Rabu, 18 September 2013

Sulitnya Berkomitmen Itu ya...

Sudah bulan September, sudah lama ya aku tidak nulis di blog ini... hehehe
Kemana aku selama ini?
Aku sibuk kah?
haha...aku hanya menyibukkan diri dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Apa itu? tidak usah disebutkan.
Yang jelas. . .
Selama ini aku ternyata tidak lagi memegang komitmen-komitmenku. Ya baik itu kkomitmenku untuk dekat dengan Tuhan, dan komitmen-komitmenku yang ternyata tidak aku tepati. huhu...

Kemarin-kemarin aku gagal mempercepat revisi skirpsiku sehingga hampir 3 bulan sejak pendadaran, skripsiku baru aku jilid dan baru aku kumpulin di kampus. Selama itu aku setres dengan kegagalan untuk berkomitmen dengan pekerjaan dan deadline-ku. Dan karena setres itu aku makin malas berdoa ternyata...huh....
Aku jarang lagi ke kapel adorasi.
Dan ternyata hidupku berantakan akhir-akhir ini, semenjak aku jarang berdoa.
Tetapi....aku tetap bersyukur ternyata dalam keadaan galau dan kacaunya diriku, akhirnya skripsiku dapat selesai sampai tuntas sampai penjilidan dan beruntungnya aku masih diberi waktu dan kesempatan untuk mendaftar wisuda. Yap aku masih boleh ikut wisuda di saat hidupku ini kacau. Terimakasih Tuhan, Engkau masih sangat setia menemaniku,
Terimakasih Tuhan, Engkau tidak pernah melupakan komitmen dan janjiMu,
Terimakasih untuk semuanya Tuhan,
Akhirnya di saat hidupku kacau pun Engkau tidak pernah mmelepaskan genggaman tanganMu padaku.

Maaf lagi dan lagi aku menjauh dariMu
Maaf lagi dan lagi aku berbuat dosa...
Maaf ya...

Ok. kini aku tinggal nunggu wisuda dan hidup sebenarnya baru akan dimulai.
Aku yakin Engkau masih menemaniku dan akan menolongku Tuhan,
Semuanya ku serahkan padaMu.
Aku mau kembali bersemagat untuk berdoa denganMu.

Thanks a lot God"

Kamis, 11 Juli 2013

Mendengarkan Musik Bisa Mengobati Semangat Baru

Mendengarkan musik atau lagu-lagu kesayangan, lagu-lagu di radio, mp3 di komputer, di tape, atau pun di mana saja. Mendengarkan musik adalah salah satu hobiku, dari kecil aku suka dengerin musik di radio sebelum tidur. Akhir-akhir ini aku sering mendengarkan musik di radio memakai radio tape kecilku. Hanya pakai headset aku mendengarkan lagu-lagu di radio itu. Radio tape-ku itu sudah menemaniku sejak aku di SMA dulu, kira-kira tahun 2005, sudah lama kan? ya lumayan lama dan pasti modelnya juga sudah kuno. Tetapi bagiku tidak masalah model kuno, yang penting bisa menghiburku lewat lagu-lagu yang masih bisa ku dengarkan. 

Aku biasa tertarik dengan sebuah lagu melalui liriknya, ya jika suatu saat aku sedang mendengarkan sebuah lagu aku akan cermati liriknya dulu, jika lirik itu sangat menarik (baca: bisa menyemangati hidupku, menghibur hatiku) bagiku maka, aku pasti akan langsung tertarik dengan lagu itu. Biasanya saking tertariknya dengan sebuah lagu dari liriknya, begitu mendengarkan lagu tersebut aku akan mencatat beberapa bagian lirik lagu itu di HP-ku, kemudian aku cari lirik, penyanyi, dan lagunya di internet.

Kemarin malam aku mendengarkan sebuah lagu, sebenarnya aku pernah mendengarkannya tetapi aku lupa kapan tepatnya, tetapi karena sejak pertama aku sudah tertarik dengan lirik lagu itu, buru-buru tadi malam sambil mendengarkan lagu itu aku catat sebagian liriknya di Hp-ku. Kemudian barusan aku cari lagu, penyanyi, dan liriknya di internet, dan aku mendapatkannya. Lirik lagu ini sangat menyentuhku dan menurutku lagu ini juga bisa menyemangati seseorang yang mendengarkannya.
Begini sebagian liriknya di bagian refren-nya:

"ini bukan tentang piala
bukan juga tentang lencana
ini bukan tentang jadi juara
aku hanya seseorang, ingin bertualang
memandang dunia dari sudut yang berbeda"

Judul lagu itu  TUALANG oleh JONOTERBAKAR
bisa kalian dengarkan di https://soundcloud.com/tags/nyanyi%20gitaran

Saat setelah aku mendownload beberapa lagu dari Jonoterbakar, ada suatu perasaan dari dalam hatiku yang muncul,
"Bahwa apa pun panggilan hidup kita, mari coba nikmati dan terus semangat menjalani panggilan hidup kita itu"

Tidak tahu mengapa ada kalimat seperti itu yang tiba-tiba muncul dalam diriku, tetapi sesaaat aku mendengarkan lagu itu, aku berpikir mengapa penyanyi lagu itu bisa menciptakan lagu dengan lirik-lirik seperti itu?
Apakah benar pencipta lagu itu benar-benar menjalani hidup seperti lirik lagunya?
Jika ya...
menurutku sangat luar biasa
dan dia (pencipta lagu itu) menurutku sudah menikmati dan menjalani panggilan hidupnya sebagai seorang pencipta lagu dan penyanyi. Dia benar-benar menuliskan semua yang dia rasakan dalam hidupnya.

Belum selesai...entah kenapa tiba-tiba kepalaku pusing sekali hari ini.


Sabtu, 06 Juli 2013

Menuliskan Keinginan dalam Bentuk Kalimat-kalimat Positif

Masih ingat dengan tulisan yang pernah saya tulis di blog ini- tentang kalimat positif?

"Hidup ini bukanlah sekumpulan rangkaian pengalaman acak yang belum pasti arah tujuannya, tetapi hidup ini adalah suatu rangkaian pengalaman acak yang saling berhubungan yang sudah pasti arah tujuannya"

Kira-kira itu inti dari tulisan kalimat positif yang pernah saya tulis.
Jadi, kalau kita mau percaya dengan kutipan inti dari tulisan kalimat positif di atas, mari mulai hari ini kita tuliskan sesuatu yang positif supaya nantinya kita pun mengalami hal-hal yang positif dari yang kita inginkan.
Mari tuliskan mimpi-mimpi kita di manapun; di kertas, buku, atau di blog pribadi.


Aku mau menjadi . . .
"Guru yang baik buat murid-muridku"
Baik dalam artian: pandai mengajar pelajaran, tidak membeda-bedakan murid, pandai dalam memberikan contoh tingkah laku, dan pandai dalam mengajarkan murid untuk mau berbagi dan menghormati sesamanya (pandai dalam mengajar dan mendidik muridnya).
 Seperti kata Romo A. Mintara Sufiyanta, SJ, 
"Meskipun memiliki kerapuhan, para guru tetap dipanggil untuk menemani perjalan hidup anak-anaknya"
Jadi saat ini saya ingin mencoba untuk terus menjalani dengan senang dan rasa syukur panggilan yang sedang ku jalani ini. 

Apa impian kalian?
saya yakin pasti impian-impian kalian banyak sekali. Mari mencoba untuk menuliskannya satu per satu dan terus berjuang untuk mencapainya.

Berkah Dalem.:D

Kembali Secepatnya, & Tetap Yakin Kasih-Nya Tak Pernah Berubah

Lama tidak nulis di blog ini, kira-kira sudah sebulanan. 
Dalam sebulan ini aku mengalami banyak masalah. Masalah tentang diriku. Masalah dengan komitmenku. Aku melanggar komitmenku. Aku melanggar janjiku. Bukan masalah pacar atau masalah cinta yang lainya. Tetapi masalah pribadiku dengan Tuhan. 
Aku semula berjanji untuk terus setia dengan-Nya. Ternyata tidak semudah yang diucapkan. Ternyata memanggul salib (baca: mengikuti Tuhan) itu sulit dan berat. Maafkan aku Tuhan.
Kini aku merasa seolah jauh dari-Nya. Tapi, kini aku sadar dan tidak mau terlalu jauh lagi dari-Nya. Aku harus kembali, kembali mendekati-Nya. Karena, seperti yang pernah saya tulis dan ucapkan sebelumnya bahwa berada di dekat Tuhan dan menjalani hidup ini bersama-Nya adalah suaatu kebahagiaan yang tak terkira. 
Aku percaya Dia masih dan akan tetap Bapa yang baik. Dia tak pernah berubah, baik dulu, sekarang, maupun besok. Aku menyadari aku telah menjauh dari-Nya dan kini aku harus secepatnya kembali lagi dekat dengan-Nya. Aku harus sadar bahwa aku tidak akan bisa hidup dan tidak akan pernah bisa menemukan kebahagiaan apa pun saat aku jauh dari-Nya.

Tuhan aku mau kembali
Kembali berjalan bersamaMu
Maafkan segala dosaku yang membuatku menjauh dariMu
Memang sulit melawan cobaan dan godaan yang membuat ku menjauh dariMu
Tetapi aku yakin Kamu tidak tinggal diam 
Kamu pasti membantuku melawan semuanya itu
Tuhan maafkan aku
Aku rindu berjalan bersamaMu
BersamaMu adalah hal terindah dan termanis dari apa pun juga

Mari bangkit dan kembali yang merasa berdosa dan terlalu jauh dariNya.
"Saat kita merasa jauh dari-Nya, sadarlah dan kembalilah secepatnya kepada-Nya, percayalah bahwa hanya bersama-Nyalah kita akan merasa nyaman"

GBU....:D

Jumat, 07 Juni 2013

Versi juara-ku...

Pernah aku berpikir dan bertanya dalam hati, "Apakah seorang juara harus selalu no. 1?, Apakah seorang dikatakan berhasil jika dia selalu mendapatkan nilai yang baik?, Apakah seorang dikatakan pandai jika dia selalu mendapatkan ranking satu terus?, Apakah seorang dikatakan pandai dan berhasil jika dia selalu masuk sekolah favorit?".
Bila pertanyaan itu dikontarkan kepadaku jawabanku yaitu tidak. Mengapa? 

Pernah tidak berpikir bahwa, seseorang yang mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit itu hanya beberapa jumlahnya jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit. Lalu mau dikemanakan mereka yang terpinggirkan dan dianggap kurang pandai dan kurang berhasil itu?
Bukankah ada pernyataan semua manusia diciptakan unik! Itulah satu hal yang ku yakini. Dan aku berpikir bahwa semua manusia mempunyai keunggulannya masing-masing karena keunikkannya tadi. Maka, meskipun orang itu tidak mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit sekalipun tetapi aku tidak akan menganggapnya telah gagal dan sebagai anak yang bodoh. Mungkin si B tidak mendapat ranking 1 karena, ada masalah dengan motivasi belajarnya atau masalah-masalah yang lainnya. Dan jika si B bisa mengatasi masalahnya itu pasti dia juga bisa mendapatkan ranking 1. 
Pernah dengar atau membaca cerita tentang seseorang yang dianggap bodoh terus tidak sekolah kemudian malah bisa menemukan sebuah penemuan besar yang sangat penting di dunia. Nah itu adalah salah satu contoh bahwa seseorang yang tidak pernah mendapat ranking 1 atau mungkin lebih ektrimnya lagi seseorang yang tidak pernah mendapat ranking 10 besar atau mungkin yang selalu mendapat ranking terakhir di kelasnya sekalipun dia tetap bisa berhasil dan bisa maju dan pada akhirnya bisa dikatakan seorang yang melebihi seseorang yang mendapatkan ranking 1, jika dia bisa mengatasi masalah yang menjadi penghalang dalam hidupnya untuk maju. 

Pernah aku baca sebuah stiker yang berbunyi, "Untuk menjadi seorang yang pandai itu mudah tetapi untuk menjadi seorang yang pandai sekaligus baik itu yang sulit?." Mungkin pernah atau banyak kita temui seorang yang dikatakan pandai, dia selalu mendapat ranking 1 di kelasnya tetapi, ternyata orangnya sombong, pelit, tidak pernah menghargai orang lain, dsb. Apakah seseorang yang seperti itu juga bisa dikategorikan pandai lagi?. Jadi, kita harus lebih menghargai lagi semua orang, tidak memandang orang itu harus selalu dapat ranking 1 atau selalu dapat ranking terakhir sekalipun karena, semua orang adalah unik dan punya potensi yang sama jika dia mau dan berhasil mengalahkan masalah yang menghalangi hidupnya.

Menurutku orang bisa dikatakan juara adalah seorang yang bisa mengatasi masalah yang menghalangi hidupnya dan seorang yang tidak pernah menyerah menghadapi masalah dalam hidupnya.
eits....dan satu lagi, dia juga bisa berbagi kebaikan dengan semua orang. :D

Apa versi kalian tentang seorang juara? Mari berbagi?

Jumat, 31 Mei 2013

Tanggal 31 Mei 2013

mmm . . .
Ada apa dengan tanggal 31 Mei 2013?
Tanggal terakhir di bulan kali ini?
Punya pacar barukah?
pacar?....haha jangankan baru, wong sampai sekarang belum punya pacar....."huhuhu.....kasian2" :D
haha...
Tapi yang jelas hari jumat  tanggal 31 Mei 2013 ini, bukan mau ngomongin soal pacar.
Yap...hari ini atau tepatnya pagi tadi jam 08:00 WIB, akhirnya aku ujian pendadaran juga.
 Ujian untuk mempertanggungjawabkan skripsi. Mungkin ujian ini berkesan terlambat jika dibandingkan dengan beberapa temanku yang lain, karena tepat pada tahun ini aku sudah 5 tahun kuliah. Hehe...tapi ga papa, & tidak akan menjadi masalah untukku. Bagiku hari ini tetap aku syukuri karena akhirnya aku bisa ujian pendadaran juga, setelah sibuk ngurusi skripsi. Dan sudah pasti tanggal 31 Mei 2013 akan menjadi hari yang bersejarah untukku dan akan selalu ku kenang.

Apa yang mau ku bagi ke pembaca?
Banyak hal yang membahagiakan buatku, saat mau ujian pendadaran - setelah ujian pendadaran selesai.
Hal pertama yang membahagiakan adalah: skripsi akhirnya diacc oleh Dosen pembimbing dan diperbolehkan untuk mendaftar ujian pendadaran. Rasanya sudah tidak sabar ingin segera daftar - ujian- lulus. Pokoknya perasaannya waktu itu ingin segera lulus. Hehe...
Kedua adalah: saat melihat jadwal ujian pendadaran akhirnya ditempel di papan pengumuman.
Bagian kedua ini menjadi bagian yang membuatku senang sekali sekaligus bangga. Senang karena akhirnya benar-benar mau maju ujian pendadaran, bangga karena teman-teman yang lain akan melihat namaku di papan pengumuman.
Ketiga adalah: saat sudah selesai ujian pendadaran.
Rasanya lega sudah selesai ujian pendadaran. Akhirnya semuanya bisa berjalan dengan lancar. Terus aku rasanya sudah berada di ambang pintu keluar kehidupan kampus.
Tetapi, aku tidak mau terlalu berbesar hati, karena ini baru awal dari perjalanan hidup mandiriku.

Apa yang dapat aku pelalajari dalam ujian pendadaran?
Yang pasti banyak hal yang dapat aku pelajari selama dan saat ujian pendadaran, di antaranya:
  1. Belajar rilex dan santai
  2. Belajar berpikir positif
Belajar rilex dan santaiSelama ini aku orangnya cenderung tegang dan grogian.
Sebelum aku ujian pendadaran kemarin, aku mencoba untuk tidak tegang dan grogi seperti biasanya. Aku mencoba untuk mempersiapkan materi dan bahan yang mau saya presentasikan dengan sebaik-baiknya dan mencoba untuk tetap tenang.

Belajlar berpikir positif
Untuk menambah rilex dan santai dalam diri, aku mencoba untuk berpikir positif apa yang akan terjadi selama ujian pendadaran nanti. Caranya yaitu beranggapan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari Dosen selama ujian nanti bertujuan untuk membuatku semakin memahami apa yang aku tulis. Dan jika suatu ketika aku tidak bisa menjawabnya maka, hal itu juga akan membuat aku semakin memahami tulisanku dan akan membuat aku tahu di mana letak kekurangan dari tulisanku itu dan akan membuat skripsi ini semakin lengkap. Itulah yang coba kupikirkan berulang-ulang.

Yang pasti semua keberhasilan aku mencapai titik ini karena Tuhan, keluargaku tercinta - meski kadang aku masih merasa jengkel sama mereka (hehe....). Tidak lupa karena Dosen-dosen pembimbing, teman-temanku yang selalu menyemangati dan terakhir semua yang telah membantu dan mendoakan ku. Terimakasih untuk kalian semua. Tuhan memberkati kalian semua. :D

Tuhan aku bahagia karena hari ini- ujian pendadaranku- telah berjalan lancar,
Terimakasih masih setia berjalan bersamaku,
Semua ini karena berkat dan kebaikanMu....

GBU ALL....



Sabtu, 04 Mei 2013

Aku Rindu Ikut Doa Rosario.

Tak terasa sudah bulan Mei. Yang ku ingat di bulan Mei selalu ada doa rosario di lingkungan tempatku, gak tau kalau lingkungan yang lain hehe....
Tetapi, sudah begitu lama aku tidak ikut doa rosario di lingkungan. Karena apa? Alasannya karena capek, malas, banyak tugas, dll. Pokoknya jika mendengar ada doa-doa di lingkungan rasanya malas dan malas. Terakhir kali aku ikut doa rosario di lingkungan kapan ya? aku sudah lupa. Sepertinya saat aku masih SMA atau SMP dulu. Wah... sudah lama banget! Selama ini aku ngapain ya? Malaskah?

Di SMP maupun di SMA aku sudah mulai jarang berdoa rosario. Mungkin hanya satu atau dua kali aku ikut doa rosario di lingkungan. Aku terlalu banyak tugas itu alasanku. Padahal sebenarnya bisa ga ya aku menyempatkan sedikit waktuku untuk berdoa- "doa rosario." Aku berpikir seharusnya aku bisa, tetapi sugesti-sugesti dalam otakku mengatakan "aku malas dan banyak tugas."

Masih ingat dulu waktu aku masih SD, aku diajak bapak, ibu, dan kakakku untuk ikut doa rosario di lingkungan. Masih ingat aku waktu itu begitu semangat mengikuti doa-doa di lingkungan. Masih ingat waktu itu aku selalu punya kalung "tesbeh" rosario. Masih ingat waktu itu aku paling suka tesbeh rosario yang posfor, benar ga ya aku menyebutnya, pokoknya tesbeh rosario yang bisa menyala di malam hari. Masih ingat waktu itu aku bersama teman-teman SD-ku dengan semangat ikut doa rosario, sampai kami berlomba untuk mendapatkan giliran doa Salam Maria paling banyak dalam doa rosario, hehe rasanya bangga dan menang setiap kali aku bisa mendapatkan giliran doa Salam Maria paling banyak. Kami rela berebut datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk yang paling dekat dengan seseorang yang memimpin doa rosario, supaya mendapatkan giliran doa Salam Maria paling banyak. Haha begitu lucunya.

Tetapi begitu SMP, SMA, sampai sekarang masih belum lulus kuliah, aku berbeda. Aku tidak lagi aktif ikut doa rosario di lingkungan.

Tanggal 3 Mei 2013, kemarin malam tepatnya,
Aku pengen ikut doa rosario lagi di lingkunganku. Tidak tahu kenapa aku pengen ikut? tapi aku hanya pengen ikut. Awalnya aku lagi sibuk di laptop-ku, sibuk mengcopy foto-foto OMK ke flashdisk. Bapakku mengambil buku kidung adi dan mencari tesbeh rosarionya. Tanyaku pada bapak, "arep nang di Pak?"
Jawab bapakku, "arep doa rosaria." Jawabku, "bareng Pak, aku pengen melu." Jawab bapakku, "yo ayo."
Karena aku lama sibuk mencopy foto-foto OMK yang akan ku berikan kepada teman, yang rencananya foto-foto itu akan digunakan untuk presentasi pengenalan OMK kami saat acara anjangsana dengan OMK Boro hari sabtu malam ini. Bapakku pun pergi ke Kapel duluan. Sendirian!. Ibuku, kakakku, dan adikku. Juga tidak ikut doa rosario. Tidak tahu mengapa ibuku yang dulu ku kenal seorang yang rajin dan semangat ikut doa-doa di lingkungan, akhir-akhir ini tidak lagi aktif. Seingatku semenjak ibuku sudah tidak jadi pengurus di lingkungan, dia tidak lagi aktif di lingkungan. Aku sedih melihatnya... ya sangat sedih. Aku senang melihat ibuku yang dulu yang aktif di lingkungan, ibuku yang dekat dengan Tuhan. Dan aku akan lebih senang jika ibuku tetap aktif meskipun dia sudah tidak jadi pengurus lingkungan sekalipun. "Tuhan berkati ibuku supaya kembali aktif di gereja-Mu."
Ok lanjut ke ikut doa rosario.

Tepat jam 18.30 WIB sebelum ke Kapel aku mencari tesbeh rosarioku. Di kamarku aku sibuk mencarinya tapi, tidak juga ku temukan. Aku langsung ke kamar adikku dan pinjam tesbeh rosario milik adikku. Kemudian aku pun meluncur ke Kapel di tempatku untuk menyusul bapak mengikuti doa rosario. Sampai Kapel, ku lihat hanya ada 4 orang yang ikut doa rosario ditambah aku jadinya 5 orang. Sedikit banget ya? Berbeda dengan dulu waktu aku masih kecil yang ikut doa rosario banyak banget. Kemana sebenarnya orang-orang? Apakah mereka juga sibuk dengan kerjaannya masing-masing?..
haha gak usah bertanya yang enggak-enggak, la wong aku saja malas ikut doa rosario.

Sempat terlintas di benakku saat selesai doa rosario. Kemana ya tesbeh rosarioku, kok gak ada. Apa aku benar-benar sudah melupakan doa rosario sampai-sampai aku tidak ingat lagi kemana tesbeh rosarioku?
Kadang saat aku pergi ke tempat-tempat ziarah di goa-goa Maria, aku sering mengabaikan penjual tesbeh rosario, karena aku pikir aku masih punya tesbeh itu di rumah. Tetapi, kemarin malam baru aku sadari, aku sebenarnya sudah tidak punya tesbeh rosario lagi. Baru aku sekarang menyadarinya. Aku benar-benar telah lama meninggalkan-Nya.

Baik,. aku kemarin telah lama melupakan doa rosario tetapi sekarang aku rindu untuk ikut doa rosario.
Terkadang alasanku malas ikut doa rosario karena, doa rosario itu membosankan dan membuat ngantuk saja. Tetapi kini aku beranggapan bahwa doa rosario mengajarkan kesabaran seseorang dalam berdoa kepada Bunda dan Tuhannya.
Well... Selamat bulan Mei..selamat berdoa "rosario khususnya."

GBU All :D