sekali lagi terimakasih untuk semuanya Tuhan

Berkati aku untuk menjalani tahun baru 2022 nanti


Pengalaman ataupun berkat yang kita alami dan terima selama tahun 2021, jangan pernah lupa untuk disyukuri. Supaya hidup kita menjadi lebih menyenangkan dan membahagiakan. Karena, seperti kata-kata yang sedikit membosankan tadi kunci kebahagian adalah bersyukur. Dengan rasa syukur kita bisa juga melihat sisi kehidupan yang menyenangkan, tenang, damai, dan semakin mendekatkan kita pada-Nya. Sejenak pejamkan mata, tengok kembali perjalanan dari awal tahun 2021 sampai di penghujung tahun 2021 ini. Tuhan pasti selalu memperhatikan dan dekat dengan kita. Mungkin ada resolusi-resolusi di awal tahun yang belum tercapai, tapi saya yakin pasti ada berkat meskipun itu kecil, yang diberikan Tuhan pada kita. Yang belum menemukan apa berkat itu?, Coba tengok lebih sabar dan tenang lagi yak. Mari bersyukur dan bersyukur, dan ucapkan terimakasih pada-Nya karena sudah selalu ada buat kita selama ini. 

Sekian dan terimakasih. Semoga menjadi berkat. 

Berkah Dalem

Kamis, 04 Juni 2020

Kangen Jogja

Hei Juni 2020,... hei semuanya, semoga kabar kalian baik-baik ya, meskipun saat ini dunia benar-benar sedang tidak sehat dan mengharuskan kita untuk tetap di rumah, namun saya berharap kesehatan tetap bersama kita semua. Amin.
Sudah lama juga ya saya tidak nulis di sini, terakhir bulan Juli tahun lalu, ternyata sudah hampir satu tahun. Kemarin-kemarin sempat ingin nulis tapi masih tertunda terus. Semoga berbagi tulisan dariku kali ini bisa mengobati penggemar tulisan blog ini (kalau ada, wkwkwkw) atau setidaknya untuk mengisi blog ini supaya tetap eksis hehe :D.

Sudah hampir 3 bulan kita semua melakukan pekerjaan dari rumah, rasa bosan menyelimuti, pengen kondisi cepat pulih seperti sedia kala. Tetapi sikap menang sendiri dan gegabah juga tidak akan baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, jadi satu-satunya cara memang tetap bertahan dikondisi yang membosankan ini dan mungkin bisa melakukan hobi-hobi kecil untuk mengurangi rasa bosan, misal: nulis (padahal selama 3 bulan baru nulis ini wkwkw) atau kegiatan yang lainnya, nonton film kek, buat video-video konten yang berguna di youtube, dsb. Yang jelas hobi-hobi kecil yang berguna untuk orang lain itu sebenarnya banyak tinggal kita sendiri mau atau tidak. Mau memulai maksudnya hehe, karena tembok paling tebal dan tinggi itu justru kita temui saat mau memulai sesuatu. Kalau tembok itu sudah kita hancurkan selanjutnya langkah kaki kita akan terasa lebih ringan.
(Foto: https://travelspromo.com/htm-wisata/tugu-pal-putih-yogya/)
Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah kota yang istimewa, yaitu Yogyakarta, atau ada yang menyebutnya Jogja atau kota gudek atau kota pelajar, dll. Karena wabah virus covid-19 inilah yang membuat saya sampai bulan Juni ini belum bisa mudik untuk sekedar menengok Bapak, Ibu, mbak, saudara-saudara, dan juga lingkungan di desaku. Rasanya kangen ini begitu dalam, sudah terjadwalkan sejak bulan Januari lalu. Bayang-bayang ke Jogja sudah jelas banget sejak bulan itu, tapi apa daya, karena covid-19 ini semua rencana menjadi kacau. Hufft... mungkin memang sekarang belum waktu yang pas untuk ke Jogja, namun besok pasti Beliau (baca: Tuhan) memberikan waktu yang tepat dan terbaik untuk kita semua.

Apasih yang dikangeni dari kota Jogja itu? Bukankah kota Jogja juga sama dengan kota-kota lainnya?
Bagiku tidak hehe...
Suasananya, budayanya, orang-orangnya, makanannya, udaranya, suhunya, pemandangannya, semuanya deh pokoknya hehehe "aku kangen kabeh pokokmen :D" (baca: aku kangen semua pokoknya). Beberapa kekangenannya yang ingin saya bagi antara lain, kangen saat naik motor ke tempat kerja "mbok adoh kae ning, tak nikmati dadi rasane enak" (baca: meskipun jauh sekali pun, namun saya nikmati, jadi tetap nyaman). Kangen saat pulang kerja mampir jajan di pinggir jalan (baca: bukan di tengah jalan yang jelas), jajan baksolah, mie ayamlah, soto-lah, gado-gadolah, loteklah, padanglah, atau yang lainnya. Sik jelas jajanan sik murah wkwkwk (baca: yang jelas jajan makanan yang murah meriah wkwkwk). Saya ini orangnya suka jajan yang murah meriah sesuai kantong hehe, dan menurutku kuliner ter-recommended itu ada di pinggir-pinggir jalan bukan di gedung-gedung mewah atau di dalam mall. Saya juga kangen melihat sawah-sawah atau pemandangan nan segar ijo royo-royo. Dan masih banyak kangen yang lainnya.
(Foto: https://jogja.tribunnews.com/2019/11/07/bakso-dan-es-buah-pk-yogyakarta-legendaris-sejak-1973)

(Foto: https://paketwisatajogja75.com/paket-wisata-jogja-mie-ayam-goreng-mekaton/)
(Foto: https://www.pegipegi.com/travel/mengintip-pesona-sawah-nanggulan-kulonprogo-di-yogyakarta-yang-lagi-viral/)
Namun, kembali lagi seperti yang tadi, hal terbaik saat ini adalah tetap mengikuti anjuran pemerintah, yaitu tetap di rumah, jaga kebersihan dengan cuci tangan dan jangan lupa mandi minimal 2x sehari bukan seminggu sekali ya wkwkwk, jangan ikut-ikutan orang Eropa yang jarang mandi wkwkwk, kita di Indonesia yang kelembapannya tinggi, mudah berkeringat jadi perlu mandi "ben dangkale ilang" (baca: biar kotoran yang menempel di tubuh kita hilang). Tetap sehat ya dan tetap bertahan dalam situasi yang membosankan ini. Supaya kita juga bisa kembali hidup normal dan saya bisa mudik nengok kota teristimewah, Jogjakarta. :D.
Berkah Dalem.

Kamis, 23 Mei 2019

Mencoba Mengandalkan dan Berserah PadaNya


Mei 2019. Hei...
Bulan Mei bagi umat Katolik adalah bulan yang spesial, karena di bulan ini ada doa Rosario yang dilakukan satu bulan penuh. Tapi itu bagi umat yang rajin hehehe... bagi yang biasa saja mungkin ada yang tidak melakukan doa tersebut. Hal itu juga sempat terjadi pada diri ini hehehe... Tapi entah kenapa tahun ini saya ingin sekali ikut doa Rosario. Dan kebetulan, doa Rosario lingkungan dilakukan di rumah Bapak, alhasil saya pun ikut terus yessss.

Ok, kali ini saya ingin berbagi tentang video di atas. Pertama kali mendengar lagu itu saat di gereja, liriknya dalam dan menyentuh. Pernah juga ikut koor menyanyikan lagu itu di yayasan sekolah tempat kerja. Senang rasanya bisa menyanyikan lagu tersebut bersama teman-teman koor. 

Kemarin pagi, entah kenapa pengen banget cari lagu tersebut di youtube, kangen banget dan ketemu, terus pagi ini saat berjaga ujian kenaikan kelas langsung saya bagi di blog ini. Semoga pengunjung ketularan semangat, setelah mendengar lagu tersebut. Akhir-akhir ini sepertinya hati ini lagi gundah hahahaha.... Tapi saya ingin tetap tersenyum biar kegundahannya hilang. Kadang saat sedang galau berat seperti hari ini, hanya pengen mencari penyemangat diri, dan biasanya banyak mendengarkan lagu-lagu penyemangat.

Kegundahan dan kegalauan ini mengingatkanku bahwa diri ini lemah.
Kerapuhan ini mengingatkanku bahwa diri ini butuh penopangNya.
Iya diri ini rapuh
Tapi karena rapuh saya bisa ingat Tuhan
Karena rapuh, saya juga bisa mengandalkan dan berserah kepadaNya sebab tanpa bantuanNya diri ini tidak bisa apa-apa dan bukanlah apa-apa.
Saya tidak menyesal diciptakan seperti ini, terimakasih ya Tuhan untuk semuanya.
Jadi ingat kutipan ayat di kitab suci (2 Kor 12:9), "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebuah kutipan yang juga menjadi pedoman teman seperjuangan sewaktu kuliah dulu, beliau seorang Frater.

Sekian dan terimakasih.
Berkah Dalem.
:D

Selasa, 23 April 2019

Terimakash Tuhan (2)

(Gambar: http://u-channel.tv/berempati-terhadap-sesama/)

Sudah April, sudah Paskah dan sudah mau akhir bulan. Bulan ini akan segera berlalu dan Paskah 2019 juga sudah mau berlalu hehehe... kok kayak sedih banget ya aku ngomongnya... hehehe... Yap, sebenarnya memang lagi sedih sih, tapi sedih yang ini sensitif jadi tidak akan aku bagi di sini. Biarlah ku simpan sendiri. Aku ingin membagi yang bahagia dan positif saja, supaya blog ini tetap positif dan pembaca ketularan positif bukan negatif dari diri ini.

Tuhan terimakasih berkali-kali lagi karena Engkau sudah memberikan pengalaman yang berharga dalam hidupku selama kemarin-kemarin ini. Ada pengalaman yang membahagiakan dan yang paling membahagiakan sudah ku tulis di cerita sebelumnya di blog ini. Tetapi ada juga pengalaman yang membuatku sedih dan mungkin hampir terpuruk hahaha... semoga aku tidak lebai ya. Tapi aku sadar dan tahu diri bahwa semua pengalaman kemarin bukanlah pengalaman yang acak dan tak jelas. Kenapa?? Karena aku pecaya semuanya sudah Kamu rangkai dan sudah sesuai rencanaMu. Dan aku juga sadar...

Di saat diri ini terpuruk, Engkau akan menguatkannnya lagi. 
Di saat hatiku remuk berantakan, Engkau merangkainya lagi menjadi utuh. 
Di saat kaki ini lemah untuk berjalan, Engkau menuntunku hingga kaki-kakiku kuat untuk melangkah lagi. 
Di saat aku tak tahu kemana lagi akan melangkah, Engkau meraih tanganku dan menuntunku. 
Di saat aku menangis, Engkau menangis bersamaku kemudian menenangkanku. 
Di saat aku khawatir hidupku ke depan, Engkau menepuk pundakku dan berkata,"Hei... Aku di sini menemani langkahmu nak, jangan takut!". 

Jadi, aku merasa tak sendiri lagi. KarenaMu aku bisa bangkit lagi. Saat aku terpuruk, masih ada keluarga yang menopangku dan menenangkanku. Masih ada juga teman-teman dan sahabatku. Terimakasih untuk semua bantuannya Tuhan. 
Oya, mulai tahun ajaran baru nanti, aku akan memulai dari nol lagi karena, ku putuskan untuk pindah kerja. Aku pernah cerita kalau masih punya mimpi yang ingin aku raih. Jika ada tempat atau kesempatan kerja di tempat lain yang lebih baik, akan aku coba. Dan ternyata sudah ku coba dan berhasil, tinggal memantabkan hati lagi. Dan aku sudah mantab.

Meskipun nanti aku sendiri, tapi aku percaya semua ini bukanlah kebetulan. Ada teman yang akan menemaniku di tempat kerja baru nanti. Ada keluarga yang mendorong dan menyemangatiku. Dan pastinya ada Engkau Tuhan yang tak pernah meninggalkanku. Meskipun sebenarnya aku ingin ada seseorang spesial yang mau menemaniku hehehe... tapi, mungkin nanti akan ketemu kalau sudah tiba saatnya. hehehe....
Terimakasih, terimakasih, terimakasih Tuhan.
KarnaMu, aku kuat.
Sekian Berkah Dalem

Rabu, 06 Februari 2019

Terimakasih Tuhan

Sudah lama tidak ngepost lagi di sini. Sepertinya mulai banyak debu blog ini hehehe. Biar saya bersihkan sebentar lalu mulai ngepost lagi. Kali ini saya mau berbagi sesuatu ...

Yang paling membahagiakan di tahun ini adalah sekarang saya sudah tidak sendiri lagi hehehe.... Terimaksih Tuhan sudah menjawab doaku. Sebenarnya sudah sejak tahun kemarin sih, tepatnya mulai bulan September tahun kemarin, sudah itu saja, cukup ya hehehe. 

Mari serius, inilah yang sebenarnya ingin saya bagi, cerita yang di atas tidak akan saya bagi di sini hahaha...

Saya mulai lupa lagi, selalu seperti ini. Dulu di awal mulai kerja, saya begitu tertarik dengan gereja di depan sekolah (baca: tempat kerja). Sempat ingin masuk ke sana sendiri dan mulai diam bersujud atau duduk di salah satu bangku gereja itu. Atau ingin ikut misa harian di pagi hari, seperti saat masih jadi anak kampus dulu juga beberapa kali ikut misa harian. Aku merindukannya, sungguh. Tapi, karena misa itu dimulai sangat pagi dan jarak rumah sampai sekolah lumayan jauh, kandaslah keinginan itu hehehe. Keinginan duduk diam di sana pun kandas karena malas ataupun malu sama teman-teman. Dan kejadian seperti ini pun terus berulang sampai saya lupa keinginan awal dulu. Maaf Tuhan.

Sekarang saya ingat lagi keinginan tersebut. Kadang mulai berpikir kenapa tidak dicoba?, Saat beban hidup ini terasa berat kenapa saya malah mulai lari dari Tuhan, kenapa tidak masuk gereja yang ada di depanku? Masuk duduk dan diam. Kenapa tidak saya lakukan? Saat diri ini tidak tenang, apa yang saya lakukan?, Sekali lagi maaf Tuhan. Besok ingatkan diri ini supaya mendekat kearahMu bukannya malah menjauh. Besok panggilah namaku supaya bisa masuk ke gereja itu. Besok tariklah tanganku supaya bisa fokus mengikutiMu. Kalau masih tidak mendengar dan tidak mau tamparlah pipiku biar sadar dan mulai mengandalkanMu lagi. Ini adalah masalah klasik yang selalu menghambatku. Terimakasih Tuhan sudah memberikan anugerah yang begitu banyak kepadaku. Untuk semua doa-doa yang sudah terjawab ataupun doa-doa yang sengaja belum Kau jawab atau tidak terjawab karena Engkau punya rencana yang terbaik untukku. Ajari diri ini untuk sabar dan pasrah kepadaMu.Terimakasih Tuhan. Amin.

Sekian postingan dari saya. Semoga menjadi berkat.
BD.

Senin, 26 Februari 2018

Nonton Konser Sheila on 7 Lagi

Hei...  Februari 2018!
Saya mau nulis lagi, di blog kesayangan ini... :D
Suatu saat pengen nulis di sebuah buku yang diterbitkan oleh percetakan. Suatu impian yang masih terus saya tata dan kumpulkan. Apa yang dikumpulkan?, heh!. Semangatnya pastinya!. Semangat untuk mengumpulkan "mut" (baca: motivasi) kemudian menggapai impian itu yang sampai saat ini masih berserakan tak menentu. Kalau dipikir-pikir seperti mau buat skripsi lagi, hehe... Ternyata baru saya sadari, pengalaman membuat skripsi itu bakalan ada dan digunakan.

Ok, kali ini saya akan membagikan cerita tentang musik lagi. Saya dulu pernah nulis tentang musik dan band favorit di blog ini, bagi yang belum baca silahkan cek. Band favorit saya sampai sekarang masih sama dan masih saya ikuti sampai detik ini, mereka adalah Sheila on 7 dan The Rain. Meski sebenarnya masih ada juga band-band lain yang jadi favorit hati ini, tapi yang dua itu selalu menjadi idola yang teratas dalam daftar list band favorit saya. 

Kemarin Sabtu, 17 Februari 2018 di GOR UNY, secara kebetulan atau memang oleh panitia penyelenggara even sengaja dibuat demikian, Sheila on 7 konser satu panggung dengan The Rain, meski waktunya bergantian. Tapi paling tidak Sheila on 7 bisa konser bareng dengan The Rain. Makanya, sejak pertama kali ada informasi konser itu saya langsung putuskan takkan melewatkannya. Oya, konser Sheila on 7 di GOR UNY kemarin menjadi konser keempat di tempat yang sama yang pernah saya tonton, dan keempat konsernya itu saya tonton secara berturut-turut dari tahun 2015, 2016, 2017, & 2018. Hebat bukan....hahaha... biasa saja sih sebenarnya. Apesnya dari 2015 - 2018, saya tak pernah bawa pacar. (Gimana mau bawa pacar?,, 7_7... sudahlah). Dan tambah apes lagi kemarin pas konser, Pak Duta vokalisnya S07 juga sempat bilang,"Siapa yang nonton konser kali ini masih sendiri/ jomblo." Hahaha.... jane sik jomblo ki ora gur aku wingi ki, tapi seumuran aku sik iseh jomblo ki ora akeh, masalahe kui...hik..hik (baca: sebenarnya yang jomblo itu kemarin bukan hanya saya saja, tapi seumuran saya yang masih jomblo itu ya tidak banyak, itulah masalahnya). Wah malah curhat ini...haha...

Kembali ke topik pembicaraan.
Ada cerita lain yang seru selama nonton konser kemarin. Berbekal pengalaman konser di tahun 2017 lalu. Pada konser kemarin saya sengaja membawa kamera DSLR (baca: hanya kamera pinjaman) untuk mengabadikan personil band-band favorit. Meskipun sebenarnya ada catatan dalam konser, "Tidak diperbolehkan membawa barang-barang tertentu salah satunya kamera DSLR." Tapi berbekal pengalaman kecerdikan saudara sepupu saya di konser tahun 2017 lalu, akhirnya kamera tersebut bisa dibawa masuk tanpa hambatan. Bagaimana caranya?, heh... itu rahasia.
Berikut ini beberapa foto yang sempat saya ambil pas konser kemarin.
Gambar 1 - Dokumen pribadi 

Gambar 2 - Dokumen pribadi
Ada yang tahu atau kenal dengan dua orang difoto tersebut?
Yang kenal pasti juga penggemarnya Sheila on 7 dan The Rain atau mungkin penggemar gitaris Indonesia khususnya Jogja. hehe...
Akhirnya kesampaian juga nonton konsernya dua band asal Jogja tersebut, tapi sayang lagi-lagi konser kemarin seperti kurang lama, bahkan cenderung lebih singkat dibandingkan dengan konser-konser sebelumnya. Tapi tak masalah, karena bisa nonton konser dua band ini sudah sangat membahagiakan. Tinggal satu hal yang ingin saya kejar, yaitu punya album gitar dari gitaris-gitaris Jogja- termasuk dua orang difoto tersebut. Album fisiknya bukan file MP3nya, karena kalau MP3nya saya juga sudah punya. Kemarin belum lama cari di aplikasi Spotify, dan ternyata ada. Jadi bisalah sedikit mengobati rasa penasaran tentang musik-musik di album gitaris Jogja tersebut.

Kembali ke kamera! Perjuangan untuk mengambil foto kedua orang tersebut ternyata tidaklah mudah. Maklum saya bukanlah orang yang mahir pakai kamera, khususnya kamera DSLR. Banyak foto-foto yang saya ambil kemarin terlalu gelap atau terlalu terang atau blur karena goyangan. Hehe... dua foto di atas adalah beberapa foto yang hasilnya lumayanlah.

Sekian cerita saya tentang nonton konser dua band favorit dan apa yang saya lakukan selama konser kemarin. Pada intinya ini merupakan kegiatan hiburan yang saya lakukan di luar rutinitas pekerjaan. Sekedar hiburan dari rutinitas yang kadang melelahkan dan menguras fisik ataupun pikiran. Konser berikutnya nonton lagi tidak ya?, tunggu saja besok, lihat kondisi dulu. 
Sekian dan terimakasih.
BD

Jumat, 06 Oktober 2017

Bahagia itu...

Hai... semua...
Hai Oktober...
Hai tahun 2017.... ups sudah mau akhir tahun!!!
Aku kembali rindu nulis di blog ini, maaf sudah lama tidak muncul. Kali ini aku mau berbagi sesuatu hal yang bisa membuatku merasa bahagia dan nyaman, meski hanya berasal dari hal-hal yang kecil dan sering diabaikan. Tapi melalui sesuatu yang nampak kecil dan terlupakan itu setidaknya aku masih punya setitik harapan untuk mengobarkan api semangat dalam diri ini. Tulisan ini sudah cukup lama aku tulis, tapi baru sempat aku bagi sekarang. Nikmatilah....




Bahagia itu ....

Bahagia itu ketika aku bisa mengoreksi ulangan para siswa tepat waktu

Bahagia itu ketika aku bisa membacakan hasil ulangan siswa dan melihat ekspresi mereka

Bahagia itu ketika mendengar siswaku berkata, "Pak kok gak ngajar di kelasku.!"

Bahagia itu ketika bisa mengajar dengan jelas dan tetap tersenyum di tengah kerapuhanku sebagai seorang guru

Bahagia itu ketika aku masih semangat berangkat pagi untuk mengajar

Bahagia itu ketika aku punya uang sendiri hasil kerjaku 

Bahagia itu ketika aku bisa sedikit menabung di tengah gajiku yang tidak besar... hik...hik..
(Wahai Presiden kami yang baru... kamu harus dengar suara ini...., malah ngopo.e hehehe..., :D)

Bahagia itu ketika aku pada akhirnya bisa menjadi guru tanpa memikirkan besarnya gaji 
(tenanne?)

Bahagia itu ketika aku masih punya teman-teman seperjuangan dikala menggunungnya pekerjaan



Bahagia itu ketika aku masih punya kedua orang tua 
(Pak, Buk, aku sungguh bahagia lho, tenanan iki!)

Bahagia itu ketika aku masih diberi hidup sampai saat ini

Bahagia itu ketika aku berhenti berdoa tapi Tuhan tidak berhenti memberi berkat padaku
(Matur nuwun sedayanipun Gusti...)

Bahagia itu ketika aku jatuh, Tuhan masih menerimaku

Heheheheh....
Tuhan aku bahagia dengan hal-hal kecil ini

Yang sering ku lupakan dan kuhiraukan

Terimakasih untuk semua yang telah Kau beri


Selama aku masih punya harapan untuk tetap menyalakan api semangat dalam diri ini, selama itu pula aku masih semangat untuk hidup. Dan aku tak mau melewatkan hal-hal kecil yang menyalakanku itu berlalu begitu saja. Tuhan tetap jadikan aku pribadi yang peka terhadap sekelilingku.
Berkah Dalem.


Minggu, 19 Maret 2017

Hanya Berbagi Hal yang Lain dan Lainnya Lagi... :D


Hei... hei...
Huhuhu... hehehe...
Sudah lama tidak ada tulisan lagi... sekarang saya muncul. Biasa penyakit lama kambuh lagi.
Kali ini saya mau berbagi tentang hobi lain dari diri ini. Sudah mendengarkan lagu di atas belum???,
Ada yang tahu lagu itu?, atau baru kali ini mendengarnya?, mungkin kalian belum lahir waktu itu? (buat yang baru lahir di tahun 2002 ke atas) hahaha... nah ketahuan lagi kalau penulisnya sudah mulai tua.

Yup, itu salah saatu lagunya The Rain, terdapat di album pertama dan pastinya saya punya album itu, hehehe... ini band favorit setelah Sheila on7, huhuhu... Saya koleksi album pertama sampai ketiga mereka, setelah itu macet. Meski begitu tetap mengikuti musik-musiknya sampai sekarang. Tetapi sedikit bernasip sama dengan band favorit Sheila on7, saya belum pernah nonton langsung band The Rain ini. hik...hik...hik.

Kemarin malam minggu, 18 Maret 2017, ada konsernya The Rain di Jogja tercinta, tapi karena ada acara barengan gagal deh rencana nonton langsungnya. Yo wis sesuk meneh!! (baca: ya sudah besuk lagi!!). Pasti akan ada kesempatan lagi, yakin!!, sebelum benar-benar ketuaan hahaha.
Akhir-akhir ini saya juga lagi senang mendengarkan lagu-lagunya si The Rain. Saat berangkat kerja, karena ada tugas harus berangkat subuh sekitar jam setengah 6 pagi. Sesekali naik motor sambil mendengarkan lagu-lagunya The Rain. Ternyata asyik juga berdendang sambil naik motor, hui...hui...hui... (warning: jangan ditiru ya, itu berbahaya!!!, kecuali didampingi oleh para ahli...hehehe). Meski sebenarnya berbahaya, itu hanya untuk hiburan di jalan saja kok, yang penting jangan keseringan dan tidak lupa tetap fokus di jalan. 

Salah satu lagu yang memang tidak ada video klipnya tapi salah satu lagu yang juga saya sukai. Setiap mendengarkan lagu-lagu di album pertama sampai ketiga, hati dan ingatan ini selalu terbawa ke masa muda... hehe.... ketahuan lagi umurnya. Hanya mengingat masa muda saja, tapi saya harus terus melangkah ke depan, hanya bernostalgia dengan lagu-lagu di jaman muda saja, yak hanya itu saja.
Lagu itu sebenarnya sedikit sedih, tapi saya gak mau bersedih-sedih saat mendengar lagu itu, sekali lagi hanya suka mengingat masa muda saja setiap mendengar lagi itu. Lagu itu menceritakan bahwa tidak bisa memiliki seseorang yang disayang, tapi saya tidak mau memikirkan seberat itu hahaha... Saya tetap tak mau terlalu menyesali masa lalu saya, karena saya percaya dengan masa depan. Akan tiba saatnya nanti. Masa lalu tetap adalah masa lalu, tak akan pernah kembali. Hal-hal masa lalu yang tidak pernah bisa dimiliki dan dicapai itu bukanlah kegagalan total, karena menurut saya kegagalan apa pun di masa lalu pasti akan membuat pengalaman bagi hidup kita ke depan. Jadi tidak semua hal yang negatif itu akan selalu bernilai negatif pasti ada sisi positifnya. Dan saya juga mau yakin satu hal, "Jika Tuhan belum menjawab doamu itu karena Dia sedang mengujimu untuk bersabar." Tuhan punya rencanannya sendiri dan yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Dia.
yeahhhh....... aku mau percaya itu!

Saat mendengarkan lagu itu saya juga sering berandai-andai suatu saat nanti bisa main gitar sambil menyanyikan lagu itu...hehe... pengen banget entah kapan. Meski kemarin sempat juga gitaran sambil nyanyi di depan kelas di hadapan para murid membawakan salah satu lagunya The Rain, tapi masih gak pas sana-sini hehehe. Pengen terus belajar gitar supaya lebih mahir gitarnya. Karena, sampai saat ini saya belum benar-benar mahir main gitarnya. hehe... Pengen juga bisa menyanyikan lagu-lagu Sheila on7, entah itu dengan band ataupun akustikan... hahaha... semoga.
Yak, ini hanya sedikit berbagi cerita tentang hobi saya yang lain dan lainnya lagi.
Besok hari senin, saya juga akan berangkat subuh... siap-siap mendengarkan lagu-lagu kesayangan untuk hiburan...hehe

Sekian. Selamat menjalankan hobimu... dan menikmatinya.
GBU.

Rabu, 04 Januari 2017

Belajar Menulis di Blog yang Lain

Sudah tahun 2017 ya...!!
Hehe huh... ternyata waktu memang terus berjalan tidak hanya diam ditempat. Bagaimana dengan resolusi di tahun 2016?, Apakah sudah tercapai?, Atau malah di akhir tahun 2016 lupa dengan resolusi awal tahunnya...hehe... itu mungkin saya, atau pembaca juga demikian?. Yak, kadang-kadang karena tidak benar-benar mengaplikasikan resolusi atau hanya sekedar resolusi tanpa tindakan akhirnya lama-kelamaan pasti akan terlupakan/ dilupakan. Bisa juga karena, tertutup dengan masalah yang lain atau karena malah fokus dengan masalah baru. Huh... itulah hidup, pasti ada kegagalan. Yang pasti jika sudah membuat resolusi di awal tahun baru ini, mulai dari sekarang fokus dengan apa yang ingin kalian capai, selanjutkan perjuangankan dengan tulus hati dan penuh semangat supaya resolusi baru ini tidak menguap lagi dan hilang terlupakan. Mari sama-sama belajar karena, saya juga masih belajar dan tentu saja terus akan belajar.

Ok, sudah lama ya saya tidak menulis lagi diblog ini, ada yang kangen dengan cerita atau sharing-sharing dari saya tidak?, Semoga ada (ngarep :D). Hehe... terakhir saya menulis diblog ini pada bulan September tahun lalu. Entah mengapa lagi-lagi penyakit lama kambuh. Penyakit seorang penulis amatiran seperti saya yaitu malas. Meskipun saya belum sempat menulis lagi tetapi saya tetap sesekali melihat dan mengunjungi blog ini. Belum ada klik untuk membuat tulisan saja hingga akhirnya tulisan baru belum nongol

Eitt... tetapi jangan salah sangka juga saya terlalu malas untuk menulis lagi, ada sisi lain dari diri ini yang ternyata berkeinginan menulis ditempat lain. Dan keinginan itu akhirnya terwujud, saya mulai menulis diblog yang lain, yaitu diblognya kompas. Tepatnya di kompasiana. Mau tahu blog saya yang satunya itu. Nih, saya beri alamatnya: http://www.kompasiana.com/thomas_enggar/. Silahkan dikunjungi dan dibaca-baca tulisan saya diblog kompasiana itu ya. Tulisan saya diblog itu lebih serius...hehe, karena, di sana adalah tempat kumpulan penulis-penulis yang memang ingin nulis dan ingin tulisannya dibaca oleh orang. Dan jika menulis di sana pasti akan dibaca oleh orang. 

Saya rasa tulisan saya kali ini hanya sekedar promosi kepada pembaca ataupun pengunjung bahwa saya punya blog lain selain blog ini. Memang belum banyak tulisannya tapi saya akan mencoba menambah daftar tulisan saya. Tunggu saja. Enaknya menulis diblog kompasiana, yaitu tulisan kita benar-benar akan dibaca oleh orang dan pastinya akan dikomentari. Lain halnya menulis diblog pribadi google ini, mungkin memang dibaca tetapi belum tentu dikomentari oleh orang lain karena, pengunjungnya memang orang bebas dari berbagai macam penelusur internet. Mau nulis, ayo cobalah! Bingung mau nulis apa! Tulis saja apa yang ada dipikiran kalian. Hehe... semoga saya tidak seperti orang yang sok-sok'an sudah ahli nulis, karena saya juga baru dan masih belajar... hanya menuliskan apa yang memang benar adanya saja. Jika kalian setuju dan tertarik lakukanlah. Sip. Selamat mampir diblog saya yang lain, dan selamat menulis yang mau menulis. 
Semangat!!!. 
Yang pasti saya ingin terus menulis, semoga tidak malas lagi atau minimal tidak vakum nulis selama bertahun-tahun. Hehe... yang jelas menulis itu membuat hati ini nyaman karena, bisa sharing-sharing atau berbagi sesuatu hal baik yang ada di pikiran maupun di hati. Dan yang paling membuat senang jika tulisan kita bisa menginspirasi orang lain.
GBU.

Jumat, 02 September 2016

Kemana Semangatku?

September 2016...
Sayang sekali tulisan saya di akhir bulan Juli 2016 gagal saya bagikan. Sebenarnya sudah selesai nulis, sudah sempat terpublikasikan, tapi entah kenapa sewaktu saya mau edit tiba-tiba ada virus aneh yang mengganggu dan langsung menghapus tulisan saya. Karena sedikit panik dan capek menulis, malah salah menekan tombol simpan dan akhirnya tulisan yang sudah dibuat tidak jadi ke save. Sungguh sial, sejak saat itu malah malas nulis lagi... hehe... dan kini semangat itu muncul lagi..yeah.. langung saja tak saya sia-siakan....

Mungkin tulisan kali ini ada sedikit campuran ataupun gabungan serpihan-serpihan tulisan yang gagal terpublikasikan kemarin.

Ada kutipan tulisan yang mau saya bagi,...
"Hadiah terbesar yang dapat diberkan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak elang itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama, anak-anak elang itu mengganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, anda tidak akan menjadi seseorang yang sejati." (Antonius Budi Hermawan. Sambutan Presiden BEMU. Insadha 2008. Yogyakarta: USD, hlm. 9).

Sesaat pertama kali membuka buka insadha 2008 (baca: buku ospek kampus USD), entah kenapa saya begitu tertarik dengan kutipan kalimat di atas. Waktu itu saya memang bukanlah seseorang yang punya PEDE yang besar hehe... bahkan mungkin sampai sekarang juga masih. Jadi, saat pertama kali memasuki kampus yang saya cari pertama kali adalah sebuah motivasi. Motivasi kenapa saya mesti masuk kampus tersebut, kenapa saya memilih jurusan yang kini akhirnya menjadi profesi yang saya geluti, dsb. Saya perlu penyemangat untuk berani keluar dari lembeknya diri ini. Saya perlu penyemangat untuk berani merangkai mimpi masa depan.

Dan kini saya sudah bekerja pada profesi yang saya pilih saat pertama kali memasuki kampus tercinta tersebut. Mimpi ini telah menjadi kenyataan. Ketakutan yang saya rasakan saat mau memilih profesi ini pertama kali kini telah berhasil saya taklukkan. Meski belum semua mimpi tercapai dan belum semua ketakutan benar-benar saya taklukkan, tapi setidaknya saya sudah melangkah dan bekerja pada profesi ini sampai sejauh ini... terimakasih Tuhan.

Yang saya takutkan sekarang adalah, "Apakah semangat ini masih sama seperti waktu itu, semangat untuk keluar dari zona aman dan untuk melompat lebih tinggi lagi?,, Apakah masih ada semangat untuk mengejar mimpi-mimpi yang masih belum tercapai atau padamkan saja semangat itu dan berhenti saja?."

Haha...
Hidup... benar-benar akan terus berjalan...

Saat saya kembali membuka buku Insadha 2008 itu, saya hanya ingin mengingat masa lalu dan semangat-semangatnya di sana. Karena, entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa semangat waktu itu mulai memudar. Saya benar-benar takut semangat itu akan menghilang dari diri ini. Dan lewat berbagi coretan-coretan ini saya hanya ingin semangat itu kembali lagi.

Tuhan benarkah Engkau masih mengamatiku?
Supaya aku tidak terjatuh saat belajar terbang ini
Tuhan apakah Engkau akan menolongku?
Saat aku terjatuh saat belajar terbang ini
hehe...
Ternyata aku tahu
Semangat ini ku rasakan mulai memudar
Karena, aku mencoba menjauh dariMu
Haha
Aku mulai mengandalkan kekuatanku sendiri lagi

Raih tanganku Tuhan
Supaya aku tidak benar-benar terjatuh
Supaya aku kembali lagi kepadaMu
dan Semangat ini muncul lagi


Senin, 18 April 2016

Menari di tengah Badai

Hei bulan April 2016... sekarang sudah pertengahan bulan April 2016 lebih sedikit. Kali ini saya ingin berbagi lewat tulisan lagi...

Menari di tengah badai. Saya sengaja memilih judul ini dalam tulisan saya kali ini. Judul tersebut mempunyai makna yang dalam menurut saya. Salah satu makna yang saya petik dari judul tersebut adalah menikmati segala peristiwa yang sedang kita alami, khususnya peristiwa yang paling berat dalam hidup kita. Karena dengan menikmatinya kita akan terbebas dari rasa setres ataupun frustasi. Dengan menikmatinya pula berarti kita percaya pada Tuhan bahwa cobaan ini pasti tidak akan melebihi kekuatan dari kita. Yang terakhir dengan menikmati peristiwa yang paling berat dalam hidup ini, kita juga akan mengarah ke keberhasilan. Jadi pesan penting sejak awal adalah "menarilah di tengah badai - nikmatlah segala cobaan/ peristiwa yang sedang kita alami."

Judul di atas sebenarnya sebuah potongan kalimat yang saya ambil dari tulisan J.Sumardianta melalui bukunya Habis Galau Terbitlah Move on. Kalimat lengkapnya berbunyi, "Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, melainkan bagaimana tetap bisa menari di tengah hujan?" (J. Sumardianta. Habis Galau Terbitlah Move on. Yogyakarta: Penerbit Bentang, hlm.82-83). Ya kadang-kadang saat membaca sebuah buku saya begitu tertarik dengan kalimat-kalimat yang mengadung makna positif, mendalam, dan yang paling penting membangkitkan semangat dalam diri ini. Jika sudah demikian pastinya saya akan mengingat kalimat tersebut, selanjutnya ada keinginan dalam diri ini untuk membagikan kalimat yang bermakna tersebut kepada orang-orang. Nah kali ini saya membagikanya lewat blog ini. 

Melalui judul di atas saya ingin berbagi sebuah pengalaman hidup saat mengalami peristiwa/ cobaan yang cukup sulit dalam hidup ini. 
Selepas lulus kuliah adalah masa-masa cukup sulit dalam hidup saya. Karena, dimasa itu kita dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang kita dapat selama di sekolah dasar sampai bangku kuliah. Cara mengaplikasikannya yaitu lewat bekerja. Yang saya alami begitu lulus kuliah adalah masih banyaknya keraguan dalam diri ini. Baik itu keraguan dalam kemampuan, pilihan profesi ini, keadaan hidup yang akan datang, dan masih banyak lagi keraguan yang menghantuiku pada saat itu. Tetapi hal terpenting saat itu saya tetap melangkah maju dan tidak takut gagal. Yang paling saya pikirkan saat itu adalah mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, jika menemui kegagalan bangkit dan bangkit lagi. Jika pengunjung sudah membaca semua isi blog ini, pasti tahu apa yang saya rasakan dan bagaimana perjuangan saya selepas lulus kuliah sampai sekarang setelah menjadi seorang guru. Dan sampai saat ini pun saya masih tetap berjuang untuk menjadi guru yang baik.

Kunci adanya kemauan untuk bangkit lagi setelah mengalami kegagalan dan seolah-olah tidak takut dengan kegagalan selama ini adalah adanya orang-orang yang begitu luar biasa di sekeliling saya. Baik itu keluarga (baca: orang tua, kakak, adik, pak lik, bu lik), teman-teman OMK, dan teman-teman seangkatan kuliah - yang ternyata lewat sharing-sharing atau update status mereka di jejaring sosial tentang perasaan yang dialami selama mencari kerja ataupun selama berjuang dalam pekerjaan selama ini cukup untuk membangkitkan semangat ini jika lagi gundah. Terima kasih semuanya,:D. Tanpa kalian sadari, "kalianlah yang selama ini selalu menuntun hati ini untuk terus menyalakan kembali api semangat dalam diri saat api semangat ini padam."

Kunci selanjutnya dan menurut saya yang paling utama adalah karena kebesaran Tuhan. Selama ini saat sedang banyak masalah khususnya setelah lulus kuliah, saya sering pergi ke kapel adorasi. Bahkan sejak saya bersibuk-ria menyusun skripsi kemudian lulus kuliah kemudian mencari kerja, saya begitu sering datang ke kapel adorasi di tempatku. Sebuah keberuntungan di tempatku dekat rumah, ada kapel adorasi jadi saya tidak perlu pergi ke Sendang Jatiningsih untuk menenangkan diri dan hening berbicara dengan Tuhan. Terima kasih Romo Supranowo, Pr dan Romo Patrick yang selama ini begitu semangat untuk membangun dan mengajarkan pada kami umat paroki Klepu tentang apa itu doa adorasi dan kapel adorasi. 

Masih ingat dulu sewaktu kuliah pernah mendengar cerita seorang teman yang rajin mampir ke Sendang Jatiningsih untuk berdoa. Dia selalu singgah ke Sendang Jatiningsih sewaktu mau berangkat ataupun pulang kuliah, kebetulan rumahnya di daerah Kulonprogo yang melewati Sendang Jatiningsih jika mau pergi ke kampus ataupun pulang ke rumah. Dari cerita tersebut entah kenapa saya ingin meniru kegiatan positif teman saya itu. Dimulai di kampus, saat jam 12 siang biasanya ada Misa harian, jika tidak ada kuliah ataupun lagi ada jam kosong saya sempatkan pergi ke kampus ministri untuk ikut misa harian. Kemudian ikut-ikutan menyempatkan mampir ke Sendang Jatiningsih saat pulang kuliah. Hehe... mengingat masa lalu, yang begitu menyenangkan. Ya, intinya saat saya banyak mengalami masalah atau sedang mengalami peristiwa/ cobaan berat saya akan berusaha untuk menikmatinya dan berserah pada Tuhan, "tetap percaya badai ini akan segera reda, jadi nikmati saja."

Semangat!!! GBU...

Jumat, 08 Januari 2016

Hidup Akan Terus Berjalan (2)

Selamat Natal 2015 bagi yang merayakannya dan Selamat Tahun baru 2016 serta selamat menjalani tahun baru ini...

Meski sudah terlambat saya mengucapkannya tetapi akan lebih baik tetap diucapkan meskipun terlambat daripada tidak sama sekali.
Kali ini saya mau sedikit berbagi tentang kegiatan di akhir tahun 2015. Banyak hal yang sudah terjadi di akhir tahun 2015 kemarin. Salah satu kegiatan atau peristiwa yang berkesan yang saya alami di akhir tahun 2015 adalah pernikahannya kakakku. Akhirnya masa lajang kakakku pun berakhir di akhir tahun 2015 kemarin dan kami sekeluargapun ikut senang dan berbahagia. Selamat menempuh hidup baru mbak Nuri, semoga berbahagia dengan keluarga barumu dan semoga tambah dewasa serta menjadi orang tua yang selalu mengasihi anak-anakmu nanti.

Sudah cukup lama juga keluargaku berharap kakakku segera melepas masa lajangnya hehehe... meskipun sebenarnya saya tidak berpikiran seperti itu... bagiku kalau kakakku cepat nikah ya syukur kalaupun belum ya tetap harus bersyukur. Tetapi kini semuanya telah terkabul dan hal itu semua menurut saya tidak terlepas dari doa kakakku sendiri, Bapak Ibuku, adikku, saya sendiri, ataupun dari orang-orang yang sempat berdoa untuk kakakku. Sekali lagi selamat yo mbak.... :D dan terimakasih banyak Tuhan Yesus... :D

Saya pernah membaca sebuah renungan di sebuah buku Pelangi Kehidupan 1 - Antara Cinta dan Kegilaan judulnya, "Enam Kali Aku Mengis untuk Adikku." Ceritanya mengharukan sekali. Inti ceritanya adalah pengorbanan seorang adik kepada kakaknya. Dia rela berkorban demi kakaknya bahkan rela tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi karena mengalah untuk kakaknya. Semua pengorbanan adiknya itu sebenarnya adalah bentuk balasan atau ucapan terimakasih kepada kakaknya karena dulu waktu masih kecil si adik ini pernah ditolong oleh kakaknya. Jadi, karena ingin membalas kakaknya adik ini rela berkorban dalam berbagai hal untuk kakak tercintanya. 

Melaui cerita yang saya baca itu kemudian ada suatu keinginan yang muncul dalam diri ini untuk berkorban demi kakakku. Dan... akhirnya kemarin saya bisa ikut membantu (berkorban hal kecil) mempersiapkan ataupun terciptanya pesta pernikahan kakakku... yeah... meskipun belum seberapa jika dibandingkan dengan kedua orang tuaku, tetapi saya tetap bersykur bisa terlibat dalam berlansungnya pesta pernikahan kakakku. 

Kini kehidupan baru sudah dijalani kakakku, begitu juga dengan keluargaku yang tersisa (Bapak, Ibu, Adik, dan saya sendiri). Pertama terasa aneh dan ada sesuatu yang berbeda di rumah Bapakku, karena yang biasanya keluarga ini terdiri dari 5 orang kini tinggal 4 orang... hehe .... tetapi inilah kehidupan yang sebenarnya, hidup akan terus berjalan... dari muda akan menjadi tua... dan yang tua juga akan tambah tua. Jika ada seseorang yang belum percaya dan belum paham tentang hidup yang sebentar ini, mungkin suatu saat akan benar-benar percaya pas dirinya sudah menjadi tua renta atau pas dirinya berada dipenghujung ajal...hehe... sedikit serius ini hehehe..... tapi tetap hanya bercanda kok... tapi ya tetap serius karena begitulah kenyataannya.... hahaha... hidup memang hanya sebentar.

Dan kini satu persatu teman-teman muda di kampungku termasuk kakakku sendiri sudah melepas masa lajangnya, suasana sudah berubah tidak akan seperti dulu lagi....hehe teman-teman angkatanku satu persatu sudah membangun keluarga...hehe tinggal saya....hik...hik...
haha.... ya enggaklah itukan teman-temanku yang cewek, wajarlah kalau cewek, ini sudah waktunya untuk melepas masa lajangnya. Semoga saya segera menyusul tapi pertama harus menemukan siapa dulu yang mau mendampingi sisa hidupku ini...hehe.... Jadi ingat waktu akhir kuliah dulu sering bercanda dengan sahabatku, "Tuhan sisakan perawan untukku."
hehe tapi saya tetap tidak mau cepat-cepat nikah kok haha...masih ingin bebas dulu dan yang pastinya masih ingin fokus dalam pekerjaan dulu... setelah benar-benar siap nanti pasti akan segera saya lepas masa lajang ini.... bantu saya Tuhan....karena, tanpamu tetap semua tak akan pernah terwujud.

Sekian dan sekali lagi selamat menjalani tahun yang baru ini.... tetap semangat.... GBU

Senin, 22 Juni 2015

Sejenak Menyegarkan Diri & Jiwa dengan Sebuah Musik

Ada sesuatu keputusan yang harus aku buat. Meski keputusan itu berat, tapi aku tetap harus tegas untuk memutuskannya. Harus!.

Di tengah kegundahan sebuah masalah yang sedang ku alami, tapi aku memang harus menentukan sikap dan memilihnya. Mari menyegarkan diri dan jiwa dengan mendengarkan sebuah lagu.
Lagunya Cold play... A Sky Full of Stars
Mungkin dengan mendengarkan lagu ini akan sedikit membuatku nyaman untuk mengambil keputusan. hehehe....

Nikmatilah...


Lagunya asyik toh...
Dulu banget tepatnya awal tahun 2000'an aku menyukai Band ini tapi entah seiring berjalannya waktu aku mulai tidak mengikuti album-album mereka. Dan entah apa sebabnya kini aku mulai kembali menyukai mereka lagi.
Sejenak menikmati lagu untuk menyegarkan jiwa dalam diri ini.
GBU.

Senin, 15 Juni 2015

Nonton Konser Sheila on 7 Waktu itu

Kali ini aku mau berbagi tentang hobiku yang lain. Sebuah hobi yang berkaitan dengan musik. Yak... gini-gini aku juga penggemar musik dan salah satu band favoritku dari sejak zaman SD adalah Sheila on 7. Seperti saat mau memilih klub sepak bola mana yang akan aku pilih untuk dijadikan penggemarku selamanya...hehe... Waktu mau memilih band favorit pun sebelumnya aku menimang-nimang dan memilih band-band apa saja hingga akhirnya aku pun menjatuhkan pilihanku pada sebuah band Sheila on 7.

Setelah menjatukan hatiku pada Sheila on 7, langsung saja aku mengikuti (lumayanlah) perjalanan musik si Sheila on 7. Dari album ke-1, 2, 3, 4, album very best, 5, 6, dan album ke-6, sudah aku miliki... yeah... Tapi sayang untuk album legendaris - album pertamanya - hilang. Kejadiannya saat kaset album pertama itu tertinggal di laci bangku SMA. Waktu itu ada temanku yang pinjam dan sudah dikembalikan tapi ternyata aku lupa membawa pulang kaset legendaris itu dan saat keesokan harinya aku cari e... ternyata sudah hilang entah kemana. hik...hik... Untuk album ke-7 dan album terbaru ke-8 belum aku miliki hingga saat ini.... entah mengapa semenjak munculnya mp3 aku jadi sedikit ikut malas untuk membeli kaset. Tapi masih ada keinginan untuk mencari lagi album-album Sheila on 7 yang belum pernah ku miliki itu. Semoga aku semangat untuk mencarinya. hehe...

Meskipun aku pengemar band Sheila on 7 dan sudah memilik lumayan album-album mereka tetapi ternyata aku bukanlah orang yang gaul...haha... alias kurang gaul atau mungkin masih kurang berani untuk main. Hal itu terbukti aku belum pernah nonton konser Sheila on 7...haha... Sebenarnya pengen banget nonton konsernya Sheila on 7 tapi karena gak ada teman dan kurang gaul tadi akhirnya sampai aku lulus kuliah belum pernah sekalipun aku nonton itu konser. Menyedihkan banget...

Tapi akhirnya di bulan April 2015 di Gor UNY aku bersama teman-teman kampung bisa nonton konser band favoritku itu. Yeah... kesampaian juga akhirnya. Dan kemarin Mei 2015 ini juga ada lagi konsernya Sheila on 7, pengen nonton lagi tapi akhirnya gagal. Huft... semoga besok kalau ada konsernya lagi, khususnya di Jogja (yang dekat) aku bisa nonton bareng teman-teman atau mungkin bareng sama pacar yang sekarang entah kemana belum juga nongol dan belum juga ku temukan. Mungkin dia sedang menungguku di masa depan...hahaha... semoga aku menemukannya dan tidak keduluan yang lain haha.... Bantu aku Tuhan...hehehe...

Pas nonton konser Sheila on 7 bulan April kemarin, seru banget... pokok.e manteb.. gur siji sik kurang - jam 23.00 konser.e wis rampung. Jadi kurang puas... Yang paling mengesankan pas konser adalah saat nyanyi bareng sama penonton lain setiap kali Sheila on 7 nyanyi...pokok.e seru. Berasa seperti saat insadha (ospek) di kampus USD Jogja waktu itu...hehe... semua pada nyanyi dan loncat-loncat... dan ada lagi yang menakjubkan saat Sheila on 7 membawakan lagu Pemuja Rahasia, semua penonton disuruh sama sang vokalis - Pak Duta - untuk memegang HP (dihidupkan) masing-masing dan diangkat tinggi kemudian diayunkan ke kanan - kiri. Pemadangannya pas lagu itu sungguh dasyat.

Ini sebagian video pas konser di Gor UNY bulan April kemarin...


Mungkin tampak biasa di video ini tapi feel-nya pas nonton konsernya langsung benar-benar menakjubkan... 

Dan salah satu lagu lama dan favoritku akhirnya juga dibawakan - yang ku tahu sangat jarang dibawakan waktu konser - judulnya PEDE. Lagu yang isinya menceritakan "aku ini seperti ini apa adanya tapi aku itu menyukaimu." Hehehe... itu kalalu aku yang mengartikanya. Hahaha.... sedikit bercanda dan hanya guyonan kok. Ini Video klipnya...


Yah... itulah sedikit berbagi cerita dariku saat nonton konser musik. Mungkin kata-kata di atas sedikit atau banyak yang berlebihan tapi intinya nonton konser kemarin adalah untuk menghibur diri saja, dari segala rutinitas yang terjadi. Yang paling penting akhirnya aku bisa nonton konsernya band favorit, semoga besuk entah kapan bisa nonton kembali.
Sekian - Selamat Subuh.
GBU :D

Jumat, 12 Juni 2015

Sekedar Berbagi Tulisan

Selamat menikmati bulan Juni 2015...
Kali ini saya ingin membagikan sebuah tulisan yang menarik. Sebuah tulisan dari seorang Guru yang pernah dimuat di sebuah buku "Kapur & Papan 3 - Kisah Guru-guru Pembelajar." Bagi yang tertarik mau memiliki buku tersebut silahkan cek di toko-toko buku terdekat atau juga bisa membeli lewat online, silahkan hubungi dan inbox lewat FB: Lomba Nulis atau email: linkprint11@gmail.com.

Entah kenapa setiap kali selesai membaca sebuah buku yang menginspirasi dan menguatkan selalu saja hati ini ingin membagikan kepada orang lain.

Tulisan ini sengaja saya tulis ulang sesuai aslinya, selamat membaca & menikmati...


PETARUNG YANG TANGGUH
(Yulfitri Retno Ambarsari. Kapur & Papan 3. Yogyakarta: Penerbit Lingkarantarnusa, hlm. 43-46)

"Terkadang ada orang yang bertanya pada saya, untuk apa sekolah sampai S3, sedangkan anak-anak saya juga sedang banyak membutuhkan biaya?" ujar Ibu Sri mengawali kisahnya. "Kalau dipikir-pikir, biaya yang harus dikeluarkan setiap semesternya banyak sekali. Tapi saya terlanjur kena sindrom yang ditularkan dari murid saya, sindrom berupa perasaan yang tidak pernah takut kekkurangan karena pasti akan selalu ada jalan," jelasnya lagi. Pelajaran luar biasa yang beliau ambil dari salah satu siswanya. Dan dari sinilah kisah itu bermula.

      Seorang Ibu dengan empat orang anak, kedua anaknya duduk di bangku perguruan tinggi, sedangkan satu anaknya duduk di bangku sekolah menengah, dan yang paling bungsu masih Sekolah Dasar, sudah pasti membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit. Apalagi beliau, saat ini juga tengah melanjutkan studi jenjang pendidikan S3, program doctoral di Universitas Negeri Yogyakarta. Beliau adalah seorang guru yang cerdas, hal itu dibuktikan dengan keberhasilan beliau menjuarai beberapa kompetisi, entah atas nama pribadi maupun institusi karena menemani dan mendampingi siswa. Kecintaannya pada ilmu membuat beliau menjelma dari guru biasa menjadi guru luar biasa. Mungkin bagi sebagian guru, kuliah jenjang S2 saja sudah cukup tapi beliau masih semangat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu S3.

      "Aku tidak ambisi jadi apa-apa, kok. Aku hanya ingin menambah ilmu untuk murid-muridku," ucap beliau sambil tertawa riang. Dalam arti, beliau tidak mengincar jabatan gelar doktor yang kelak akan disandangnya setelah lulus nanti. Semua itu tentu tidak terjadi begitu saja, perkenalannya dengan seorang murid yang luar biasa, mampu menginspirasi dan menyentuh hati beliau sampai saat ini.

      Adalah seorang siswa di sekolah kami yang berhasil mencuri perhatian teman guru kami tersebut. Hasta namanya. Kesehariannya sangat sederhana. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Rumahnya di Imogiri yang berjarak kurang lebih 20 kilometer dari sekolah. Jarak sepanjang itu ditaklukkannya dengan bersepeda. Setiap hari datang ke sekolah selalu tepat waktu. Jika didramatisir, peluh yang membasahi wajahnya sulit dibedakan dengan air yang dipakai untuk membasuh muka. Orang yang tidak tahu tentangnya pasti mengira Hasta habis cuci muka. Padahal wajahnya kuyup oleh keringat, mungkin beda di aromannya saja... hehe...

      Kesulitan ekonomi tak pernah membuat Hasta menjadi pribadi yang rendah hati. Hasta tetap supel dan ceria seperti remaja pada umumnya. Bahkan bisa dibilang tidak pernah sekalipun ia mengeluh. Semua kepahitan dijalani dengan santai seolah tanpa beban. Ayahnya seorang penarik becak sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh bangunan. Adiknya dua orang dan semuanya bersekolalh juga. Tidak membawa uang saku, itu adalah hal yang biasa. Terlambat membayar biaya sekolah, bukanlah hal yang aneh juga. Hidupnya serba kekurangan materi. Beruntunglah dia mempunyai kecerdasan di atas rata-rata, sehingga Hasta sering mendapat beasiswa untuk meringankan beban orang tuanya.

      Pekerjaan orang tuannya tidak pernah membuatnya malu, bahkan Hasta tidak segan memperkenalkan orang tuannya pada guru-guru di sekolah. Seperti ketika dia menjabat sebagai ketua kegiatan keagamaan di sekolah, dia mengajak ayahnya ke sekolah untuk membantu mengangkut tikar-tikar yang ada di musala sekolah untuk dicuci. Tikar-tikar tersebut diangkut menggunakan becak ayahnya, sementara Hasta mengiringi di belakang dengan sepedanya. Tak ada yang menyuruh, semua inisiatif dari Hasta sendiri.

      Jika dipikir-pikir, kadang tak habis dimengerti, jarak rumah sangat jauh, datang ke sekolah tidak pernah terlambat, padahal hanya menggunakan sepeda. Di sekolah pun masih mau terlibat dengan kegiatan yang luar biasa. Ada lagi kebiasaannya yang sungguh membuat aku tercengang yaitu ketika mendengar cerita ini. Hasta terbiasa puasa nabi Daud, sehari berpuasa, sehari berbuka. Sungguh suatu hal yang tak mudah dilakukan bagi anak seusianya. Namun, semuanya itu dijalani dengan tenang tanpa keluhan. Di sekolah, ia masih bisa tertawa tanpa beban sedikit pun. Kehidupan yang keras telah menempannya dengan baik, memberikan pelajaran yang tak ia dapatkan dari bangku sssekolah manapun. Benar-benar anak yang teruji, serta mampu memberi pengaruh positif bagi teman-teman dan lingkungan di sekitarnya. Sesuatu yang ia tampilkan itulah yang mampu menjadi teladan istimewa.

      Ketika Hasta duduk di kelas akhir bangku SMA, itulah awal kedekatannya dengan wali kelas yang menceritakan semua kisah ini padaku. Lebih dari dua tahun, Hasta menjalani rutinitas yang sama. Tetap bersepeda 40 kilometer setiap hari. Tak dimungkiri, dia pasti merasa kelelahan tapi semangat yang luar biasa mampu menutupi semua itu. Istimewannya adalah prestasi belajarnya yang tidak menurun. Sebagai wali kelas yang sangat perhatian dan kagum terhadap muridnya. Bu Sri memberikan tawaran kepada Hasta untuk tinggal di rumahnya selama beberapa bulan sampai tiba waktu ujian akhir SMA. Dengan pertimbangan agar dapat lebih fokus belajar, tidak kelelahan, dan menjaga dari hal-hal yang tidak diingkan di perjalanan. Singkat kata, Hasta bersedia tinggal di rumah Bu Sri. Selama tinggal di sana, Hasta tidak berpangku tangan saja. Setiap hari, ia membersihkan musala yang jika malam dijadikannya sebagai tempat untuk melepas penat dan belajar. Kegiatan di rumah pun ia kerjakan tanpa mengenal lelah dan selalu gembira. Hasta memang sungguh anak yang luar biasa.

      Terusik oleh apa yang diperlihatkan Hasta sehari-hari itulah yang membuat Ibu Sri bertanya bagaimana sebenarnya dia menghadap dan menjalani hidup ini. Jawabannya sangat luar biasa.

      "Kalau dipikir-pikir, dari kecil saya sudah hidup kekurangan, buat hidup saja susah apalagi buat sekolah, tapi selalu ada jalan yang tak pernah saya duga. Nyatanya hingga saat ini saya masih tetap hidup dan tetap bisa sekolah. Jadi, buat apa saya takut menghadapi sesuatu hal yang belum tentu terjadi. Saya selalu yakin dan percaya dengan pertolongan Tuhan," begitu penjelasan Hasta.

      Ketika jawaban itu menjadi bahan renungan Ibu Sri, beliau menemukan pemaknaan yang sangat dalam bahwa kita tidak pernah terlahir sia-sia. Untuk apa takut menghadapi sesuatu yang belum pasti. Jalani saja karena pertolongan Tuhan itu sesungguhnya sangat dekat."

Bagus bukan ceritannya... semoga tulisan ini menguatkan bagi semua pembaca. Mari lebih semangat menjalani hidup ini, apa pun mimpi kalian, kejarlah dengan sepenuh hati. 
GBU ... :D