Selasa, 13 Mei 2014

Tak Perlu Takut, Mari Coba Lagi, Jangan Menyerah Karena Tepian Pasti Ada Kawan!

Mari dengarkan lagu asyik, menginspirasi, dan pasti akan membuat semangat yang mendengarkannya, apalagi yang lagi terserang penyakit galau (hehe) karena, kerjaan ataupun kegagalan yang sedang dialami. Ini lagunya dan videonya . . .
 

Jika, ada yang kurang puas dan ingin mendownload video itu, silahkan kunjungi alamat yang saya cantumkan, karena saya juga mendownloadnya dari sana, selaat menikmati dan selamat terinspirasi oleh Jkt48/ Vienda & billy.

Jujur, aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan Jkt48, hehe bukan maksud untuk merendahkan pihak tertentu khususnya pihak Jkt48 ataupun penggemarnya. Mungkin karena aku lebih cenderung menyukai "musik-musik band", jadi aku tidak terlalu menyukai Jkt48. Tetapi entah kenapa, saat Jkt48 atau khusunya Vienda & billy/ Jkt48 lagi menyanyikan lagu itu aku langsung tertarik. Waktu itu kalau tidak salah aku dengar lagu itu dari sebuah radio, karena langsung tertarik khususnya dengan lirik-liriknya yang menyemangati, maka tanpa pikir panjang aku catat potongan-potongan lirik yang sempat aku ingat di Hp.ku, Dan tadi, aku begitu bersemangat untuk mencari video lagu itu di internet sampai akhirnya ku bagikan di blog ini, setelah mendapatkannya.

Bagian lirik yang membuatku terkesan dan paling ku ingat adalah di bagian refrenya, 

"Tepat di depan matamu ada sungai mengalir 
  Luas se-buah sungai yang besar
  Walaupun gelap dan dalam walaupun arusnya deras
  Tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah 
  Yaa, tepian pasti ada  
  Lebih percayalah pada dirimu
                  Di dalam hatimu juga ada sungai mengalir
                  Cobaan sungai berat yang pedih
                  Walau tak berjalan baik
                  Walau terkadang tenggelam
                  Tak apa mengulangi lagi dan janganlah menyerah
                  Di sana pasti ada tepian
                  Suatu saat kau pasti akan sampai" (Vienda & billy/ Jkt48 - River)


Walaupun gelap dan dalam walaupun arusnya deras - tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah
Walau tak berjalan baik, walau terkadang tenggelam - tak apa mengulang lagi dan janganlah menyerah, Di sana pasti ada tepian.
 Yah... pasti ada tepian, tak perlu takut untuk mencoba, jika gagal ayo tak apa ulangi lagi dan jangan menyerah!

Aku di sini juga mau berbagi sebuah cerita, dimana harus kalian ketahui bahwa cerita itu sebenarnya jauh dari kata semangat seperti yang kutuliskan di atas ataupun seperti kata-kata di lirik lagu river.
Cerita tentang pengalama ngeles, cerita ini pernah ku singgung di cerita-cerita sebelumnya, tetapi mungkin memang belum detail. Kali ini aku akan menceritakannya lebih jelas lagi.

Waktu itu aku ngeles akan IPA kelas  XII SMA yang mau menghadapi ujian nasional. Karena, tingkatnya kelas XII dan sudah mau UN, maka soal-soalnya pun mencakup keseluruhan selama di SMA, yaitu dari kelas X - XII. Yah karena cakupan soal-soalnya itu sangat banyak, aku pun terbebani sebenarnya saat ditawari untuk ngeles anak tersebut. Perlu diketahui sebenarnya masih banyak soal-soal yang belum ku pahami dan ku mengerti dengan betul, apalagi jjika harus ngeles seorang anak yang akan menghadapi UN. Tetapi yang pertama kali terpikirkan oleh ku adalah aku harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya tak peduli pengalaman itu nantinya akan menyenangkan atau mengecewakan. Aku pun menyanggupi untuk ngeles.

Dan pada akhirnya yang terjadi selama proses ngeles anak itu, banyak soal-soal yang tidak mampu aku terangkan dengan baik dan jelas karena, ternyata begitu banyak materi yang ku lupakan. Dan yang paling membuatku makin grogi adalah aku sebenarnya belum mengerti benar dan paham benar soal-soal tersebut. Mungkin tidak semua soal sih tapi, menurutku soal yang belum mampu aku jelaskan dengan benar lebih banyak daripada soal yang ku kuasai. Hingga, sampai ke pertemuan les yang ketiga, aku coba tawarkan pada adik itu, "gimana dik mau lanjut les lagi atau tidak?, kalau mau lanjut tolong besuk ditetapkan hari lesnya ya, supaya aku bisa persiapan dahulu. Atau seandainya tidak dilanjutkan juga tidak apa-apa, karena aku juga kasihan sama kamu'e." Begitulah kata-kata terakhirku pada adik/ anak itu. Aku memang sengaja memberikan penawaran supaya tidak membuat kecewa lebih lanjut pada anak itu. Dan akhirnya, aku tidak lagi dihubungi anak itu untuk ngeles lagi. Hehe... ok, tidak apa-apa ini semua harus aku terima dengan lapang dada dan tetap semangat itulah pikirku.

Tetapi, meskipun maksud dan keinginan pikiran ingin tetap maju dari kegagalan ngeles waktu itu. Ternyata ada setitik luka kecil yang masih tertinggal dalam hatiku, setitik luka itu adalah rasa malu. Ya rasa malu, ternyata aku malu karena gagal menjelaskan dengan baik kepada anak itu. Efek malu ini ternyata terus menghinggapiku dalam perjalanan langkah ke depan. Ada perasaan malu jika aku nanti ketemu dengan anak itu. Dan yang lebih parah ada perasaan malu yang luar biasa jika aku harus ketemu teman-teman anak itu. Yah waktu itu aku pernah cerita sedikit pada anak itu, bahwa aku kenal dengan temannya pada sebuah acara di gereja di parokiku. Tapi, ngomong-ngomong kenapa aku merasa malu? Jawabannya coba ku cari dan akhirnya ku temukan. Aku tidak ingin direndahkan aku tidak mau dipandang rendah, aku tidak mau terlihat begitu bodoh. Yah... mungkin itu beberapa alasan kenapa aku malu. Aku tidak mau terlihat bodoh dan kemudian aku tidak mau dipandang rendah. Just it!. 

Efek rasa malu ini ternyata terus menyelimutiku, hingga aku mandek atau malas lagi untuk aktif di salah satu kegiatan pendampingan PIA di paroki di gereja tempatku. Dan hal ini pun berimbas pada anak-anak/ kegiatan PIA di lingkungan wilayah tempatku, walau memang tidak terlalu terasa dan terlihat, tapi aku merasakannya, meskipun itu hanyalah salah satu faktor kecil, imbas mandeknya kegiatan PIA di wilayahku.  Yang ku rasakan aku ingin mengindari ketemu dengan temannya anak yang aku les itu. Huh.... kenapa dengan diriku? 

Mari mendengarkan lagu river lagi dan bernyanyi bersama . . .
". . . Walaupun gelap dan dalam walaupun arusnya deras
  Tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah 
  Yaa, tepian pasti ada  

  Lebih percayalah pada dirimu
                  Di dalam hatimu juga ada sungai mengalir
                  Cobaan sungai berat yang pedih
                  Walau tak berjalan baik
                  Walau terkadang tenggelam
                  Tak apa mengulangi lagi dan janganlah menyerah
                  Di sana pasti ada tepian
                  Suatu saat kau pasti akan sampai"

Tidak perlu ketakutan walaupun kau harus terpisah.
Yaa tepian pasti ada.
Tak apa mengulangi lagi, mencoba lagi, dan jangan menyerah
Di sana pasti ada tepian kok, ayo...!
Suatu saat kau pasti akan sampai...ayo....jangan menyerah!.

Huh...tak perlu takut gagal, tak perlu takut diremehkan dan dipandang rendah. Karena, masih ada satu orang yang percaya padamu yaitu Tuhan. Dia adalah satu-satunya yang paling mengerti dirimu. So'. . 

"Jadilah nekad dan coba lemparkan!"... 

Satu hal keinginanku aku ingin mencoba lagi, aku ingin nekat dan mencoba mencari lagi pengalaman-pengalaman lagi. Aku mau maju aku mau melanjutkan mengejar mimpiku. 

Mari teman-teman kita bangkit dari keterpurukan ataupun kegalauan kegagalan dan lanjutkan lagi mengejar mimpi-mimpi kita. Tuhan masih setia menjaga dan mendampingi langkah kita.

GBU :D

Jumat, 09 Mei 2014

Aku Belum Ketrima Lagi Untuk Menjadi Guru di Sekolah - Sabar :D

Hari rabu, 7 Mei 2014 kemarin aku mendapat informasi hasil tes Perekrutan guru IPA di suatu sekolah SMP di Yogyakarta. Hasilnya sayang sekali, aku belum beruntung lagi - aku belum ketrima jadi seorang guru yang mengajar di suatu sekolah. Huh... sedih memang, apalagi sekolah itu sudah lumayan dekat dari rumah, karena sekolah itu masih satu daerah Yogya hehe, tapi apa boleh buat, semua tetap aku terima dengan lapang dada dan tetap aku syukuri. Terimakasih Tuhan atas semua pengalamannya kemarin saat mengikuti tes, aku yakin pengalaman itu akan sangat bermanfaat buatku untuk menapaki jalan ke depan. Aku yakin Engkau pasti punya maksud dan rencana indah untukku, jadi, kegagalanku kemarin pasti akan ada gantinya lagi nanti, aku yakin Engkau sudah mempersiapkannya. Ya setidaknya itulah yang aku lakukan selama ini, aku tetap mau percaya padaNya.

Ambil positif lainya, mungkin Tuhan juga ingin aku untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya lagi sebelum benar-benar menjadi guru di sekolah nanti. Ok, aku akan melanjutkan langkahku ke depan lagi. 

Memang jujur sekolah kemarin adalah suatu sekolah Yayasan. Seperti cerita-ceritaku sebelumnya di blog ini, aku disuruh oleh PakLik.ku untuk mencoba tes CPNS. Jadi, sebenarnya saat mau dan saat mengikuti tes kemarin sempat ada keragu-raguan dalam diriku. Huh... baiklah, besok aku mau mencoba yang tes CPNS, semuanya ku serahkan padaNya, hasil akhir ku serahkan padaMu Tuhan.

Ada kebimbangan dan kekhawatiran dalam diri ini, karena usia sekarang semakin bertambah, tapi, aku mau tetap semangat dan tak perlu takut akan hidupku ke depan atau apa yang akan terjadi dengan hidupku nanti, yang pasti Tuhan selalu menuntun langkahku dan aku tak perlu takut dan bimbang. Tetap semangat, terus mencoba, tak perlu takut akan kegagalan, karena Tuhan selalu membimbingku.
"Kemana pun ku berjalan
Langkah Tuhan selalu berada di depanku
Dia menjaga langkahku
Agar kakiku tak tersentuh batu.

 Dia Bapa yang baik
Dia Bapa yang setia
Dia mengenal hatiku
Tak pernah tinggalkanku" (James Celosse - Burung nazar)

BD :D

Sabtu, 26 April 2014

Berbagi Hobi - Nonton Bola di TV & klub Idolaku

Hey...hey...hey... aku muncul lagi.
Kali ini aku mau bercerita dan berbagi tentang hobi.ku yang selama ini (dalam blog ini) belum sempat aku bagi. (Semoga nantinya dapat berguna dan bisa jadi bahan pertimbangan buat para cewek yang mau jadi pendamping hidupku hehehehehe......bercanda, tapi tetap serius haha :D).

Sejak kecil, tepatnya sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), aku menyukai sepak bola. Saking sukanya pada sepak bola, dulu hampir setiap sore di kampung atau setiap pagi sebelum pelajaran di mulai ataupun setiap jam istirahat pelajaran aku sering bermain sepak bola bersama teman-teman. Kesukaanku pada sepak bola pun merembet pada tontonnan acara di TV. Hampir setiap ada acara sepak bola di TV, aku pasti nonton. Tetapi uniknya, aku tidak menjagokan klub manapun dalam pertandian di suatu liga. Intinya dalam otakku waktu itu adalah yang penting aku nonton bola. bola, dan bola...hehehe.

Kejadian aneh dan unik ini tetap berlanjut sampai memasuki bangku SMA. Hingga di suatu hari ada seorang teman SMA yang mengku fansi.nya MU, bertanya kepadaku, "Nggar, klub favoritmu apa.e, kwe njago klub apa.e?." Aku bingung mau menjawab klub apa, selama ini ak tidak menjagokan klub manapun dan hanya menikmati acara sepak bola dalam TV, ya hanya itu. Pertanyaan tadi tidak langsung aku jawab, aku masih bingung menentukan klub jagoanku, sambil aku berusaha untuk mencari-cari setiap memori dalam otakku, kira-kira aku akan memilih/ menjadi fansnya klub apa ya?.
Entah berawal dan bermula dari apa, saat menonton bola di TV, aku dulu sempat takjub dengan gaya mainya si "Owen" yang kala itu masih membela klub Liverpool. Mungkin karena Owen berbadan kecil kayak badanku makanya, aku pun sempat terkesima dengan permainannya. Dan dari alasan itulah aku pun bisa menjawab pertanyaan teman SMA.ku tadi. Sejak saat itulah aku putuskan untuk menjadi fansnya klub Liverpool. Hingga kini. 

Ada hal-hal yang aneh seketika aku bisa menjawab pertanyaan teman SMA.ku. Gaya.ku nonton bola di TV jadi berubah drastis. Aku yang dulu asal nonton bola dan yang penting nonton bola, akhirnya berubah, yang aku tonton hanya Liverpool. Aku seperti harus tahu seluk-beluk klub favoritku ini. Hampir semua jadwal pertandingan Liverpool di TV aku tonton, aku pun banyak mencari sejarah-sejarah yang berhubungan dengan Liverpool supaya aku tidak memalukan saat ditanya, "Siapa sajakah legenda liverpool?", misalnya. Karena, jujur setelah aku berhasil menjawab pertanyaan teman SMA.ku tadi, ternyata temanku mengajukan pertanyaan selanjutnya kepadaku, "Siapakah pelatih Liverpool saat ini (2004)?", katanya, dan aku hanya kembali terdiam tidak bisa menjawabnya. Untuk itu hal-hal yang berhubungan dengan Liverpool aku baca, berita harian dan mingguan klub ini aku ikuti lewat membaca koran-koran di perpustakaan sekolah. 

Ada hal yang paling berkesan bagiku saat menonton Liverpool di TV. Saat itu masih SMA, tadi aku bercerita hampir setiap pertandingan Liverpool di TV aku tonton, dan tak terkecuali pertandingan Liverpool di arena liga Champions. Karena, pertandingan liga Champions disiarkan dini hari di TV, maka aku pun rela memasang alarm supaya bisa membangunkanku untuk menonton dan mendukung klub favoritku itu. Untuk menjaga kondisi badanku, siang sehabis pulang sekolah aku paksakan untuk tidur lama, supaya malam dan dini harinya nanti bisa bangun untuk melihat Liverpool. Hal-hal dan kejadian-kejadian itu sungguh membuatku nyaman dan bersemangat dan begitu mengesankan. hehe...  Bangun pagi sebelum keluargaku pada bangun dan mendukung klub favorit mempunyai kesan tersendiri buatku. Sungguh waktu dan kesempatan yang tak terlupakan.

Tetapi ada hal yang mengharukan bahkan sampai sekarang. Waktu itu ada seorang teman SMA juga yang sama-sama mengidolakan Liverpool. Dia bertanya kepadaku, "Nggar kwe duwe kaose liverpool ora?." Dengan sedikit malu aku pun menjawabnya, "ora?." Katanya lagi, "lha pye pendukug Liverpool kok ra dwe kaose?." Hehehe... dan jawabku tetap mantab meskipun rada malu, " yo ben aku mendukung Livepool dengan hatiku kok, soal kaos gampang." hehe itulah jawabanku waktu itu kurang lebihnya yang masih aku ingat dan kenang sampai sekarang. Ada lagi kejadian yang membuat galau berkepanjangan waktu mendukung Liverpool, adalah ketika Liverpool sedang kalah dan waktu itu aku sudah rela bangun pagi demi Livepool. Karena terbawa saking sedihnya, aku pun malas untuk pergi ke Kampus (kali ini aku sudah duduk di bangku Universitas...hehe), aku hanya tidur sampai siang...hehe itu juga merupakan kenangan saat aku masih kuliah.

Setiap hari aku berharap dan percaya bahwa Liverpool akan juara liga lagi, aku sudah menunggunya lama banget sejak SMA hingga kini. Dan kini Liverpool berada di papan teratas pemimpin klasemen sementara liga Inggris. Aku berharap Liverpool terus fokus dan semangat bermain dan yang paling penting bermain baik hingga akhir musim. Tetapi, jika kenyataanya Liverpool gagal lagi juara liga, aku tetap masih setiap mendukung kalian the Reds! smngt..... itu salam dariku.

Hal yang paling aku impikan sebagai fans Liverpool, adalah bisa nonton langsung pertandingan Liverpool di stadion Liverpool- Anfield....;D
Haha begitulah sedikit berbagi tentang hobi dan klub favoritku....

salam dariku :D
anandautama04.blogspot.com
http://indonesia.liverpoolfc.com/news/latest-news/berharganya-para-suporter-di-mata-luis-garcia

naufal-juniardi.blogspot.com



Hidup akan Terus Berjalan - Selamat Jalan Simbah (Simbok) ku

Hey . . .
Aku mau berbegi cerita sedikit tetang seorang nenekku, biasanya aku memanggilnya "Simbok" (bahasa jawa). Tepatnya hari Rabu, 16 April 2014, beberapa hari yang lalu simbok.ku telah berpulang ke sisi Tuhan. Sedih memang tapi hidup harus terus berjalan. Ada suatu kebahagiaan  yang kurasakan meskipun simbokku telah meninggal, dan bukan maksud aku bahagia dengan kehilangan simbok. Tetapi karena, sebelum meninggal ini simbok menderita kanker. Aku selalu berharap bahwa simbok bisa terbebas dari penyakit kankernya. Ya berharap pada Tuhan tentunya...hehe. Dan mungkin berpulangnya simbok kali ini adalah sebuah jawaban dari Tuhan, untuk membebaskan simbok.ku dari penyakit kankernya. Aneh memang, dan sulit bisa diterima. Tetapi aku tetap percaya, meskipun ini sebuah hal yang aneh. Tuhan telah menjawab doaku, sekarang simbokku telah terbebas dari kankernya dan bebas dari penderitaan hidup. Aku percaya sekarang simbok sudah tenang di sana bersama Tuhan. Aku mau percaya, Tuhan punya caranya sendiri dan Dia tahu cara yang terbaik bagi umatnya. Selamat jalan simbok. Doa.ku selalu menyertaimu. Apapun rencanaMu Tuhan, meskipun terkadang menyakitkan bagiku tetapi aku percaya hal itu merupakan jalan terbaik bagi umatmu, karena, Engkau tahu segala-galanya. Terimakasih Tuhan.

Meninggalnya simbokku kermarin juga mengiatkanku akan kehidupan ini. Kehidupan ini hanya sebentar. Simbok.ku telah berpulang, yang tua sudah berpulang. Orang tua.ku kini adalah orang tertua dalam silsilah kehidupanku. Tidak berapa lama lagipun aku akan menua. Hehe itu pasti. Inilah kehidupan, kita yang masih hidup di dunia ini, diibaratkan sedang mengantri untuk menunggu panggilan dari Yang Kuasa. Yang perlu dipersiapkan adalah kita harus siap menerima surat panggilan pemberhentian hidup dari Tuhan...hehe....(terlalu dramatis ya). Intinya kita harus siap sedia setiap waktu.

Oh ya, kemarin pas hari raya Wafat Tuhan Yesus, di dalam khotbahnya Romo sempat mengiatkan, "bahwa Tuhan memanggil hidup kita, tidak berurutan. Jadi, yang duluan meninggal tidak mesti dimulai dari yang usianya tua, tetapi yang muda bahkan yang masih bayi pun bisa dipanggil setiap waktu. So' yang merasa masih muda jangan kePedean dulu...hehe..."

Tidak perlu takut akan akhir hidup ini atau takut akan saat Tuhan memanggil hidup kita. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah membuat dan mengisi kehidupan ini lebih berarti, berarti bagi sesama dan bagi Tuhan tentunya. Sehingga nantinya kita tidak akan kecewa dengan hidup kita saat akhir hidup kita telah tiba. 

 wah, wah ... wah, kata-kataku sekarang terlalu religius dan sudah mirip para pemimpin agama...hehe... but anything, semoga tetap menjadi berkat dan bisa saling berbagi dan belajar tentang kehidupan ini. :D

"Sugeng Paskah bagi yang merayakanya, semoga Sengsara. Wafat, dan Kebangkita Kristus menjadi teladan bagi kita untuk berani memperjuangkan kebenaran meskipun perjuangan yang harus dilalui sungguh berat. Tetap semangat menjalani hidup bagi kita semua. GBU :D

Selasa, 25 Maret 2014

Ingat 5% Bakat dan 95% Kerja Keras....& Ingat Thomas Alva Edison :D

Sudah bulan Maret...dan sudah akhir bulan. 

5% Bakat dan 95% Kerja Keras.
Aku jadi ingat kenangan masa lalu, waktu duduk di bangku SMA. Di jamanku penjurusan untuk program IPA, IPS, dan Bahasa dimulai di kelas 2 atau kelas XI. Ada suatu yang memprihatinkan bagiku saat mau memilih jurusan. Sebelum memasuki dan memilih penjurusan biasanya disuatu sekolah ada namanya tes psikologi, di sekolahku waktu itu juga ada. Hasil tes psikologiku waktu itu menyarankan bahwa aku lebih cocok di jurusan IPS. Tetapi setelah bersharing-sharing dengan om/lik.ku, akhirnya ku putuskan untuk memilih dan masuk jurusan IPA. Selain ada tes psikologi biasanya untuk bisa masuk ke jurusan, akan dilihat juga nilai-nilai pelajaran yang mengarah ke jurusan yang dipilih. Apesnya waktu itu nilai-nilai pelajaran-ku yang mengarah ke jurusan IPA bisa dibilang mepet. Yang paling lumayan adalah pelajaran Biologi, yah cukup jauh dari standar ketuntasan minimallah, nilai Kimia sangat dekat bahkan sellisih dikit dari standar ketuntasan minimal, matematika juga demikian tetapi lebih lumayan dari kimia. Maklum sejak SD - SMP aku tak begitu tertarik dengan dunia hitung-menghitung. Dan yang paling mengagetkan nilai fisikaku tidak diisi di saat kenaikan kelas/ di akhir kelas X. Katanya guru wali waktu itu, "jika ada pelajaran yang tidak diisi nilainya, hal itu dikarenakan nilainya sangat tidak tuntas." Hahaha..... bisa dibayangkan nilai fisika.ku saat mau masuk penjurusan tidak ada... beruntungnya sekolahku tidak terlalu ketat untuk masalah penjurusan ini, dan lebih mengutamakan minat. Dan yang menejutkan kini aku lulusan pendidikan fisika...hehe mantab bukan. Tapi meski nilai fisika.ku diakhir kelas X tidak diisi, tapi di kelas XI-XII, aku berjuang mati-matian hingga akhirnya aku pun dapat sedikit mengejar ketertinggalanku pada fisika, dan waktu mau mendaftar ke Universitas, guru fisika kelas X itu pun akhirnya mau menuliskan nilai fisika.ku yang lama hilang itu...hehehe...
Itu cerita singkat perjalanan.ku memilih jurusan di SMA.

Dan kini aku benar-benar sudah lulus dari pendidikan fisika. Dan sebentar lagi menjadi guru. Memang sekarang belum menjadi guru di sekolah, tetapi baru menjadi guru les privat dan guru tentor di bimbel...hehe tapi, aku akan terus berjuang untuk melanjutkan mimpiku menjadi seorang guru - guru di sekolah. Kalian tahu tidak? Terkadang dulu waktu masih duduk di bangku kampus, aku sering ragu dan down dengan pilihan ku di pendidikan fisika, tetapi "5% bakat dan 95% kerja keras" selalu menguatkanku, dan sejarah hidupnya si-Thomas Alva Edison pun juga ikut menguatkan hidupku, kok bisa tahu?, haha ya karena, aku cari biografi si-Thomas Alva Edison dan ku suka membacanya.
Ha...kini aku mau membuktikan sekaligus uji coba hahaha....bahwa 5% bakat 95% kerja keras adalah benar seperti Thomas Alva Edison. Yah... seperti beliau.
Dan jika sudah membaca biografi beliau, selalu aku disadarkan bahwa setiap orang diciptakan unik adanya dan semua orang memiliki peluang yang sama untuk meraih mimpinya.
Mari kita kerja keras.....hehehe
Aku percaya aku di sini (pendidikan fisika) tidak kebetulan, dan aku percaya bahwa masing-masing dari kita diciptakan unik. Karena Tuhan baik.
GBU...:D

Sabtu, 22 Februari 2014

Jadi Guru Yayasan atau PNS..?

Hey...
ini jam 4:20 WIB... sudah pagi...subuh tepatnya, dan aku belum tidur... 7_7...
Kali ini aku mau berbagi tentang pilihan perkerjaan ke depan.
Dulu waktu mau masuk kuliah dan awal-awal kuliah, aku mempunyai keinginan untuk menjadi seorang PNS, tepatnya Guru Negeri. Sejak kecil orangtuaku selalu meninginkan aku nanti bisa masuk PNS, katanya PNS itu hidupnya akan lebih mapan. Mapan karena gajinya sudah pasti dan jumlahnya juga lumayan, cukuplah untuk menghidupi kehidupan yang menengah. Dan orangtuaku selalu cerita bahwa dulu dia dan keluarganya juga bercita-cita menjadi seorang PNS. Mungkin itulah salah satu faktor mengapa mereka begitu menganjurkan aku untuk masuk PNS.
      Aku pun termotivasi untuk bisa -ketrima suatu saat nanti- menjadi PNS. Tetapi keinginan itu muncul di awal-awal aku kuliah, dan tiba-tiba di pertengahan kuliah keinginanku mulai berubah. Aku berencana untuk menjadi guru Yayasan. Aku merasa bahwa bekerja di sekolah yayasan rasanya nyaman, dan membuat hatiku damai dan tenang. Aku merasa di sekolah Yayasan banyak budaya-budaya yang tidak akan aku temui jika jadi PNS. Budaya-budaya di sekolah Yayasan begitu damai, ya itulah yang ku pikirkan dan ku rasakan. Aku tidak tahu mengapa bisa seperti itu. 
      Dan kini aku sudah lulus kuliah, aku begitu bersemangat untuk mendaftar menjadi guru di sekolah Yayasan, sudah beberapa sekolah yang ku lamar meskipun hingga kini aku belum mendapatkan pekerjaan jadi guru Yayasan itu. Sampai sekarang aku belum menyerah. Tetapi, tepatnya satu minggu yang lalu aku pergi ke rumah nenekku dan di sana juga merupakan rumah lik-ku. Tiba-tiba aku mendapat suatu arahan yang berlawanan dari keinginan untuk jadi guru Yayasan. Ya.. lik-ku yang notabene adalah adik kandung ibukku mempunyai keinginan yang sama dengan ibukku khususnya. dia ingin aku menjadi guru negeri. Alasanya pun sama bahwa PNS hidupnya akan lebih terjamin dan lebih bisa bekembang daripada seorang guru Yayasan. Aku bingung. Bagiku guru Yayasan tetap bisa hidup terjamin. Dan menurutku gambaran tentang hidup terjamin bukakn soal uang atau gaji yang akan diterima. Buktinya banyak di luar sana guru Yayasan yang tetap bisa hidup. 
        Yah...aku bingung...likku sangat sedih jika nantinya aku milih jadi guru Yayasan daripada PNS. Aku memang mungkin belum berpengalaman tentang hidup, aku memang mungkin belum tahu banyak, aku memang mungkin belum bisa berpikir panjang. Tetapi aku ingin hidup bukan untuk uang, bukan uang tujuan hidupku, bukan!. Aku ingin jadi guru! yah...guru yang mengabdi bagi bangsa, bagi murid-murid/ anak didikku, dan bukan untuk uang!... Aku ingin mengabdi bukan mencari kekayaan bukan jadi orang kaya. 
        Tetapi, ada suatu pilihan yang coba ditawarkan untuk diriku dari likku. Aku disuruh untuk menunggu sampai tahun 2017, untuk tetap melamar menjadi PNS di daerah asalku.
Entah kenapa... sekarang semangat untuk menjadi guru Yayasan surut. Dan aku mau memilih untuk mencoba mendaftar PNS. Mencoba dulu...ya...coba...jika gagal pindah ke pilihan kedua.
Tetapi, tetap saja keinginanku jadi guru yang mengabdi masih sama meskipun aku mau mengalihkan pijakan dan arah jalanku ke PNS. Jika nanti aku ketrima jadi PNS, impian dalam diri ini tetap sama, yaitu menjadi guru yang mau dan berani mengabdi dan mendidik untuk Bangsa dan untuk anak-anak didikku. Bukan untuk menjadi kaya...
karena inilah pilihanku sejak awal menjadi seorang guru - kita tahu bahwa menjadi seorang guru tidak bisa jadi orang kaya, atau ada pernyataan lain jika mau jadi orang kaya jangan jadi guru!- Tuhan kamu pasti tahu diriku lebih daripada diriku sendiri. Bimbing aku ke jalan yang tepat. Jika ucapan dan kata-kataku ini hanya hayalan bodoh dan semu, tetap bimbing langkahku..
Kamu tahu apa pun yang terjadi nanti pada diriku, semua hanyaa karena anugerahMu semata.
hehe....
BD...:D

Rabu, 05 Februari 2014

Pengalaman Ngeles

     Kali ini aku akan mencoba memulai berbagi tentang pengalaman pekerjaanku. Hehe... meskipun aku memang belum bekerja tetapi setidaknya selama ini aku tidak benar-benar menjadi pengangguran karena, aku masih sempat ngelesi seorang anak semacam ngeles privat. Yah pekerjaanku ini belum banyak karena seminggu hanya satu kali dan hanya satu orang yang aku les privat di awal tahun 2014 ini, tetapi itu tetap menjadi sebuah pengalaman yang berharga buatku. 
     Pertama kali aku berani untuk les privat tepatnya akhir tahun 2013, tahun itu, secara tidak terduga aku ngeles privat tiga anak. Satu anak kelas 7 SMP, dan dua anak lainya kelas X SMA. Awal aku ngeles ini karena ditawari oleh seorang teman. Kesan dan perasaanku saat ditawari untuk ngelesi pertama kali adalah takut, bingung, grogi, pokoknya campur aduk. Takut karena, aku sadara diri bahwa aku ini bukan orang jenius, dan aku bukan orang pandai benar. Mungkin gambaran lebih jelasnya kecerdasanku ini hanya sedang-sedang saja, hehe... Tetapi aku tak mau melepaskan kesempatan untuk mencoba dan menambah pengalaman baru. Aku merasa bahwa aku harus menerima tawaran ini, jadi waktu itu aku tetap nekat untuk berani ngeles privat. Pernah aku ngeles tidak dikasih honor, tetapi sejak awal niatku cuma satu yaitu menambah pengalaman jadi bukan uang yang utama. Jadi, gak' masalah.
      Tahun 2014, les privat tahun lalu tidak diperpanjang. Tetapi, beruntung kemarin lagi-lagi ada seorang teman yang menawari untuk ngeles privat, dan langsung aku terima walaupun sebenarnya yang ini anak kelas XII SMA, jaadi materinya lebih banyak dari kelas X - XII SMA. Sempat takut dan kawatir lagi tetapi aku tetap nekat demi sebuah pengalaman. 
         Di saat ngeles kemarin ternyata banyak materi yang terlupakan. Sebenarnya ada beberapa yang lupa tetapi ada yang menyesakkan karena, dulu belum paham benar waktu SMA, dan saat kuliah masih juga belum jelas, eeh sekarang berhadapan langsung untuk menjelaskan. Menjadi guru memang tidak mudah harus terus belajar dan belajar. Tapi, inilah pilihan jalan hidupku, aku harus terus maju dan maju, aku tak akan takut diremehkan, direndahkan, biarah berdarah-darah. Karena dengan semua pengalaman ini aku akan berkembang.

Membuat sebuah lompatan kecil kemudian lompatan besar.
Tuhan pasti menolongku.
"Sebab jika aku lemah, maka aku kuat" (2 Kor 12:10)