Tampilkan postingan dengan label Berbagi Pengalaman Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbagi Pengalaman Pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2019

Mulai dari Awal

Heiii Juli 2019!! Aku sudah menyapamu hehehe... Juli tahun ini. Saat menulis tulisan ini aku berposisi di Ibu Kota tercinta. Sebuah kota yang tak pernah kubayangkan akan menarikku ke sini. Di tulisan sebelumnya pernah aku ceritakan mengapa aku akhirnya pindah kerja. Pindah kerja ternyata tidaklah semudah yang dipikirkan. Ada beberapa hal yang perlu ku pertimbangkan dan sangat berat untuk melepas tempat kerja lama maupun kotanya. Karena, sejak kecil aku sudah berada di kota tersebut. Jogja, kau tetap akan selalu istimewa. 

Kota baru ini sangatlah berbeda dengan kota kecilku. Suasanannya, orangnya, budayanya, udaranya (baca: polusinya), dan semuanya sungguh berbeda. Di awal ini aku pun masih takut dan ragu. Terkadang muncul pertanyaan dalam diri, "Apakah keputusanku ini tepat? atau Apakah keputusannku ini akan menyesatkanku?" Sungguh aku khawatir. Tetapi menurutku suatu keputusan itu tidak akan pernah ada yang tepat ataupun tidak. Semuanya tergantung diri kita sendiri yang bisa mengubahnya. Jika sudah memilih ok lakukan, urusan akhirnya nanti bagaimana serahkan pada Tuhan. Jadi, aku harus maju dan menyingkirkan keraguan dalam diri ini. Berkat doa-doa dan dukungan dari orang tua, teman-teman guru, saudara, sahabat, teman seperjuangan kuliahlah yang terus menyalakan api semangat dan memadamkan keraguan dalam diri ini. Terimakasih Tuhan, Engkau sudah mengirimkan malaikat-malaikat kecil yang mendampingiku.
(https://pendoasion.wordpress.com/2014/04/21/puisi-kasih-tuhan-3/)
Besok Senin, 8 Juli 2019. Aku resmi masuk pertama kali di tempat kerja baruku. Yak, aku akan mulai dari awal lagi hehehe... tetapi tidak masalah. Aku percaya semua ini bukanlah sebuah kebetulan. Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa. Tunggu aku ya tempat kerja baruku. Aku besok akan datang hehehe. -Tidak sendiri- karena aku bersama Tuhan, Dia mendampingiku, Dia menyertaiku, Dia menuntunku, Dia berada di sisi menggenggam tanganku. Jadi, sambutlah aku ya hehehe. :D :D...
Hai pengalaman baru, aku datang!!! hehehe...
Oiya, sebelumnya di kelas aku memang tidak pernah pamit secara terbuka kepada murid-muridku. Tetapi yang jelas, aku pernah bilang kepada mereka, "Kalau aku masih punya cita-cita yang akan ku kejar. Aku yang sudah menjadi guru ini, sudah bekerja ini, dan sudah seusia ini saja masih punya cita-cita. Lalu, apa cita-cita kalian!, jangan sampai kalah denganku ya!, Ayo kejar cita-cita kalian nak!." Tuhan menyertai kalian semua nak!!!
Berkah Dalem
:D

Selasa, 10 Juli 2018

Tiga Tahun

(Gambar: http://lensa.fotokita.net/2013/04/kenali-burung-anda-tips-memotret-burung/)

Tiga tahun sudah saya bekerja di suatu sekolah SMP Yayasan Katolik di Yogyakarta. Apa yang sudah saya dapat? Apa yang telah saya lakukan? dan Apa yang sudah terjadi selama di sini?. Tiga pertanyaan awal yang mencoba saya telusuri dan kudu dijawab. Mengapa perlu dijawab?, karena, jika ingin maju terhadap sesuatu hal, kita harus berrefleksi tentang perjalanan yang sudah kita tempuh. Kemudian hasil refleksi tadi bisa kita gunakan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah kita buat.

Apa yang sudah saya dapat?
Tentunya banyak, baik itu pengalaman yang manis ataupun pahit. Dari pengalaman pertama menjadi wali kelas dadakkan karena menggantikan teman guru yang cuti melahirkan, menjadi pembina upacara bendera, menjadi wali kelas resmi, menjabat jadi petugas sarpras sekolah, dan masih banyak lagi. Tentunya setiap pengalaman atau peristiwa mempunyai kesan-kesannya sendiri.

Apa yang telah saya lakukan?
Mmm... kalau ditanya pertanyaan ini saya kebingungan mau jawab apa, hehe. Tapi yang jelas dari pengalaman-pengalaman yang diceritakan di atas, pasti saya juga sudah melakukan sesuatu, minimal sesuatu hal atau usaha supaya setiap perkerjaan yang sudah diamanatkan bisa dikerjakan dengan baik. Terkadang mungkin banyak yang belum sempurna tapi setidaknya tidak terlalu mengecewakan. Itu menurut kacamata saya…hehe. Seperti misalnya: membelikan komputer untuk laboratorium sekolah dengan harga murah tapi berkualitas. Hal ini saya lakukan supaya sekolah tidak mengeluarkan banyak uang, tetapi sudah mendapatkan barang yang kualitasnya bagus. Ataupun membeli barang-barang sarpras dengan uang pribadi tanpa meminta uang ganti. Tentunya ini barang-barang yang kecil (baca: tidak terlalu mahal) saja misalnya: paku, lampu, sekrup, atau yang lainnya. Tapi pernah juga saya beli barang yang lumayan mahal dan tidak pernah meminta uang ganti…hahaha… tidak usah diceritakan di sini biarlah itu saya simpan saja hehe. Yang jelas kadang memang saya tidak terlalu memikirkan tentang “rugi” jika tidak meminta uang ganti. Bagi saya yang penting adalah untuk sekolah, itu saja. Saya ini orangnya tidak terlalu suka prinsip menang-menang atau untung-untung. Menurut saya prinsip hidup tersebut tidak selamanya pas (baca: cocok) untuk hidup ini. Kalau mau menolong seseorang ya kita harus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun, termasuk mengharapkan nanti kamu juga harus menolong saya. Karena, menurut saya menolong seseorang ya kita harus siap rugi. Biarlah nanti Tuhan yang menambal kerugian kita.

Apa yang sudah terjadi selama di sini?
Tentunya juga sudah banyak, karena pengalaman-pengalaman yang sudah saya alami di sekolah ini juga banyak. Lagi-lagi ada yang manis dan pahit hehe... Memang hidup ini tidak akan pernah berjalan mulus terus, pasti akan ada batu-batu kecil yang mengganggu jalan kita. Yang masih hangat terjadi dalam hidup saya selama bekerja di sini adalah gagal ujian tes pegawai tetap. Memang ada penyesalan ataupun malu karena, gagal lulus ujian awal, tapi kembali lagi hidup memang tidak akan pernah mulus terus. Jadi, tidak masalah dan saya tidak mau terlalu menyesalinya. Pasti akan ada pelangi sehabis hujan, pasti sinar mentari akan tetap bersinar meski sekarang tampak mendung dan gelap.

Kurang lebih itulah jawaban dari tiga pertanyaan di atas, yang dapat saya jawab. Meskipun mungkin jawabannya kurang dalam (baca: lengkap) tapi saya rasa sudah mengarah ke inti jawaban jadi, semoga pembaca bisa memahaminya. Di akhir tulisan ini saya juga ingin mengungkapkan sesuatu hal…
Saya sangat bersyukur pada akhirnya bisa melalui pekerjaan di tempat ini selama tiga tahun. Terimakasih yang tak terkira saya haturkan kepadaMu Tuhan untuk tiga tahun ini. Bagi saya tiga tahun bukan waktu yang singkat. Di awal bekerja dulu masih dianggap muda dan sekarang mungkin sudah tidak dianggap muda lagi. Di awal dulu masih dimaklumi kalau sering membuat kesalahan tapi mungkin ke depan tidak akan terlalu dimanja seperti dulu. Makin ke sini otomatis tanggung jawab yang diberikan juga akan semakin besar. Hehehe… kadang ada rasa ingin muda terus, tapi itu tidak mungkin karena kehidupan akan terus berjalan. Tidak akan ada yang abadi di dunia ini. Layaknya daun juga pernah muda, berawal dari daun muda yang bersemi masih berwarna hijau muda bening, pada suatu saat juga akan bertambah tua dengan warna yang mulai jadi hijau gelap, selanjutnya akan berubah warna jadi kuning dan pada suatu waktu akan lepas atau jatuh dari pohonnya. Itulah kehidupan. Ada juga pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepala ini, “Adakah mimpi yang masih belum tercapai selama bekerja di sini?”, Jelas ada. Ada beberapa impian yang belum terwujud dan ada juga mimpi untuk bekerja di tempat lain. Hehehe… saya tidak akan berbohong pada diri saya sendiri. Selagi saya masih belum terlalu tua ada keinginan untuk bekerja di tempat yang lebih baik. Akhirnya tahun ajaran baru akan segera mulai lagi, pengalaman selama tiga tahun ini akan menjadi kenangan yang selalu mengingatkanku bahwa saya tidak muda lagi dan masih ada impian yang belum tercapai di tempat ini ataupun selama saya menjadi seorang guru. Jadi, saya mau berusaha untuk bekerja lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Menjadi tua itu pasti jadi jangan takut, jangan pikirkan hari esok tapi nikmatilah hari ini. Bukankah burung-burung kecil itu begitu bahagia terbang ke sana kemari menikmati hari ini dan tidak memikirkan hari esok. Tuhan pernah berucap bahwa Dia sangat mencintai burung-burung kecil itu, apalagi kita manusia.
Sekian cerita saya. Mari kumpulkan semangat lagi untuk menjalani musim yang baru.
Berkah Dalem.

Kamis, 30 November 2017

Kegiatan di Hari Guru - 25 November 2017

Hai...
Sudah akhir November, sebentar lagi Desember. Siap-siap merayakan Natal ya, bagi yang merayakannya.
Saya nongol lagi ni.
Kali ini saya mau berbagi cerita kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman guru, dihari guru tepatnya hari Sabtu, 25 November 2017 yang lalu.
Sudah tiga tahun saya menjadi guru, dimulai sejak tahun ajaran baru 2014/2015 sampai sekarang. Berarti kemarin tanggal 25 November 2017 adalah perayaan hari guru yang keempat bagi saya. Tapi, entah kenapa perayaan hari guru yang terakhir kemarin begitu berbeda dari sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya saya merasa biasa saja saat perayaan hari guru. Tapi tahun ini seperti ada sesuatu yang lain. Mungkin tiga tahun yang lalu saya masih terlalu muda (muda..?, tenanne?) untuk mengerti dan memahami sosok guru yang ku jalani ini. 

Tahun ini memasuki tahun ketiga saya mengajar di SMP. Kegiatan rutin guru-guru di SMP setiap hari guru, bukan ikut senam seperti kebanyakan guru-guru di sekolah lain di kabupaten ini. Tapi kami mengunjungi/ sowan/ silaturahmi ke guru-guru yang sudah pensiun. Di sana kami sengaja berkenalan, menengok kondisi kesehatan, dan yang paling penting meminta nasihat-nasihat untuk menjalani pekerjaan ini sampai seperti mereka, yaitu sampai pensiun. Meminta nasihat supaya bisa terus semangat menjalani pekerjaan ini sampai batas usia yang sudah ditetapkan. Intinya itu saja. 

Pada kegiatan yang singkat tersebut saya mendapatkan pelajaran dan nasihat yang sangat penting dan pasti akan saya coba jalankan meski diri ini rapuh. Guru pensiun tersebut masih sehat, suami istri yang menjalani sisa hidup berdua dengan ceria, dan bahagia kelihatannya. Dan saya merasa bukan hanya tampilannya saja, tapi hati mereka tetap bahagia (semoga saya bisa seperti kaliyan ya...hehe). Apalagi ketika melihat kami datang ke rumah mereka, jelas terpancar bahagia di raut wajah dan sinar matanya. Seperti mau menjelaskan pada kami, "Siapakah kami ini sampai kalian datang berkunjung." Saat ditanya, "Pesan-pesan dan nasihat apa yang bisa Bapak dan Ibu berikan pada kami?" Awalnya mereka seperti bingung mau memberi pesan apa, berpikir sejenak kemudian memberi petuah pada kami. Bergetar hatiku saat melihat sedikit kebingungan mereka. Bergetar karena, saya yakin mereka juga seorang guru yang rapuh tapi berhati lembut. Apalagi setelah muncul nasihat-nasihat dari bibir mereka, bukan hanya getar hati lagi yang kurasakan tapi bendungan kelopak mata yang mesti kujaga kuat (baca: mencoba tegar) agar air mata ini tak tumpah meleleh ke pipi...hehehe. Rapuh tetapi dipanggil, kemudian menerima penggilan itu dan menjalani dengan sepenuh hati. Itulah gambaran yang kupetik dari guru pensiunan tersebut.

Dua nasihat singkat dan penting dari mereka. 
Pertama, "Jadi guru tidak perlu neko-neko (baca: aneh-aneh) yang paling penting adalah tindakan. Sedikit bicara tapi banyak berbuat. Karena, contoh atau teladan lebih berguna dan mengena bagi para siswa."
Kedua, "Bimbinglah mereka (baca: anak-anak) dengan sepenuh hati seperti layaknya anakmu. Tetep sabar dalam membimbing dan jangan lupa berdoa, serahkan segalanya kepada Tuhan. Biarlah semuanya Tuhan yang mengatur dan membantu. Kita tetap berusaha sebaik mungkin."

Kedua pesan itu begitu membekas sampai sekarang dan yang paling penting bisa menjalaninya. Tuhan dampingi saya untuk menjalaninya dengan sabar, tabah, dan selalu denganMu. Satu hal lain lagi yang membuat hatiku bergetar adalah saat menjadi wali kelas, dikirimi ucapan selamat hari guru dari para siswa dan orang tua siswa. Begitu menguatkan, "Terimakasih ya untuk semuanya, tanpa perlu saya sebutkan satu-satu. Semuanya begitu menyejukkanku dan semoga terus memotivasiku untuk terus menjalani pekerjaan ini."
Setelah selesai kunjungan itu, diperjalanan pulang sambil berdendang lagu Hymne Guru, dan berucap dihati, "Seperti ini toh rasanya jadi guru." Hehehe....
Ok sekian dulu ya.
Semoga tulisan ini menjadi berkat bagi semua.
BD.

Senin, 20 Juni 2016

Berbagi Foto-foto Hasil Jepretan Kamera Lubang Jarum

Bulan Mei kemarin saya pernah cerita tentang percobaan kamera lubang jarum, dan foto-foto hasil jepretan kamera lubang jarum akan saya bagi di blog ini. Yap... kali ini saya akan menepati janji tersebut.

Foto-foto ini diambil oleh para siswa kelas VIII di sekolah swasta tempat saya mengajar, di daerah Kalasan, Sleman. Oya saya hampir lupa berterimakasih kepada komunitas KLJ Jogja. Terimakasih banyak KLJ Jogja, yang sudah banyak membantu, khususnya membantu dalam mengajar saya untuk menjelaskan, Apa itu kamera lubang jarum, Bagaimana cara memotret dengan kamera lubang jarum, Bagaimana cara mencuci foto hasil jepretan kamera lubang jarum, dan masih banyak lagi bantuan dari KLJ Jogja. Karena merekalah percobaan kamera lubang jarum di sekolah saya berhasil.`Semula ada beberapa siswa yang meragukan apakah bisa memotret menggunakan sebuah kaleng yang diberi lubang kecil, sekecil jarum. Dan berkat bantuan dari KLJ Jogja tersebut akhirnya siswa di sekolah saya banyak yang semakin percaya dan bersemangat. Yeah.... 

Foto-foto hasil jepretan menggunakan kamera lubang jarum harus dijadikan positif... supaya terlihat lebih jelas, sebelumnya hasil jepretan dengan kamera lubang jarum adalah foto negatif. Foto negatif tersebut belum jelas dan bisa dijadikan foto positif dengan cara discan kemudian diedit di photoshop. Saya akan menampilkan foto-foto negatif dan foto-foto positifnya supaya pengunjung bisa semakin jelas.

Ini adalah foto-foto negatif hasil jepretan siswa kelas VIII, di sekolah saya...

Foto - Negatif 1
Foto - Negatif 2
Foto - Negatif 3
Foto - Negatif 4
Foto - Negatif 5
Foto - Negatif 6
Foto - Negatif 7

Gimana... foto-fotonya... belum terlalu jelas ya... karena itu adalah foto negatif. Foto tersebut harus diubah ke positif supaya lebih jelas. Foto negatif sama dengan foto yang masih di klise (yang mau dicetak di studio foto).

Nah di bawah ini foto-foto positifnya...

Foto - Positif 1
Foto - Positif 2
Foto - Positif 3
Foto - Positif 4
Foto - Positif 5
Foto - Positif 6
Foto - Positif 7

Bagaimana sekarang sudah mendingan jelaskan. Memang tidak sejelas dan sebagus kamera HP, Digital, apalagi kamera DSLR. Tetapi proses cara membuat kamera lubang jarum, kemudian proses mengambil gambar, proses mencuci foto di kamar gelap, dan terakhir proses mengubah foto negatif menjadikan foto positif, rasanya lebih menyenangkan dan memuaskan jika dibandingkan dengan memotret menggunakan kamera HP, Digital, ataupun kamera DSLR. Coba deh kalau tidak  percaya... kalau belum dicoba kalian tidak akan pernah tahu. Kata orang-orang di komunitas KLJ Jogja, "Salam lima jari!", yang berarti kamera ini adalah kamera hasil karya sendiri. 

Selama percobaan kamera lubang jarum ini saya mengalami banyak kegagalan lho.. Sebelum mengajak para siswa mempraktekkan langsung dengan kamera lubang jarum, sebenarnya saya sudah pernah mencoba beberapa kali membuat kamera lubang jarum di rumah. Tetapi untuk di rumah saya sengaja membuat kamera lubang jarum dengan menggunakan roll film (klise), perbedaannya hasil akhir fotonya nanti akan berwarna. Kalau hasil foto percobaan dengan para siswa menggunakan kertas film khusus (namanya kertas merit), dan hasilnya adalah foto hitam putih. Hasilnya, percobaan pertama lumayan meski hanya beberapa foto yang berhasil tercetak...hehe.... dan tidak jelas. Percobaan pertama ini saya lakukan saat terjadi gerhana matahari bulan Maret kemarin. Percobaan kedua saya lakukan saat mendaki gunung Sumbing bersama teman-teman kampung. Saya sengaja membuat kamera lubang jarum dan akan mengabadikan keindahan gunung Sumbing dengan kamera lubang jarum. Tetapi sayang seribu sayang, hasilnya gagal total, tidak ada foto yang jelas....hehe. Hal itu bisa terjadi karena, foto-foto hasil jepretan kamera lubang jarum harus dibuka di kamar gelap, sedangkan kemarin untuk percobaan saya di rumah malah dibuka di kamar biasa... sehingga banyak foto yang terbakar...haha.

Untuk percobaan kamera lubang jarum menggunakan kertas film memang belum saya coba di rumah, tetapi saya akan mencobanya dalam waktu dekat ini. Rencana, besok kalau mendaki gunung lagi saya akan mempersiapkan dan membuat kembali kamera lubang jarum supaya keinginan mengabadikan keindahan mendaki gunung bisa saya abadikan menggunakan kamera buatan sendiri. hehe... tunggu saja...

Haha... sekian berbagi pengalaman saya tentang percobaan membuat kamera lubang jarum baik sendiri maupun bersama para siswa di sekolah. Khusus untuk di sekolah, kegiatan percobaan ini akan saya lakukan rutin setiap tahunnya, supaya para siswa benar-benar tahu bahwa fisika itu pelajaran yang menyenangkan, bukan hanya pelajaran yang dipenuhi oleh rumus-rumus dan angka-angka saja tetapi ada percobaan-percobaan yang seru, mengasyikkan, dan menyenangkan. Percayalah, saya hanya ingin kalian semua senang mengikuti pelajaran fisika ini, karena jika kalian bahagia maka saya pun akan bahagia.

Terimakasih Tuhan, untuk bantuannya dan untuk kiriman malaikat-malaikat kecil yang selalu membantuku.

Rabu, 18 Mei 2016

Melakukan Hal-hal yang "Gila" (Menurutku sih... hehe)

Bulan Mei tahun 2016...
Ternyata sudah berganti bulan...hehe tak terasa begitu cepatnya waktu berjalan, 
Hah... kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang hal-hal yang mungkin terlihat kecil bagi beberapa orang tapi ternyata itu adalah suatu kegilaan kecil yang pernah saya lakukan dan tentu saja yang masih saya ingat hehe...

Saat kuliah
Masa saat duduk di bangku kuliah adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Kuliah identik dengan kebebasan tetapi tetap tanggung jawab. Karena kebebasan itulah saya bisa bebas mengekspresikan diri saya. Banyak hal-hal gila yang pernah saya lakukan saat kuliah. Dari yang berambut gondrong meskipun mahasiswa calon guru. Biasanya sih kalau mahasiswa calon guru jarang yang gondrong. Mereka yang banyak gondrongnya itu biasanya mahasiswa sastra. Hehe... begitulah dulu, saat tetman-teman sekelasku jarang yang gondrong, saya memilih untuk malas potong rambut sehingga rambut saya pun memanjang sendiri hehe... dan baru potong rambut saat mau latihan ngajar. Tapi itu sih sebenarnya biasa... ada kejadian yang lebih aneh dan gila menurut saya. 

Bermula saat kuliah, suatu ketika ada sebuah tugas kelompok mata kuliah tertentu yang harus dikumpul dan dipresentasikan pada hari itu juga, apesnya pada hari itu saya tidak membawa tugas penting itu. Jam pertama sampai ketiga saat itu saya ada kuliah nah tugas penting tadi harus dikumpul pada kuliah berikutnya yaitu jam ke-6 (kalau tidak salah- maklum sudah lama). Karena, saya merasa tidak tenang dan tidak enak sama teman-teman kelompok maka, saya putuskan untuk pulang secepat kilat ke rumah untuk mengambil tugas itu dan kembali ke kampus dengan perasaan tenang. Sepintas terkesan biasa saja, tapi jarak rumah saya ke kampus lumayan jauh. Rumah saya didaerah Godean paling pojok Barat sedangkan kampus tercinta didaerah Paingan, Maguwoharjo, orang Jogja pasti tahu. Kalau melaju dengan cukup cepat rumah ke kampus bisa ditempuh dengan waktu 45 menit. Itu kalau hanya dari rumah ke kampus atau sebaliknya. Nah kalau bolak-balik berarti harus menempuh sekitar 90 menit atau 1 jam lebih 30 menit. Lagi-lagi itu kalau melaju dengan cukup cepat. Kembali lagi ke inti cerita, saat mau pulang mengambil tugas yang tertinggal di rumah saya tak peduli dengan waktu, yang saya pikirkan adalah segera ambil tugas dan kembali ke kampus dengan tenang. Saat di jalan menuju ke rumah pun saya menikmati hal yang saya lakukan ini dan sempat juga berpikir "katanya Einstein jika seseorang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya dia tidak cepat tua"...haha itulah yang saya bayangkan meskipun saya bergerak tidak dengan kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya tapi yang penting saya bergerak-semoga saya juga tidak cepat tua haha... itu yang selalu saya renungkan saat itu bahkan sampai saat ini, khususnya jika sedang berada di jalan saat mengendarai motor. Begitu sampai kampus ternyata saya datang tepat sebelum kuliah jam ke-6 dimulai. Dan saya pun bisa kembali dengan tenang, apalagi presentasi berjalan dengan lancar. Itu tadi salah satu kejadian gila yang di luar perkiraan saya sendiri. Kadang-kadang saya berpikir kenapa ya saya bisa melakukan hal-hal yang sebenarnya berat tapi malah dengan semangat saya kerjakan atau lakukan.
Masih banyak lagi tentunya hal-hal gila semasa kuliah tapi tidak akan saya ceritakan semuanya. Yang jelas saya juga pernah melakukan hal-hal gila dengan sahabat ataupun pernah melakukan hal-hal gila saat nembak cewek...hehe...khusus yang terakhir tak akan pernah saya ceritakan di blog ini... biarlah itu menjadi kenangan yang saya simpan sendiri... haha... yang paling penting kapan ku punya pacar????.... haha... kerja...kerja...ayo kita kerja keras mencari pendamping hidup... :D


Saat bekerja
Tidak pernah terduga dan terlintas dalam pikiran ini, saya akan melakukan hal gila lagi selama bekerja seperti saat kuliah dulu. Kejadian gila ini baru kemarin saya lakukan, makanya saya cepat-cepat buka blog ini supaya semangat berbagi ini tidak segera lenyap entah kemana...
Ini berkaitan dengan pembelajaran fisika sesuai profesi saya. Dalam pembelajaran fisika kelas 8 SMP ada materi alat optik. Dulu saat kuliah saya pernah punya mimpi kecil yaitu suatu saat nanti ingin mengajarkan membuat sebuah kamera lubang jarum kepada para siswa. Info-info ataupun artikel kamera lubang jarum ini saya baca dan saya temui saat kuliah, tepatnya saat pergi ke perpustakaan ataupun saat berselancar di internet. Nah kini mimpi kecil itu pun akhirnya terwujud. Tadi tepatnya, saya dan para siswa kelas 8 SMP, berhasil memotret dengan kamera lubang jarum sekaligus mencuci fotonya/ gambar hasil jepretannya. Yeah.... akhirnya aku bisa... terimakasih Tuhan dan orang-orang di sekelilingku. Kapan-kapan akan saya bagi foto-foto hasil jepretan kamera lubang jarum di blog ini.

Hal gila apa yang sudah saya lakukan. Ini dia....Sebenarya saya masih belum begitu paham dengan kamera lubang jarum ini khususnya saat mencuci fotonya yang harus berada di ruangan gelap. Proses mencucinya bagaimana dan kegelapan ruangan yang dipakai juga seperti apa, saya masih bleng. Tapi saya tetap nekat mau mengajarkan hal ini kepada para siswa. Banyak hal yang sudah saya lakukan dari mencari informasi di internet, mencari studio foto/ toko yang masih jual barang-barang yang diperlukan untuk kamera lubang jarum, mencari studio foto yang masih mau mencucikan foto-foto hasil jepretan kamera lubang jarum khususnya, dsb, supaya praktek membuat kamera lubang jarum ini berhasil. Yang paling sulit ternyata mencari studio foto yang masih mau atau bisa mencucikan foto kamera lubang jarum, hampir studio foto se-Jogja sudah saya singgahi... (belum ding- sebenarnya baru beberapa), tapi dari beberapa itu dapat disimpulkan bahwa ternyata tidak ada lagi studio di zaman sekarang yang masih mengandalkan cuci mencuci foto lagi karena sekarang eranya sudah digital semua. Dari yang hampir menyerah inilah kemudian ada setitik harapan, saat saya menghubungi sebuah komunitas kamera lubang jarum ada sebuah balasan... Dari balasan inilah akhinrya tadi, saya minta beberapa orang dari komunitas lubang jarum Jogja untuk membantu mengajar saya untuk mempraktekkan cara memotret dengan kamera lubang jarum dan mencuci hasil foto jepretan kamera ini kepada para siswa. Dan berhasil... semoga kegiatan ini semakin membuat para siswa menyukai pelajaran fisika... Saya akan bahagia jika kalian bahagia wahai para teman belajarku (baca: para siswa).

Dan satu lagi hal gila saat pembelajaran fisika materi alat optik - kamera lubang jarum, ini. Yaitu saat membuat sebuah ruangan gelap untuk proses memasukkan kertas foto ke kamera lubang jarum ataupun saat mencuci hasil fotonya. Semula saya berpikir dan berencana mau membuat ruangan gelap disebuah gudang di sekolah yang sudah jarang kepakai, dari gudang itu rencana, hanya tinggal ditutup lubang ventilasinya. Tetapi Bapak Kepala Sekolah menghendaki lain, supaya siswa lebih kondusif ruangan gelap dibuat di dalam laboraturium IPA saja. Dari situlah kemarin saya bekerja keras membuat ruangan gelap ini tentuanya dibantu oleh satu guru dan Bapak tukang kebun sekolah yang handal. Sebenarnya yang membuat ruangan gelap ini sesungguhnya adalah Bapak tukang kebun sekolah yang handal tadi, saya hanya membantu...hehehe.. Bapak tukang kebun yang handal tadi namanya adalah Bapak Marno... terimakasih banyak Pak untuk bantuannya. Proses pembuatan ruangan gelap dimulai kemarin siang (Selasa) menjelang sore hari sekitar jam 2 siang. Ruangan gelap ini harus selesai hari Selasa itu juga, karena akan dipakai pada hari Rabu. Pada siang hari itu awalnya kami bertiga Bapak Marno, Bapak Daru (teman guru- terimakasih Pak Daru atas bantuannya), dan saya sendiri. Tetapi karena Bapak Daru ada tugas lain di rumah, maka Pak Daru langsung pamit pulang. Tinggalah kami berdua, Bapak Marno dan saya. Disinilah proses kegilaan dimulai. karena saking semangatnya Bapak Marno dalam menjalankan tugas dan mungkin juga semangatnya saya untuk mengajarkan praktek kamera lubang jarum kepada para siswa. Kami berdua sibuk bekerja di sekolah membuat ruangan gelap dari jam 2 siang sampai jam setengah 8 malam. Dari jam 2 siang yang awalnya masih banyak teman-teman guru di sekolah yang masih sibuk dengan urusannya ataupun pekerjaannya masing-masing tetapi itu cukup menemani kerja kami berdua sampai jam setengah 4 sore yang ada hanya tinggal kami berdua (lagi-lagi Bapak Marno dan saya), beruntung kemudian sekitar jam setengah 7 malam muncullah istri Bapak Marno dan anaknya sehingga kami berdua tidak kesepian di sekolah. Dan tepat jam 7 malam ruangan gelap pun akhirnya jadi...yeah... saatnya beres-beres, bersih-bersih, dan pulang ke rumah dengan tenang. Sampai rumah jam setengah 9 malam. Sungguh di luar rencana.

Inilah hal-hal gila yang pernah saya alami... yang paling tidak saya duga adalah kenapa saya bisa melakukan hal-hal yang diluar pikiran saya yang jika dilihat sepintas sebenarnya kegiatan itu berat, tapi toh saya tetap semangat melakukan. Terimakasih Tuhan Yesus untuk semua bantuannya, untuk kiriman malaikat-malaikat kecil yang selalu menemani langkahku dan membantuku. Semua ini tak dapat ku pungkiri karena kuasa dan anugerahMu Tuhan. Terimakasih Tuhan Yesus. Terimakasih.
Sekian. Mari tetap semangat. GBU.


Selasa, 26 April 2016

Perpanjang atau tidak?

Layaknya seorang pemain sepak bola, ada kontrak kerjanya atau ada batas waktu untuk mengabdi dalam sebuah klub. Jika kontraknya habis pemain tersebut biasanya akan diberi perpanjangan kontrak kerja atau tidak. Jika mainnya bagus pasti pemain tersebut begitu ingin dipertahankan oleh suatu klub, sampai yang banyak terjadi, kontrak kerja pemain belum habis pun klub jauh-jauh hari bahkan bulan ataupun tahun, sudah menyodori kontrak kerja baru. Tujuannya ya jelas klub tidak ingin pemain terbaiknya hilang atau pergi ke klub lain. Jika pemain tersebut mainnya tidak sesuai harapan, pemain tidak akan diberi perpanjangan kotrak kerja lagi dan pada saat kontrak kerjanya habis pemain dipersilahkan meninggalkan klub dan pada saat itu pemain akan mencari klub pelabuhan baru.

Hehe... kenapa saya bercerita tentang kotrak kerja. Yak benar ini ada kaitannya dengan pekerjaan yang saya geluti. Pemain sepak bola mempunyai kontrak kerja, bagaimana dengan seorang guru?. Ya... layaknya pemain sepak bola, guru pun mempunyai kontrak kerja. Batas kontrak kerja di Yayasan sekolah yang saya abdi adalah satu tahun. Dan tahun 2016 atau tepatnya tanggal 30 Juni 2016 kontrak kerja saya di Yayasan akan habis. Wah-wah... ternyata sudah mau setahun toh saya bekerja di Yayasan ini... waktu memang terus berjalan. Sedikit berbeda dengan pemain sepak bola yang saya ceritakan di awal cerita ini, di Yayasan tempat saya mengabdi pada bulan April sebelum kontrak kerja para guru habis, kami para guru diberitahu atau dijelaskan bahwa yang ingin memperpanjang kontrak kerja dipersilahkan membuat lamaran pekerjaan kembali dan bagi yang tidak ingin memperpanjang kontrak kerja pun tidak akan menjadi masalah dan dipersilahkan juga. Yayasan tidak akan menggondeli setiap guru yang ingin pergi atau tidak ingin memperpanjang kontrak kerja lagi, karena setiap tahunnya Yayasan akan membuka lowongan kerja sehingga tidak akan kekurangan guru. Kecuali jika tidak ada yang melamar meski sudah ada lowongan kerja. hehe...

Awal bulan April kami para guru yang belum tetap dikumpulkan oleh Bapak Kepala sekolah, saya juga termasuk. Oya kontrak kerja ini hanya berlaku bagi guru yang belum tetap, guru yang sudah tetap tidak mengikuti sistem kontrak kerja lagi, mereka sudah dikontrak sampai nanti pensiun. Kami dijelaskan oleh Bapak Kepala sekolah seputar kontrak kerja tadi. Yang diperjelas oleh Bapak Kepala sekolah ditempat saya bekerja adalah kami para guru yang belum tetap diminta merenungkan dengan sebaik-baiknya sebelum memutuskan perpanjang atau tidak. Nah disitulah terjadi pergulatan dalam hati saya. Tetapi pergulatan itu tidak berlangsung lama, karena sebelum dikumpulkan oleh Bapak Kepala sekolah pun saya sudah sering merenungkannya. Selama ini saya merasa nyaman bekerja ditempat kerja saya ini. Baik itu dari teman-teman guru, para siswa, suasana sekolah, aktivitas sehari-hari di sekolah atau suasana-suasana yang lain yang belum saya sebutkan, semuanya membuat saya nyaman dan yang lebih penting ngangeni. Saya sudah lama tidak merasakan suasana sekolah yang berada di dekat gereja, suasana ini begitu membuat kangen hati saya, kangen dari hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan gereja selama sekolah, yaitu: koor, misa, dll. Maklum dulu waktu SMP dan SMA saya memilih untuk belajar di sekolah negeri. hehe...

Suasana ini sudah membuat saya nyaman, sudah mengobati kangen saya. Jadi, saya tidak terlalu sulit untuk memutuskan mau perpanjang kontrak kerja atau tidak. Pilihan saya jelas, perpanjang kontrak... yeah.... dan surat lamaran yang baru pun sudah saya kumpulkan, itu berarti saya benar-benar sudah memenuhi persyaratan untuk memperpanjang kontrak kerja. Kini saatnya fokus pada pekerjaan ini untuk lebih baik lagi dari sebelumnya, untuk lebih rajin dan semangat lagi dari sebelumnya. Meskipun tempat kerja saya ini lumayan jauh dari rumah saya (baca: rumah Bapak saya), tetapi hal itu tidak menjadi masalah buat saya...haha... Meskipun ada teman guru yang seangkatan dengan saya, pada akhirnya memutuskan untuk tidak perpanjang kontrak kerja lagi, tetapi niat saya sudah bulat. Saya mungkin sedikit sedih karena, kehilangan teman seangkatan yang selama ini dari awal selalu barengan, tetapi saya harus membuat keputusan, dan keputusan saya adalah lanjut. "Saya selalu mau percaya bahwa Tuhan punya caraNya sendiri untuk merencanakan hidupku, Dia pasti akan selalu mambawaku kelembah yang hijau, Dia akan selalu membaringkanku di padang yang berumput hijau."

Satu hal yang saya ambil dan simpan di hati dari penjelasan Bapak Kepala sekolah di tempat saya mengajar, "Jika mau keluar dari sini, diusahakan besuk bekerja ditempat yang lebih baik dan lebih nyaman dari sini - jangan malah sebaliknya." 

Oke... terima kasih Tuhan untuk semua anugerah yang telah Engkau berikan kepadaku selama ini. Saya sudah perpanjang kontraknya Tuhan, saya mau lanjut... bantu saya untuk bekerja dengan lebih baik lagi.

Sekian bagi-bagi cerita dari saya. Semoga berguna.
GBU.

Kamis, 31 Maret 2016

Maafkan saya Pak!

Hei penggemar....hehehe... berharap ada penggemar blog ini... yang selalu menantikan cerita-cerita dari saya... hehe

Selamat Paskah bagi yang merayakannya... Semoga apa yang sudah Tuhan lakukan pada kita semakin membuat kita untuk mencintai sesama dan mau berbagi kepada sesama.
Kali ini, saya mau berbagi tentang sesuatu hal yang saya alami selama menggeluti pekerjaan saya, sebagai seorang guru. Silahkan dibaca dan selamat menikmatinya...



Pada hari Senin, 30 Maret 2016 ada pelatihan dan pembekalan kurikulum saintifik kepada para guru se-Kabupaten Sleman Yogyakarta. Kurikulum itu adalah kurikulum KTSP 2006 yang dibalut dengan langkah-langkah mendekati kurikulum 2013. Pelatihan tersebut bertujuan untuk menyiapkan para guru se-Kabupaten Sleman untuk menghadapi pembelajaran tahun ajaran 2016/2017 yang akan datang.

Saat saya mendapat undangan dari Bapak Kepala Sekolah, saya merasa senang sekali. Karena, menurut saya pelatihan tersebut akan sangat membantu saya dalam bekerja. Bukan hanya itu saja, tetapi pelatihan tersebut juga akan mempertemukan saya dengan para guru se-Kabupaten dan pikir saya di sana nanti, kami para guru bisa saling kenal dan mungkin juga bisa berbagi pengalaman tentang informasi ataupun tentang pengalaman mendidik siswa-siswi di sekolah masing-masing.

Setelah saya baca undangan pelatihan tersebut, ada setitik semangat yang membuat saya semangat untuk hadir. Setitik semangat itu yaitu akan diundangnya juga dalam pelatihan tersebut seorang guru fisika, yang dulu pernah menjadi guru fisika saya saat SMP. Pikir saya ini akan menjadi reuni yang menyenangkan. Meskipun saya tahu, guru fisika tersebut pasti tidak ingat lagi dengan saya. Hehe... “Siapakah aku ini, sampai seorang guru masih mengingatku?.” Saya termasuk siswa yang biasa saja saat masih belajar di SMP. Dibilang nakal ya tidak, dibilang baik ya mungkin iya...hehe... tapi tetap terlihat biasa saja. Dibilang pintar jelas tidak, dibilang bodoh juga tidak... jadi rata-rata dan biasa saja. Untuk itu sudah dapat dipastikan saya tidak akan dikenang oleh guru manapun. Huhuhu... sedih memang. Kondisi ini sangat berkebalikan bila dibandingkan saat saya masih duduk dibangku SD. Saya sangat nakal... hehe dan dapat dipastikan semua guru SD, pasti mengingat saya. Haha terlalu berharap...#$%@$#....

Kembali lagi ke inti tulisan ini...hehe
Rencana saat bertemu dengan guru Fisika SMP tersebut saya akan bersalaman dan bercerita bahwa saya ini adalah salah satu muridnya dulu. Tujuan saya adalah mengucapkan terimakasih lewat cerita dan menunjukkan bahwa ada salah satu muridnya yang tidak pernah dikenang, tidak pernah diperhitungkan karena biasa saja, ataupun tidak pernah apapunlah di mata Beliau. Kini mengikuti jejaknya menjadi seorang guru Fisika. Terbayang begitu senangnya hati ini saat melihat wajahnya begitu mendengar cerita saya. Tetapi timbul juga pertanyaan-pertanyaan yang muncul, “Apakah Beliau akan bahagia begitu mendengar cerita dari saya ataukah itu hanya cerita biasa yang sudah sering Beliau dengar saat bertemu dengan beberapa muridnya dulu?, atau Apakah Beliau malah akan menjadikan saya alat untuk mengerjakan tugas dalam pelatihan nanti?.” Ada rasa kecangggungan dalam diri ini.

Dan pada akhirnya, sampai selesainya acara pelatihan kurikulum tersebut. Saya tidak pernah mendekatinya apalagi bersalaman ataupun bercerita panjang lebar seperti yang saya rencanakan. Gagal total... Saya benar-benar terlalu canggung untuk memulai menemuinya dan sekedar bersalaman ataupun mengucapkan salam. Padahal hati ini benar-benar ingin melakukan apa yang sudah direncanakan. Huft...

Beberapa hari setelah acara tersebut, saya bercerita pada ibu saya. Dan ibu bilang begini, “Wah dosa koe!, kui ki gurumu sik wis berjasa karo koe!.” Hati ini tambah makin merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Yang sudah biarlah sudah. Saat saya melihat Beliau di acara pelatihan kurikulum tersebut, Beliau sudah tampak tua, rambutnya sudah banyak yang putih. Kemungkinan telat disemir ataupun memang sengaja tidak disemir. Rambutnya terlihat tidak serapi dulu. Sekarang ternyata Beliau sudah sangat tua. Dan atas segala hal yang saya rasakan sekarang, muncullah ide untuk menulis ungkapan perasaan dalam hati ini, saat saya sedang mengawasi TPM siswa kelas IX SMP. Begitupun puisi di bawah ini...

Maafkan saya Pak Sumantri
Karena saya membuang muka dan seolah tak mengenalmu lagi
Padahal engkau sudah ada di depanku
Maafkan saya Pak
Karena saya belum sempat berterimakasih
Atas segala hal yang telah kau berikan kepadaku dulu   

Semoga akan ada kesempatan kedua untuk bertemu denganmu
Dan bila waktu itu tiba tak akan pernah kulewatkan sedetikpun
Untuk mengungkapkan betapa bahagianya aku melihatmu
Dan betapa besar rasa syukur dalam hati ini karena pernah diajar olehmu
Ataupun sekedar mengucapkan terimakasih kepadamu
Atas segala hal yang telah kau berikan kepadaku
Semoga akan ada waktu lagi
Semoga belum terlambat
Semoga sebelum engkau melepas seragammu
Kita akan bertemu lagi
Terimakasih Pak guru!

Sekian cerita dari saya. Terimakasih. GBU.

Senin, 25 Januari 2016

Terimakasih Untuk Orang-orang di sekelilingku

Sudah lama saya tidak berbagi tentang pekerjaanku... kini saya mau berbagi lagi tentang hal itu.
Sejak awal bulan November 2015 yang lalu, saya resmi menjadi wali kelas di sebuah sekolah SMP Swasta di daerah Sleman Yogyakarta. Wali kelas sebelumnya sedang cuti karena, sedang mengandung dan hampir melahirkan, saya disuruh untuk menggantikannya. Ada banyak pengalaman baru yang saya temui selama menjadi wali kelas dadakan tersebut. Dari mengurusi anak-anak (kelas) lebih dekat daripada guru biasa, membuat raport semester satu/ gasal, membagi raport, membantu mengkoordinir pensi kelas untuk Natalan bersama, sampai yang paling baru dan masih hangat-hangatnya adalah menjadi pembina upacara bendera (baru tadi pagi- baca: Senin, 25 Januari 2016). Dan pengalaman-pengalaman yang lain yang belum disebutkan.... hehe...

Bagian pertama yang membekas adalah...
Saat membuat raport. Kelihatan mudah tapi tidak semudah kelihatannya ternyata... dari memasukkan nilai ke raport hingga membuat deskripsi per mata pelajaran di raport. Suatu pengalaman yang berkesan dan tentunya akan membuatku semakin tahu seluk-beluk perkerjaan seorang guru yang sesungguhnya. Beruntunya saya... ada orang-orang yang baik yang selalu berada di sekeliling saya... (terimakasih Tuhan atas kiriman malaikat-malaikat kecilmu yang selalu membantuku :D), saat saya "mungkin" terlihat kebingungan dengan pekerjaan baru tersebut, teman-teman guru mau secara terbuka dan tanpa saya minta langsung membantu menyiapkan raport kelas yang saya ampu. Mereka membantu ngeprint satu per satu kelengkapan raport kelas saya. Terimakasih banyak teman-teman... kalian luar biasa baiknya, semoga saya bisa membalas kebaikan kalian. Dan karena bantuan merekalah pada keesokan harinya pembagian raport akhirnya berjalan dengan lancar... yeah...

Soal pembagian raport itu juga sebuah pengalaman baru bagi saya. Malam sebelum pembagian raport saya siapkan diri dan mental untuk membagikan raport kepada satu per satu orang tua/ wali murid. Ada perasaan campur aduk juga lho... tapi pada akhirnya semua itu telah saya lewati dengan lancar. Berbicara dan bertatap muka langsung dengan orang tua/ wali murid adalah suatu pengalaman yang luar biasa... membagikan cerita-cerita kepada orang tua/ wali murid tentang kegiatan-kegiatan atau perilaku-perilaku yang dilakukan siswa selama di sekolah merupakan salah satu pengalaman yang menarik selama menjadi wali kelas.

Masih ada kesalahan...
hehehe.... itu biasa.... di dalam menjalani kehidupan ini...
Siang hari setelah pembagian raport sudah beres semua, saya mendapat telpon dari salah satu orang tua murid, beliau memberitahu bahwa ada kesalahan dalam penulisan/ pengetikan jenis kelamin pada biodata di raport. Haduh.... setelah saya cek kembali ternyata siswa yang berjenis kelamin perempuan biodatanya salah ketik semua. Harusnya jenis kelamin perempuan tetapi malah saya ketik laki-laki...hehe... Tetapi semua masalah sudah saya bereskan setelah semua siswa mengembalikan raportnya kembali.

Bagian kedua yang membekas adalah...
Saat menjadi pembina upacara bendera pertama kalinya.... :D
Biasanya di sekolah tempat saya bekerja, upacara bendera dilakukan setiap 3 minggu sekali. Minggu pertama upacara bendera, minggu kedua perwalian, dan minggu ketiga renungan/ refleksi di gereja. Nah entah mengapa, untuk dua minggu di bulan Januari 2016 ini jadwalnya sedikit berbeda... setelah upacara bendera yang biasanya minggu selanjutnya akan diisi dengan perwalian kok tiba-tiba berubah menjadi upacara bendera lagi... dan jadwalnya petugas upacara bendera maupun pembina uparanya jatuh di kelas yang saya ampu...waduh... mau bagaimana lagi sebagai guru yang baik dan profesional saya pun harus menerima tugaas tersebut dengan ikhlas dan lapang dada.... (haha malah ngopo,,, lapang dada barang).
Oke tanpa pikir panjang dan tanpa berlarut-larut untuk pusing memikirkan tugas pertama kali tersebut, saya dan siswa-siswa kelas yang saya ampu pun segera menyiapkan diri untuk tugas upacara bendera. Dari latihan upacara bendera sampai menyiapkan diri untuk menjadi pembina upacara. Ternyata siswa-siswa yang diberi tugas menjadi petugas penting di upacara bendera pun banyak yang bilang grogi... lha saya pun sharing dan bercerita, bahwa saya pun juga merasa grogi menjadi pembina upacara karena itu merupakan tugas pertama kali saya. Dan saya rasa berkat sharing dan cerita tersebut siswa-siswa yang bertugas pun semakin tidak takut untuk bertugas.

Malam hari atau tepatnya tadi malam sebelum bertugas upacara di pagi harinya, saya benar-benar sedikit mengalami stres.... hehe... ternyata... sampai segitunya, meskipun bukan stres yang akut. Dan hanya stres-stres biasa kok... Sebenarnya bukan hanya malamnya saja tetapi dari pagi hari pun perasaan stres itu sudah mulai menghinggapi diri saya. Beruntungnya saya.... masih ada orang-orang dekat yang selalu menjadi malaikat kecilku, dia adalah ibuku. Tadi malam saya minta bantuan ibu untuk membantu menyusun sebuah amanat upacara bendera. Nah sebenarnya yang paling membuat setres saat menjaadi pembina upacara ya bagian amanat ini...hehe. Semua hal yang ingin saya bicarakan pada saat amanat upacara sengaja saya tulis duluan, ya seperti mengarang sebuah pidatolah.. Supaya amanatnya lebih baik dan mungkin tokcer, saya sengaja minta masukan dan bantuan ibu untuk menyusun isi amanat tersebut... setelah amanat saya tulis kemudian saya ucapkan dan hafalkan amanat itu, baik sebelum tidur, selama tidur (baca: selama belum tidur beneran), setelah bangun tidur, selama mandi, bahkan selama perjalanan menuju sekolah (baca: saat naik motor nuju sekolah). Bahkan kata-kata atau kalimat yang tidak pernah saya tulis tapi mau saya ucapkan di dalam amanat pun sudah saya hafalkan dan saya rangkai di angan-angan dulu.
Dan hasilnya... yeah... saya kembali berhasil melewati ujian-ujian kecil atau pengalaman-pengalaman baru dan asing itu. 
Sekali lagi termakasih Tuhan untuk orang-orang yang kau kirimkan... untuk menjadi malaikat-malaikat kecil yang membantu kelemahan diri saya ini.
Saya percaya saat, saya berhasil melakukan sesuatu salah satunya karena pengaruh doa-doa dan bantuan dari orang-orang terdekat saya.
Terimakasih Ibu...
Terimakasih Bapak...
Terimakasih Kakak dan Adikku...
Terimakasih teman-teman guru...
dan Terimakasih Tuhan Yesus.

Sekian- semoga cerita ini menjadi berkat bagi semua. GBU

Jumat, 18 September 2015

Rasanya Plong

Hai September 2015...
Sudah cukup lama, aku tidak menuliskan coretan-coretan di blog ini, terakhir bulan Juni lalu. Semenjak bulan Juni ada banyak cerita yang sudah ku alami. Dari yang pindah tempat kerja dan lain-laninya. Hehe... yang jelas meninggalkan sebuah tempat kerja yang sudah nyaman dan menyenangkan itu sesuatu yang sulit. Tapi ini sebuah pilihan dan keputusanku, dan tentu saja demi kehidupanku ke depan. Sampai jumpa tempat kerja lama, kamu akan selalu menjadi kenangan dalam hidupku dan semua pengalaman baik dan buruk yang pernah ku alami adalah sebuah karunia yang indah dan pasti akan selalu ku kenang. Jika hidupku sekarang ini dan ke depan makin baik salah satunya karena, pengalaman berada di tempat kerja lamaku itu. Sekali lagi terimakasih. Terus semangat teman-teman belajarku. Maaf tidak bisa mendampingi kalian sampai akhir kelulusan nanti, tapi percayalah doaku selalu menyertai kalian di sana. Semangat.

Yah itulah sedikit ungkapan perasaan tentang tempat kerja lamaku. hehe...
Sekarang aku sudah berada di tempat kerja yang baru. Dan di sini setiap pengalamannya juga tak kalah indahnya dengan pengalaman seperti di tempat kerja lama. 
Yang terbaru tadi pagi...
Salah satu hal yang ku impikan saat bisa main gitar adalah aku ingin sesekali bernyanyi di depan para muridku di kelas. Tujuannya apa?, yah sekedar untuk menghibur para murid dan menyemangati para murid atau menyegarkan para murid dari rutinitas yang membosankan dan melelahkan, sehingga semangat mereka untuk belajar bisa bangkit kembali. Itu saja tujuannya menurutku. 

Dulu sempat kepikiran pas aku masih kerja di tempat lama, tetapi karena sesuatu hal akhirnya belum kesampaian. Hingga tadi pagi, atau tadi siang tepatnya, di tempat kerja baruku. Saat memasuki sebuah kelas, sejenak aku lihat ada beberapa gitar di belakang kelas. Kemudian aku tawarkan kepada teman-teman belajarku (murid-muridku), "siapa yang mau menyanyi satu lagu saja di depan kelas, silahkan." Mereka ribut dan pada saling tunjuk-menunjuk menentukan siapa yang mau main gitar dan nyanyi di depan kelas itu. Mereka bingung dan masih memilih lagu. Bahkan mereka sempat tidak pede dan tawaran untuk menyanyi pun hampir gagal dipenuhi. Kemudian aku mencoba menenangkan mereka dan meyakinkan mereka untuk membawakan lagu yang bisa mereka nyanyikan saja, atau yang paling mudah menurut mereka. Dan akhirnya mereka menentukan sebuah lagu dan mereka pun bernyanyi.... na...na....na....

Setelah selesai bernyanyi, gitar itu aku minta. Kemudian aku berkata, "aku akan bernyanyi satu lagu untuk kalian." Ternyata grogi juga sesaat mau nyanyi sambil main gitar di depan murid-muridku. hehe... tetapi aku tetap tidak mau melewatkan moment langka itu... dan aku pun bernyanyi.... bla... bla....blla.... na..na...na..... dan selesai...hehe
Aku membawakan sebuah lagu dari Rocket Rockers - Ingin hilang ingatan. Akhirnya awal pembelajaran tadi siang pun berhasil aku isi dengan sebuah hiburan dengan bernyanyi, yeahhh.
Hasilnya lumayanlah, kata mereka (para muridku) sih bagus... meski sebenarnya fals-fals piye....hahaha.... tapi akhirnya aku puas dengan semua ini. Aku puas karena, berhasil melakukan sesuatu hal yang selama ini hanya ada di benak dan di pikiran saja dan kini berhasil aku wujudkan dengan nyata. Itu benar-benar sesuatu yang membuatku nyaman dan rasanya benar-benar plongggg.... 
Terimakasih Tuhan, karena tadi siang aku benar-benar bisa mewujudkan mimpi kecilku. "Semula sungguh tak terencana dan hanya mendadak tapi jika kita mau dan berani untuk mencoba maka, sesuatu yang semula tidak mungkin akan menjadi mungkin dan nyata."
Semoga mimpi-mimpiku yang lain bisa aku wujudkan. Bantu aku Tuhan. :D.

Hingga malam ini perasaan plong dan puas itu masih menyelimutiku. Yang paling penting dan yang aku harapkan dari kejadian tadi, semoga teman-teman belajarku (murid-muridku) tambah semangat belajarnya atau merindukan pergi ke sekolah untuk belajar. Itu saja. Berkati mereka semua Tuhan. Supaya mereka tambah semangat belajar. Dan nanti entah kapan, aku ingin mengajak para muridku untuk bernyanyi dengan lirik-lirik fisika... semoga bisa aku wujudkan dan semoga aku diliputi dan dipenuhi rasa keberanian untuk melakukannya. Bantu aku Tuhan,
Sekian coretan-coretan kali ini. Semoga memberi inspirasi bagi para pembaca. GBU

Rabu, 11 Maret 2015

Puisi lagi, untuk Mereka

Hai....
Kali ini entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal hatiku dan ingin sekali aku bagikan isi hati yang mengganjal ini...hehe

Akhir-akhir ini sekolah disibukkan dengan persiapan ujian praktek, ujian sekolah, maupun ujian nasional. Nah aku pun terlibat dalam ujian kelas XII SMA ini, meskipun belum terlibat penuh, karena hanya sebagai pembantu guru mapel fisika kelas XII, yaitu sebagai korektor II & pengawas dalam ujian praktikum dan ujian sekolah. Tetapi aku sangat bersyukur karena pada akhirnya aku mendapatkan sebuah pengalaman baru lagi.

Ada cerita menarik saat menjadi pengawas dan pemandu dalam ujian praktikum dan ujian sekolah. Tetapi tidak akan saya ceritakan secara lengkap....hehe...
Yang paling ingin aku ceritakan adalah kejadian tadi pagi saat membantu mengawasi ujian sekolah. Melihat mereka (baca: para siswa) menerjakan soal-soal ujian sekolah adalah sesuatu banget...hehe...
karena saat melihat mereka, pikiran ini langsung melayang menuju kenangan nostalgia kala masih duduk di SMA. Hei aku juga merasakannya kok, perasaan tegang, ingin lulus, ingin mendapatkan nilai yang bagus, dan perasaan yang lainnya yang tentunya aku pun pernah mengalaminya.

Melihat siswa yang setres saat mengerjakan soal-soal ujian sekoklah... membuat hatiku bergetar tetapi mampu membuat bibir ini tersenyum... "tenang, tak usah tegang dan tak usah khwatir kalian pasti bisa melalui semua ini", mungkin itulah beberapa potongan kata-kata yang ingin aku ucapkan kepada mereka.

Dan tadi, setelah masuk kelas dan tugas mengisi berita acara dan mengecek daftar kehadiran siswa dalam ujian sekolah dirasa sudah beres, aku coba iseng membuat puisi. Tadi, sih puisi ini kutulis dikertas, dan sekarang aku tulis kembali di blog ini...


Masih muda itu ada tidak enaknya
Apalagi dahulu kala tidak suka fisika
Sudah pengalaman minim
Ditambah lagi pengetahuan juga tak kalah minim

Kadang sudah berusaha keras
Meski belum sekeras besi
Tapi masih saja membuat kesalahan
Banyak membuat siswa bingung
Dan terkadang malah menjerumuskan ke dalam miskonsepsi

He...he... maaf
Maaf 1000x teman :D
Bukan maksud hati menjerumuskanmu
Tapi beginilah aku
Semoga kau mau mengerti

Dan kini...
Kuharap kau tak lagi bimbang
Meski kadang masih ada miskonsepsi sana-sini
Percayalah ...
Aku sudah coba meminimalisir miskonsepsi itu seminimal mungkin kok
Meski mungkin toh tetap masih ada satu-dua 
Jadi, tetaplah melangkah jangan ragu
Kejarlah cita-citamu

Seandainya di depan sana 
Kau menemui ilmu yang asing
Yang harusnya sudah kuajarkan kepadamu
It's oke... salahkanlah aku
Aku rela...


Haha....sebuah puisi yang kalau dibaca terkesan aneh seperti bukan sebuah puisi...
tapi bagiku ini adalah sebuah puisi, yang mungkin memang aneh tapi ya tetap sebuah puisi...hehe
Sebuah ganjalan hati yang coba kutuangkan ke dalam puisi...
Sekian...semoga bisa berguna & menjadi berkat.
BD

Rabu, 12 November 2014

Belajar Menulis Puisi - Saat Mengajar Fisika

Hari ini tanggal 12 November 2014, pukul 22:12, saat aku tepat menuliskan coretan-coretan di blog ini lagi. Yak sekedar berbagi saja seperti biasa,
Hari ini pula listrik di dusunku mati... jadi saat menuliskan coretan di blog ini aku ditemani oleh pekatnya malam, hanya cahaya dari laptop saja yang menemaniku.... malas pakai lilin ataupun sejenis lampu emergency karena memang sekarang ini tidak punya lampu kayak gitu lagi. Dulu sempat punya tapi kini sudah mati. Mungkin karena telat nge-chargenya ataupun keseringan nge-chargenya..hehe.

Oy, dulu aku sempat pernah membaca sebuah buku pendidikan karya seorang guru Hj. Sriyanto, berjudul, "Sekolah itu Surga." Ada satu hal isi dari buku tersebut yang menarik hatiku. Penulis menjelaskan pengalamannya dalam mengajar, pernah membuat sebuah terobosan yang baru yaitu membuat puisi pada pelajaran matematika. Jadi, siswa-siswa diberi tugas untuk membuat sebuah puisi dengan bahasa matematika. Sesaat setelah membaca bagian ini pada buku tersebut, aku sempat merasa wow... ada sesuatu titik semangat untuk mengajar yang tiba-tiba muncul dalam diri ini. Yah, ada rasa semangat untuk menjadi seorang pendidik dan mulai yakin dengan pilihanku. Maklum waktu itu aku baru menginak semester akhir di bangku kuliah. Beruntung benar waktu itu aku mendapatkan buku itu, lewat sebuah acara seminar. Karena, setelah mendapatkan buku itu pula aku sempat mempunyai keinginan untuk melakukan hal yang sama "membuat sebuah puisi saat mengajar -fisika" seperti penulis buku tadi.

Dan tadi siang masih tanggal yang sama, aku sudah melakukannya, 
aku memberikan tugas ke siswa-siswa untuk membuat sebuah puisi fisika.
Meski waktunya mepet karena tugas untuk membuat puisi ini hanya 15 menit, tapi toh tetap berhasil sudah kulakukan....yeah....
Sejenak ku baca-baca lagi puisi karya siswa-siswaku. Lucu-lucu...dan ada juga yang mengharukan..
Di awal pemberian tugas membuat puisi, banyak siswa yang bingung, dan merasa aneh....hehe...
bahkan ada beberapa yang ternyata memang tidak suka membuat puisi.
Yak....tidak apa-apalah.... karena, memang setiap manusia itu unik, dan punya keistimewaannya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan kesenangan dari masing-masing murid-muridku. Ada yang suka puisi, ada yang suka musik, ada yang suka main bola, dll.

Di awal pemberian tugas untuk membuat sebuah puisi tersebut sebenarnya aku janjikan juga ke siswa kalau di akhir pembelajaran nanti akan ku tunjukkan puisi karya ku....hehe
Tapi berhubung waktunya sudah mepet jadi belum sempat aku bacakan ataupun perlihatkan puisi karyaku to mereka... 
melalui blog ini aku mau menunjukkan puisi karyaku, meskipun sebenarnya tugasnya adalah membuat sebuah puisi dengan bahasa fisika, tapi jika dicermati baik-baik puisi ini belum sepenhnya memakai bahasa fisika.... namanya juga belajar....hehehe...
ini puisi tersebut . . .

Tahukah kalian?

Saat ada di antara kalian yang tidak masuk
Karena sakit atau karena ijin untuk keperluaan tertentu

Aku sebenarnya sangat sedih . . .
Jika nanti kalian harus mengeluarkan gaya yang besar untuk mengejar materi
Atau jika nanti usaha kalian tidak mencukupi untuk memahami materi yang kuberikan

Ingin ku bujuk dirimu untuk tetap tinggal di kelas
Saat melayangkan surat ijin kepadaku
Tapi apa dayalah aku ...
Diriku tak mengalami perpindahan sehingga usahaku pun sia-sia

Aku paham bahwa materi gaya, kecepatan, usaha, energi, atau apapunlah tentang fisika
Sebenarnya tak terlalu dibutuhkan untuk menjalani kehidupan ini
Karena yang paling utama adalah mau berbagi dan saling menyayangi satu sama lain

Ok . . .
Kalian tak harus menjadi seorang Einstein
Kalian tak harus menjadi seorang Newton
Tapi aku ingin kalian memahami fisika itu menyenangkan
Mungkin perlu banyak waktu untuk mulai menyukainya
Tapi tak masalah . . .

Karena seperti hukum pertama si Newton
Cinta itu tidak bisa dipaksakan tapi butuh proses
Layaknya sebuah gelas yang berada di atas kertas
Jika kertas di tarik cepat gelas tak mau ikut
Tapi jika kertas di tarik pelan gelas mau ikut

Dan mungkin guru fisikamu sekarang tak seperti yang kau harapkan
Seperti sebuah gaya gesek yang selalu menghambat gaya dorongmu
Tapi sadarlah memang dia bukan seorang Einstein
Dia hampir sama sepertimu saat ini
Dia tak terlalu menyukai fisika saat di SMA
Tapi ketertarikannya berubah 1800 terhadap kebenciaanya pada fisika
Mungkin memang belum sehebat Einstein, pak Sidiq ataupun pak Mario
Tapi apa salahnya jika kita belajar bersama
Untuk memahami fisika ini . . . .wahai teman-teman belajarku. . .

‘_‘ 12 November 2014


Sebuah puisi untuk murid-muridku (teman-teman belajarku).
Suatu saat aku ingin menunjukkannya pada mereka semua.
Semoga bisa....hehe

Yap, sekian coretan-coretan pengalaman mengajarku atau lebih tepatnya sepotong kehidupanku. Semoga berguna. GBU

Selasa, 09 September 2014

September... Ceria :D - Semangat Mendidik dng Hati

Hei.... selamat bulan September di tahun 2014 ya.
Sudah lama aku tidak berbagi cerita di blog ini lagi, terakhir sebulan yang lalu ya. Sebenarnya pengen nulis, tapi kok rada ga enak pikirannya, masih banyak tugas jadi aku pending nulis cerita-ceritanya.

Ok, apa yang akan ku bagi kali ini. 
          Kali ini masih masalah pekerjaan yang ingin ku bagi. Bulan September, ya aku sudah mengajar di sebuah sekolah dari Juli sampai awal September. Lumayan, sudah mendekati UTS (Mid Semester) huhu.... boleh dong ya berbangga sedikit, "akhirnya aku melewati juga awal-awal ngajar di sekolah sebagai guru resmi."...hehe... pastinya banyak cerita-cerita seru selama proses ngajar. Dan akhirnya, di awal bulan September kemarin aku mengadakan Evaluasi pembelajaran (Ulangan) di kelas yang ku ampu. Belum pernah aku mengadakan Ulangan selama ini, hehe.. karena saat PPL dulu aku tidak sempat mengadakan Ulangan. Hehe lucu ya.... Tapi, aku menikmati setiap momen saat ulangan di awal bulan September kemarin. Para murid lucu-lucu, saat menghadapi ulangan. Jadi, berefleksi ni, dulu mungkin aku juga seperti mereka. Mereka yang kadang saat penjelasan materi pada santai, lucu, ternyata pas ulangan ada yang tegang dan grogi juga. hemm... aku juga pernah kok ngalami seperti kalian anak-anak didik.ku. Tetep semangat ya, kalian bisa.. ayo terus bersemangat belajar, jangan takut mencoba, dan jangan takut gagal. 

Meski dari 22 murid hanya tuntas 2 anak, tapi aku tetap bersyukur, akhirnya ada juga yang tuntas. Berarti ada juga siswa yang semangat mau belajar. Yang belum tuntas tetap semangat ya, aku akan mendoakan kalian semua. Yang belum tuntas sudah aku beri remidi. Remidinya pun aku buat yang gampang dan tidak memberatkan siswa. Aku sengaja memberi penjelasan dan pembahasan pada soal-soal ulangannya. Dan kemudian baru lanjut remidi, soalnya pun aku buat sama dengan soal ulangan, hanya aku ganti angka-angkanya saja. Hal ini bertujuan aku ingin mengecek apakah mereka benar-benar memperhatikan dan aku juga ingin mereka semakin paham setidaknya untuk soal-soal yang ada di ulangan/ remidi.

Ok kini, ulangan dan remidi sudah selesai. Hasil remidi baru saja selesai aku koreksi. Ternyata masih ada 3 anak yang belum tuntas pada remidi. Ok, tetap semangat anak-anak didikku. Ayo kalian pasti bisa. Aku akan terus mendoakan kalian semua. Mungkin ketiga anak yang belum tuntas pada remidi akan aku beri tugas. Karena waktu sudah mepet, di akhir bulan September nanti akan ada UTS. Padahal aku ngajarnya baru selesai Bab I doang. Target di awal sebelum UTS sebenarnya harus selesai 3 Bab. Tapi, apa boleh buat waktu sudah semakin mepet. Jadi, target aku kurangi, sebelum UTS nani harus selesai Bab ke-2. Tetap semangat apa pun yang terjadi, aku tidak boleh menyerah. Guru harus seperti semboyannya Bapak Ki Hajar Dewantoro, "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya bangun karsa, tut wuri handayani." Di depan guru harus memberi teladan, di tengah mengajarkan, dan di belakang juga harus mampu memberi dorongan/motivasi semangat untuk maju. Aku adalah seorang guru muda yang lagi belajar dan masih banyak hal yang harus aku pelajari, supaya menajdi guru yang baik bagi para anak didikku.
Selain semboyan dari Bapak Ki Hajar Dewantoro, aku pun tertarik dan terinspirasi dengan semboyannya Romo A. Mintara Sufiyanta, SJ., "rapuh tetapi dipanggil, tidak hebat namun setia." Ya aku adalah manusia yang rapuh punya banyak kekurangan, tapi aku mau setia mengajar, membimbing, dan mendidik anak-anak didikku dengan hati. Tuhan berkati aku ya dalam bekerja, supaya apa yang aku kerjakan sesuai dengan kehendakMu. Semangat mendidik dengan hati.
http://www.sekolahguruindonesia.net/galeri/galeri-foto