Jumat, 06 Desember 2013

Tetap Percaya Masih Ada Kesempatan Selanjutnya

Akhirnya....kesempatan bekerja di Kalimantan aku lepas. 
Setelah banyak rasa keragu-raguan dalam diri, dan ada beberapa masukan yang aku ambil dari orang-orang di sekitarku, akhirnya keputusan untuk melepas kesempatan kerja itu ku ambil. Sedih memang, merasa bersalah memang. Sedih karena aku takut tidak akan mendapatkan kesempatan yang sama lagi, dan merasa bersalah karena, aku merasa seperti telah berbohong pada yayasan.
Tapi semua telah terjadi dan ga ada yang perlu ku sesali dalam-dalam, aku harus melanjutkan langkah ini. Semua impian dan harapanku harus ku kejar lagi...
Yah....keraguan dan ketakutan akan masa depan tetap ada, tapi aku tetap harus melangkah lagi.
Sepintas muncul di benakku, jika kesempatan kemarin sebenarnya adalah rencana Tuhan yang tepat untukku, aku tidak akan takut....
Aku tetap akan percaya, Tuhan akan membuat kesempatan-kesempatan yang baru padaku dan akan lebih indah dari yang dulu.
Satu yang pasti aku percaya, Dia tahu yang paling baik dan paling tepat untukku.
Mungkin aku sekarang ini harus lebih banyak belajar lagi, supaya nanti aku benar-benar telah siap untuk mengajar dan mendidik anak-anak.

Pernah kepikiran, mau kerja di luar Jawa yang dalam tanda kutip masih tertinggal baik dari saran dan prasarana ataupun dari segi-segi yang lainnya. Atau tetap kerja di Jawa yang fasilitas, sarana dan prasarananya jauh lebih lengkap dari daerah di luar Jawa?

Mau memajukan putra-putra bangsa atau mau mencari kehidupan yang lebih baik dalam tanda kutip bekerja di tempat yang fasilitasnya kumplit?

haha....
jujur- ternyta menjadi pencari kerja itu sulit dan banyak galaunya....hehe

Mau memajukan bangsa atau mau mencari kehidupan yang lebih layak?

Jika dipikir-pikir bekerja di luar Jawa itukan masih  tetap bekerja di negeri sendiri yaitu negeri Indonesia, bukankah begitu?
Andaikan semua guru di Indonesia itu dirotasi tempat kerjanya- yang dulu kerja di kota kemudian ditempatkan di daerah pelosok-pelosok dan tertinggal-begitu juga sebaliknya, supaya semuanya merasakan enak dan pahitnya tempat-tempat di negeri ini dan supaya semua guru tahu daerah mana yang sebenarnya memang perlu bantuan lebih. Dan yang lebih utama supaya bangsa ini benar-benar maju dan lebih maju lagi.

Andaikan.....
  










Karena, kalau tidak dirotasi sudah pasti semua orang pengennya kerja di tempat yang fasilitasnya lengkap dan canggih dan kalau bisa di sekolah yang berlebel favorit. Bukankah begitu?
haha..... inilah kegalauanku sekarang ini.

berharap semoga blog dan tulisan ini ada yang baca.
Selamat bulan Desember dan selamat menunggu hari Natal, bagi yg merayakannya...
BD...

Sabtu, 09 November 2013

Smua ku serahkan pada-Nya

Ups.... sudah bulan November, dan sekarang sudah pertengahan November...
lagi sempat buka blog ini lagi setelah kemarin-kemarin modemnya gak cukup plznya. hehe...

Oh ya akhirnya tuntas sudah masa-masa kuliah dan akhirnya tepatnya bulan Oktober kemarin aku benar-benar sudah lulus - karena sudah punya ijazah- dan juga sudah wisuda. *tnks a lot God.
Kini aku benar-benar berada di sebuah titik, di mana aku mencari pekerjaan, di mana aku membuat lamaran pekerjaan yang sesungguhnya, di mana aku mengirim lamaran, di mana aku menunggu balasan dari surat lamaranku, dan di mana akhirnya lamaranku akhirnya dijawab lewat telepon , tepatnya kemarin pagi. Tetapi ternyata sebuah jawaban yang cukup sulit karena, ternyata penempatan pekerjaannya di pulau Kalimantan. Tempat yang cukup jauh menurutku meskipun pada kenyataannya tempat itu masih masuk wilayah Indonesia...hehee....ternyata baru aku merasakan begitu luasnya negeri Indonesia ini...hehe meskipun sekarang ini aku pun belum pergi ke Kalimantan. Sebuah keputusan yang berat bagiku, karena harus meninggalkan Jogja. ya... ternyata baru ku sadari juga aku belum benar-benar mengenal Jogja secara dalam. 

Memang semua belum terjadi, wong ini tadi baru jawaban dari lamaranku kok dan memang belum ada kepastian apakah aku benar-benar akan mengambil keputusan untuk bekerja di Kalimantan. Tetapi ternyata bayang-bayang mau meninggalkan Jogja sudah menghantuiku, dan imajinasi-imajinasi "seandainya aku jadi ke Kalimantan pun bermunculan."
Pernah kepikiran aku ingin bekerja jauh dari orang tua, aku ingin mandiri. Yah sempat kepikiran seperti itu, tetapi ternyata baru menerima jawaban lamaran dan disebutkan penempatan di Kalimantan saja rasanya sudah cukup membuatku galau....hehe

Ternyata dalam diri dan pikiran ini banyak muncul segudang kekhawatiran. Kekhawatiran tentang hidupku nantilah, tentang bagaimana gajinya apakah bisa untuk menjalani hidupku, dan bagaimana jika aku sudah punya keluarga nanti apakah gajinya benar-benar cukup, dan kekhawatiran-kekhawatiran yang lainnya.

Kemarin-kemarin sempat berdoa supaya Tuhan memilihkan tempat pekerjaan yang tepat untukku
Sekarang bertanya-tanya, apakah Tuhan benar-benar sudah menjawab doaku dan apakah Dia sungguh sudah memilihkan tempat yang tepat untukku.
Kenapa aku jadi ragu begini.
Kenapa sekarang muncul segudang kekhawatiran dalam diriku.
Tuhan, jika memang benar itu pilihanMu, 
Ajari aku untuk menerima dan menjalani pilihanMu itu, supaya aku tidak tersesat.
Jika Engkau sudah memilihkannya untukku, yang akan terjadi pada hidupku biarkanlah terjadi.
Aku yakin bersamaMu aku tidak akan tersesat.
Smuanya kuserahkan padaMu Tuhan.....

Sekian dulu....sharing-sharing dariku....
smoga bermanfaat bagi smua....
BD

Rabu, 18 September 2013

Sulitnya Berkomitmen Itu ya...

Sudah bulan September, sudah lama ya aku tidak nulis di blog ini... hehehe
Kemana aku selama ini?
Aku sibuk kah?
haha...aku hanya menyibukkan diri dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Apa itu? tidak usah disebutkan.
Yang jelas. . .
Selama ini aku ternyata tidak lagi memegang komitmen-komitmenku. Ya baik itu kkomitmenku untuk dekat dengan Tuhan, dan komitmen-komitmenku yang ternyata tidak aku tepati. huhu...

Kemarin-kemarin aku gagal mempercepat revisi skirpsiku sehingga hampir 3 bulan sejak pendadaran, skripsiku baru aku jilid dan baru aku kumpulin di kampus. Selama itu aku setres dengan kegagalan untuk berkomitmen dengan pekerjaan dan deadline-ku. Dan karena setres itu aku makin malas berdoa ternyata...huh....
Aku jarang lagi ke kapel adorasi.
Dan ternyata hidupku berantakan akhir-akhir ini, semenjak aku jarang berdoa.
Tetapi....aku tetap bersyukur ternyata dalam keadaan galau dan kacaunya diriku, akhirnya skripsiku dapat selesai sampai tuntas sampai penjilidan dan beruntungnya aku masih diberi waktu dan kesempatan untuk mendaftar wisuda. Yap aku masih boleh ikut wisuda di saat hidupku ini kacau. Terimakasih Tuhan, Engkau masih sangat setia menemaniku,
Terimakasih Tuhan, Engkau tidak pernah melupakan komitmen dan janjiMu,
Terimakasih untuk semuanya Tuhan,
Akhirnya di saat hidupku kacau pun Engkau tidak pernah mmelepaskan genggaman tanganMu padaku.

Maaf lagi dan lagi aku menjauh dariMu
Maaf lagi dan lagi aku berbuat dosa...
Maaf ya...

Ok. kini aku tinggal nunggu wisuda dan hidup sebenarnya baru akan dimulai.
Aku yakin Engkau masih menemaniku dan akan menolongku Tuhan,
Semuanya ku serahkan padaMu.
Aku mau kembali bersemagat untuk berdoa denganMu.

Thanks a lot God"

Kamis, 11 Juli 2013

Mendengarkan Musik Bisa Mengobati Semangat Baru

Mendengarkan musik atau lagu-lagu kesayangan, lagu-lagu di radio, mp3 di komputer, di tape, atau pun di mana saja. Mendengarkan musik adalah salah satu hobiku, dari kecil aku suka dengerin musik di radio sebelum tidur. Akhir-akhir ini aku sering mendengarkan musik di radio memakai radio tape kecilku. Hanya pakai headset aku mendengarkan lagu-lagu di radio itu. Radio tape-ku itu sudah menemaniku sejak aku di SMA dulu, kira-kira tahun 2005, sudah lama kan? ya lumayan lama dan pasti modelnya juga sudah kuno. Tetapi bagiku tidak masalah model kuno, yang penting bisa menghiburku lewat lagu-lagu yang masih bisa ku dengarkan. 

Aku biasa tertarik dengan sebuah lagu melalui liriknya, ya jika suatu saat aku sedang mendengarkan sebuah lagu aku akan cermati liriknya dulu, jika lirik itu sangat menarik (baca: bisa menyemangati hidupku, menghibur hatiku) bagiku maka, aku pasti akan langsung tertarik dengan lagu itu. Biasanya saking tertariknya dengan sebuah lagu dari liriknya, begitu mendengarkan lagu tersebut aku akan mencatat beberapa bagian lirik lagu itu di HP-ku, kemudian aku cari lirik, penyanyi, dan lagunya di internet.

Kemarin malam aku mendengarkan sebuah lagu, sebenarnya aku pernah mendengarkannya tetapi aku lupa kapan tepatnya, tetapi karena sejak pertama aku sudah tertarik dengan lirik lagu itu, buru-buru tadi malam sambil mendengarkan lagu itu aku catat sebagian liriknya di Hp-ku. Kemudian barusan aku cari lagu, penyanyi, dan liriknya di internet, dan aku mendapatkannya. Lirik lagu ini sangat menyentuhku dan menurutku lagu ini juga bisa menyemangati seseorang yang mendengarkannya.
Begini sebagian liriknya di bagian refren-nya:

"ini bukan tentang piala
bukan juga tentang lencana
ini bukan tentang jadi juara
aku hanya seseorang, ingin bertualang
memandang dunia dari sudut yang berbeda"

Judul lagu itu  TUALANG oleh JONOTERBAKAR
bisa kalian dengarkan di https://soundcloud.com/tags/nyanyi%20gitaran

Saat setelah aku mendownload beberapa lagu dari Jonoterbakar, ada suatu perasaan dari dalam hatiku yang muncul,
"Bahwa apa pun panggilan hidup kita, mari coba nikmati dan terus semangat menjalani panggilan hidup kita itu"

Tidak tahu mengapa ada kalimat seperti itu yang tiba-tiba muncul dalam diriku, tetapi sesaaat aku mendengarkan lagu itu, aku berpikir mengapa penyanyi lagu itu bisa menciptakan lagu dengan lirik-lirik seperti itu?
Apakah benar pencipta lagu itu benar-benar menjalani hidup seperti lirik lagunya?
Jika ya...
menurutku sangat luar biasa
dan dia (pencipta lagu itu) menurutku sudah menikmati dan menjalani panggilan hidupnya sebagai seorang pencipta lagu dan penyanyi. Dia benar-benar menuliskan semua yang dia rasakan dalam hidupnya.

Belum selesai...entah kenapa tiba-tiba kepalaku pusing sekali hari ini.


Sabtu, 06 Juli 2013

Menuliskan Keinginan dalam Bentuk Kalimat-kalimat Positif

Masih ingat dengan tulisan yang pernah saya tulis di blog ini- tentang kalimat positif?

"Hidup ini bukanlah sekumpulan rangkaian pengalaman acak yang belum pasti arah tujuannya, tetapi hidup ini adalah suatu rangkaian pengalaman acak yang saling berhubungan yang sudah pasti arah tujuannya"

Kira-kira itu inti dari tulisan kalimat positif yang pernah saya tulis.
Jadi, kalau kita mau percaya dengan kutipan inti dari tulisan kalimat positif di atas, mari mulai hari ini kita tuliskan sesuatu yang positif supaya nantinya kita pun mengalami hal-hal yang positif dari yang kita inginkan.
Mari tuliskan mimpi-mimpi kita di manapun; di kertas, buku, atau di blog pribadi.


Aku mau menjadi . . .
"Guru yang baik buat murid-muridku"
Baik dalam artian: pandai mengajar pelajaran, tidak membeda-bedakan murid, pandai dalam memberikan contoh tingkah laku, dan pandai dalam mengajarkan murid untuk mau berbagi dan menghormati sesamanya (pandai dalam mengajar dan mendidik muridnya).
 Seperti kata Romo A. Mintara Sufiyanta, SJ, 
"Meskipun memiliki kerapuhan, para guru tetap dipanggil untuk menemani perjalan hidup anak-anaknya"
Jadi saat ini saya ingin mencoba untuk terus menjalani dengan senang dan rasa syukur panggilan yang sedang ku jalani ini. 

Apa impian kalian?
saya yakin pasti impian-impian kalian banyak sekali. Mari mencoba untuk menuliskannya satu per satu dan terus berjuang untuk mencapainya.

Berkah Dalem.:D

Kembali Secepatnya, & Tetap Yakin Kasih-Nya Tak Pernah Berubah

Lama tidak nulis di blog ini, kira-kira sudah sebulanan. 
Dalam sebulan ini aku mengalami banyak masalah. Masalah tentang diriku. Masalah dengan komitmenku. Aku melanggar komitmenku. Aku melanggar janjiku. Bukan masalah pacar atau masalah cinta yang lainya. Tetapi masalah pribadiku dengan Tuhan. 
Aku semula berjanji untuk terus setia dengan-Nya. Ternyata tidak semudah yang diucapkan. Ternyata memanggul salib (baca: mengikuti Tuhan) itu sulit dan berat. Maafkan aku Tuhan.
Kini aku merasa seolah jauh dari-Nya. Tapi, kini aku sadar dan tidak mau terlalu jauh lagi dari-Nya. Aku harus kembali, kembali mendekati-Nya. Karena, seperti yang pernah saya tulis dan ucapkan sebelumnya bahwa berada di dekat Tuhan dan menjalani hidup ini bersama-Nya adalah suaatu kebahagiaan yang tak terkira. 
Aku percaya Dia masih dan akan tetap Bapa yang baik. Dia tak pernah berubah, baik dulu, sekarang, maupun besok. Aku menyadari aku telah menjauh dari-Nya dan kini aku harus secepatnya kembali lagi dekat dengan-Nya. Aku harus sadar bahwa aku tidak akan bisa hidup dan tidak akan pernah bisa menemukan kebahagiaan apa pun saat aku jauh dari-Nya.

Tuhan aku mau kembali
Kembali berjalan bersamaMu
Maafkan segala dosaku yang membuatku menjauh dariMu
Memang sulit melawan cobaan dan godaan yang membuat ku menjauh dariMu
Tetapi aku yakin Kamu tidak tinggal diam 
Kamu pasti membantuku melawan semuanya itu
Tuhan maafkan aku
Aku rindu berjalan bersamaMu
BersamaMu adalah hal terindah dan termanis dari apa pun juga

Mari bangkit dan kembali yang merasa berdosa dan terlalu jauh dariNya.
"Saat kita merasa jauh dari-Nya, sadarlah dan kembalilah secepatnya kepada-Nya, percayalah bahwa hanya bersama-Nyalah kita akan merasa nyaman"

GBU....:D

Jumat, 07 Juni 2013

Versi juara-ku...

Pernah aku berpikir dan bertanya dalam hati, "Apakah seorang juara harus selalu no. 1?, Apakah seorang dikatakan berhasil jika dia selalu mendapatkan nilai yang baik?, Apakah seorang dikatakan pandai jika dia selalu mendapatkan ranking satu terus?, Apakah seorang dikatakan pandai dan berhasil jika dia selalu masuk sekolah favorit?".
Bila pertanyaan itu dikontarkan kepadaku jawabanku yaitu tidak. Mengapa? 

Pernah tidak berpikir bahwa, seseorang yang mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit itu hanya beberapa jumlahnya jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit. Lalu mau dikemanakan mereka yang terpinggirkan dan dianggap kurang pandai dan kurang berhasil itu?
Bukankah ada pernyataan semua manusia diciptakan unik! Itulah satu hal yang ku yakini. Dan aku berpikir bahwa semua manusia mempunyai keunggulannya masing-masing karena keunikkannya tadi. Maka, meskipun orang itu tidak mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit sekalipun tetapi aku tidak akan menganggapnya telah gagal dan sebagai anak yang bodoh. Mungkin si B tidak mendapat ranking 1 karena, ada masalah dengan motivasi belajarnya atau masalah-masalah yang lainnya. Dan jika si B bisa mengatasi masalahnya itu pasti dia juga bisa mendapatkan ranking 1. 
Pernah dengar atau membaca cerita tentang seseorang yang dianggap bodoh terus tidak sekolah kemudian malah bisa menemukan sebuah penemuan besar yang sangat penting di dunia. Nah itu adalah salah satu contoh bahwa seseorang yang tidak pernah mendapat ranking 1 atau mungkin lebih ektrimnya lagi seseorang yang tidak pernah mendapat ranking 10 besar atau mungkin yang selalu mendapat ranking terakhir di kelasnya sekalipun dia tetap bisa berhasil dan bisa maju dan pada akhirnya bisa dikatakan seorang yang melebihi seseorang yang mendapatkan ranking 1, jika dia bisa mengatasi masalah yang menjadi penghalang dalam hidupnya untuk maju. 

Pernah aku baca sebuah stiker yang berbunyi, "Untuk menjadi seorang yang pandai itu mudah tetapi untuk menjadi seorang yang pandai sekaligus baik itu yang sulit?." Mungkin pernah atau banyak kita temui seorang yang dikatakan pandai, dia selalu mendapat ranking 1 di kelasnya tetapi, ternyata orangnya sombong, pelit, tidak pernah menghargai orang lain, dsb. Apakah seseorang yang seperti itu juga bisa dikategorikan pandai lagi?. Jadi, kita harus lebih menghargai lagi semua orang, tidak memandang orang itu harus selalu dapat ranking 1 atau selalu dapat ranking terakhir sekalipun karena, semua orang adalah unik dan punya potensi yang sama jika dia mau dan berhasil mengalahkan masalah yang menghalangi hidupnya.

Menurutku orang bisa dikatakan juara adalah seorang yang bisa mengatasi masalah yang menghalangi hidupnya dan seorang yang tidak pernah menyerah menghadapi masalah dalam hidupnya.
eits....dan satu lagi, dia juga bisa berbagi kebaikan dengan semua orang. :D

Apa versi kalian tentang seorang juara? Mari berbagi?