Jumat, 07 Juni 2013

Versi juara-ku...

Pernah aku berpikir dan bertanya dalam hati, "Apakah seorang juara harus selalu no. 1?, Apakah seorang dikatakan berhasil jika dia selalu mendapatkan nilai yang baik?, Apakah seorang dikatakan pandai jika dia selalu mendapatkan ranking satu terus?, Apakah seorang dikatakan pandai dan berhasil jika dia selalu masuk sekolah favorit?".
Bila pertanyaan itu dikontarkan kepadaku jawabanku yaitu tidak. Mengapa? 

Pernah tidak berpikir bahwa, seseorang yang mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit itu hanya beberapa jumlahnya jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit. Lalu mau dikemanakan mereka yang terpinggirkan dan dianggap kurang pandai dan kurang berhasil itu?
Bukankah ada pernyataan semua manusia diciptakan unik! Itulah satu hal yang ku yakini. Dan aku berpikir bahwa semua manusia mempunyai keunggulannya masing-masing karena keunikkannya tadi. Maka, meskipun orang itu tidak mendapat ranking 1, juara 1, dan masuk sekolah favorit sekalipun tetapi aku tidak akan menganggapnya telah gagal dan sebagai anak yang bodoh. Mungkin si B tidak mendapat ranking 1 karena, ada masalah dengan motivasi belajarnya atau masalah-masalah yang lainnya. Dan jika si B bisa mengatasi masalahnya itu pasti dia juga bisa mendapatkan ranking 1. 
Pernah dengar atau membaca cerita tentang seseorang yang dianggap bodoh terus tidak sekolah kemudian malah bisa menemukan sebuah penemuan besar yang sangat penting di dunia. Nah itu adalah salah satu contoh bahwa seseorang yang tidak pernah mendapat ranking 1 atau mungkin lebih ektrimnya lagi seseorang yang tidak pernah mendapat ranking 10 besar atau mungkin yang selalu mendapat ranking terakhir di kelasnya sekalipun dia tetap bisa berhasil dan bisa maju dan pada akhirnya bisa dikatakan seorang yang melebihi seseorang yang mendapatkan ranking 1, jika dia bisa mengatasi masalah yang menjadi penghalang dalam hidupnya untuk maju. 

Pernah aku baca sebuah stiker yang berbunyi, "Untuk menjadi seorang yang pandai itu mudah tetapi untuk menjadi seorang yang pandai sekaligus baik itu yang sulit?." Mungkin pernah atau banyak kita temui seorang yang dikatakan pandai, dia selalu mendapat ranking 1 di kelasnya tetapi, ternyata orangnya sombong, pelit, tidak pernah menghargai orang lain, dsb. Apakah seseorang yang seperti itu juga bisa dikategorikan pandai lagi?. Jadi, kita harus lebih menghargai lagi semua orang, tidak memandang orang itu harus selalu dapat ranking 1 atau selalu dapat ranking terakhir sekalipun karena, semua orang adalah unik dan punya potensi yang sama jika dia mau dan berhasil mengalahkan masalah yang menghalangi hidupnya.

Menurutku orang bisa dikatakan juara adalah seorang yang bisa mengatasi masalah yang menghalangi hidupnya dan seorang yang tidak pernah menyerah menghadapi masalah dalam hidupnya.
eits....dan satu lagi, dia juga bisa berbagi kebaikan dengan semua orang. :D

Apa versi kalian tentang seorang juara? Mari berbagi?

Jumat, 31 Mei 2013

Tanggal 31 Mei 2013

mmm . . .
Ada apa dengan tanggal 31 Mei 2013?
Tanggal terakhir di bulan kali ini?
Punya pacar barukah?
pacar?....haha jangankan baru, wong sampai sekarang belum punya pacar....."huhuhu.....kasian2" :D
haha...
Tapi yang jelas hari jumat  tanggal 31 Mei 2013 ini, bukan mau ngomongin soal pacar.
Yap...hari ini atau tepatnya pagi tadi jam 08:00 WIB, akhirnya aku ujian pendadaran juga.
 Ujian untuk mempertanggungjawabkan skripsi. Mungkin ujian ini berkesan terlambat jika dibandingkan dengan beberapa temanku yang lain, karena tepat pada tahun ini aku sudah 5 tahun kuliah. Hehe...tapi ga papa, & tidak akan menjadi masalah untukku. Bagiku hari ini tetap aku syukuri karena akhirnya aku bisa ujian pendadaran juga, setelah sibuk ngurusi skripsi. Dan sudah pasti tanggal 31 Mei 2013 akan menjadi hari yang bersejarah untukku dan akan selalu ku kenang.

Apa yang mau ku bagi ke pembaca?
Banyak hal yang membahagiakan buatku, saat mau ujian pendadaran - setelah ujian pendadaran selesai.
Hal pertama yang membahagiakan adalah: skripsi akhirnya diacc oleh Dosen pembimbing dan diperbolehkan untuk mendaftar ujian pendadaran. Rasanya sudah tidak sabar ingin segera daftar - ujian- lulus. Pokoknya perasaannya waktu itu ingin segera lulus. Hehe...
Kedua adalah: saat melihat jadwal ujian pendadaran akhirnya ditempel di papan pengumuman.
Bagian kedua ini menjadi bagian yang membuatku senang sekali sekaligus bangga. Senang karena akhirnya benar-benar mau maju ujian pendadaran, bangga karena teman-teman yang lain akan melihat namaku di papan pengumuman.
Ketiga adalah: saat sudah selesai ujian pendadaran.
Rasanya lega sudah selesai ujian pendadaran. Akhirnya semuanya bisa berjalan dengan lancar. Terus aku rasanya sudah berada di ambang pintu keluar kehidupan kampus.
Tetapi, aku tidak mau terlalu berbesar hati, karena ini baru awal dari perjalanan hidup mandiriku.

Apa yang dapat aku pelalajari dalam ujian pendadaran?
Yang pasti banyak hal yang dapat aku pelajari selama dan saat ujian pendadaran, di antaranya:
  1. Belajar rilex dan santai
  2. Belajar berpikir positif
Belajar rilex dan santaiSelama ini aku orangnya cenderung tegang dan grogian.
Sebelum aku ujian pendadaran kemarin, aku mencoba untuk tidak tegang dan grogi seperti biasanya. Aku mencoba untuk mempersiapkan materi dan bahan yang mau saya presentasikan dengan sebaik-baiknya dan mencoba untuk tetap tenang.

Belajlar berpikir positif
Untuk menambah rilex dan santai dalam diri, aku mencoba untuk berpikir positif apa yang akan terjadi selama ujian pendadaran nanti. Caranya yaitu beranggapan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari Dosen selama ujian nanti bertujuan untuk membuatku semakin memahami apa yang aku tulis. Dan jika suatu ketika aku tidak bisa menjawabnya maka, hal itu juga akan membuat aku semakin memahami tulisanku dan akan membuat aku tahu di mana letak kekurangan dari tulisanku itu dan akan membuat skripsi ini semakin lengkap. Itulah yang coba kupikirkan berulang-ulang.

Yang pasti semua keberhasilan aku mencapai titik ini karena Tuhan, keluargaku tercinta - meski kadang aku masih merasa jengkel sama mereka (hehe....). Tidak lupa karena Dosen-dosen pembimbing, teman-temanku yang selalu menyemangati dan terakhir semua yang telah membantu dan mendoakan ku. Terimakasih untuk kalian semua. Tuhan memberkati kalian semua. :D

Tuhan aku bahagia karena hari ini- ujian pendadaranku- telah berjalan lancar,
Terimakasih masih setia berjalan bersamaku,
Semua ini karena berkat dan kebaikanMu....

GBU ALL....



Sabtu, 04 Mei 2013

Aku Rindu Ikut Doa Rosario.

Tak terasa sudah bulan Mei. Yang ku ingat di bulan Mei selalu ada doa rosario di lingkungan tempatku, gak tau kalau lingkungan yang lain hehe....
Tetapi, sudah begitu lama aku tidak ikut doa rosario di lingkungan. Karena apa? Alasannya karena capek, malas, banyak tugas, dll. Pokoknya jika mendengar ada doa-doa di lingkungan rasanya malas dan malas. Terakhir kali aku ikut doa rosario di lingkungan kapan ya? aku sudah lupa. Sepertinya saat aku masih SMA atau SMP dulu. Wah... sudah lama banget! Selama ini aku ngapain ya? Malaskah?

Di SMP maupun di SMA aku sudah mulai jarang berdoa rosario. Mungkin hanya satu atau dua kali aku ikut doa rosario di lingkungan. Aku terlalu banyak tugas itu alasanku. Padahal sebenarnya bisa ga ya aku menyempatkan sedikit waktuku untuk berdoa- "doa rosario." Aku berpikir seharusnya aku bisa, tetapi sugesti-sugesti dalam otakku mengatakan "aku malas dan banyak tugas."

Masih ingat dulu waktu aku masih SD, aku diajak bapak, ibu, dan kakakku untuk ikut doa rosario di lingkungan. Masih ingat aku waktu itu begitu semangat mengikuti doa-doa di lingkungan. Masih ingat waktu itu aku selalu punya kalung "tesbeh" rosario. Masih ingat waktu itu aku paling suka tesbeh rosario yang posfor, benar ga ya aku menyebutnya, pokoknya tesbeh rosario yang bisa menyala di malam hari. Masih ingat waktu itu aku bersama teman-teman SD-ku dengan semangat ikut doa rosario, sampai kami berlomba untuk mendapatkan giliran doa Salam Maria paling banyak dalam doa rosario, hehe rasanya bangga dan menang setiap kali aku bisa mendapatkan giliran doa Salam Maria paling banyak. Kami rela berebut datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk yang paling dekat dengan seseorang yang memimpin doa rosario, supaya mendapatkan giliran doa Salam Maria paling banyak. Haha begitu lucunya.

Tetapi begitu SMP, SMA, sampai sekarang masih belum lulus kuliah, aku berbeda. Aku tidak lagi aktif ikut doa rosario di lingkungan.

Tanggal 3 Mei 2013, kemarin malam tepatnya,
Aku pengen ikut doa rosario lagi di lingkunganku. Tidak tahu kenapa aku pengen ikut? tapi aku hanya pengen ikut. Awalnya aku lagi sibuk di laptop-ku, sibuk mengcopy foto-foto OMK ke flashdisk. Bapakku mengambil buku kidung adi dan mencari tesbeh rosarionya. Tanyaku pada bapak, "arep nang di Pak?"
Jawab bapakku, "arep doa rosaria." Jawabku, "bareng Pak, aku pengen melu." Jawab bapakku, "yo ayo."
Karena aku lama sibuk mencopy foto-foto OMK yang akan ku berikan kepada teman, yang rencananya foto-foto itu akan digunakan untuk presentasi pengenalan OMK kami saat acara anjangsana dengan OMK Boro hari sabtu malam ini. Bapakku pun pergi ke Kapel duluan. Sendirian!. Ibuku, kakakku, dan adikku. Juga tidak ikut doa rosario. Tidak tahu mengapa ibuku yang dulu ku kenal seorang yang rajin dan semangat ikut doa-doa di lingkungan, akhir-akhir ini tidak lagi aktif. Seingatku semenjak ibuku sudah tidak jadi pengurus di lingkungan, dia tidak lagi aktif di lingkungan. Aku sedih melihatnya... ya sangat sedih. Aku senang melihat ibuku yang dulu yang aktif di lingkungan, ibuku yang dekat dengan Tuhan. Dan aku akan lebih senang jika ibuku tetap aktif meskipun dia sudah tidak jadi pengurus lingkungan sekalipun. "Tuhan berkati ibuku supaya kembali aktif di gereja-Mu."
Ok lanjut ke ikut doa rosario.

Tepat jam 18.30 WIB sebelum ke Kapel aku mencari tesbeh rosarioku. Di kamarku aku sibuk mencarinya tapi, tidak juga ku temukan. Aku langsung ke kamar adikku dan pinjam tesbeh rosario milik adikku. Kemudian aku pun meluncur ke Kapel di tempatku untuk menyusul bapak mengikuti doa rosario. Sampai Kapel, ku lihat hanya ada 4 orang yang ikut doa rosario ditambah aku jadinya 5 orang. Sedikit banget ya? Berbeda dengan dulu waktu aku masih kecil yang ikut doa rosario banyak banget. Kemana sebenarnya orang-orang? Apakah mereka juga sibuk dengan kerjaannya masing-masing?..
haha gak usah bertanya yang enggak-enggak, la wong aku saja malas ikut doa rosario.

Sempat terlintas di benakku saat selesai doa rosario. Kemana ya tesbeh rosarioku, kok gak ada. Apa aku benar-benar sudah melupakan doa rosario sampai-sampai aku tidak ingat lagi kemana tesbeh rosarioku?
Kadang saat aku pergi ke tempat-tempat ziarah di goa-goa Maria, aku sering mengabaikan penjual tesbeh rosario, karena aku pikir aku masih punya tesbeh itu di rumah. Tetapi, kemarin malam baru aku sadari, aku sebenarnya sudah tidak punya tesbeh rosario lagi. Baru aku sekarang menyadarinya. Aku benar-benar telah lama meninggalkan-Nya.

Baik,. aku kemarin telah lama melupakan doa rosario tetapi sekarang aku rindu untuk ikut doa rosario.
Terkadang alasanku malas ikut doa rosario karena, doa rosario itu membosankan dan membuat ngantuk saja. Tetapi kini aku beranggapan bahwa doa rosario mengajarkan kesabaran seseorang dalam berdoa kepada Bunda dan Tuhannya.
Well... Selamat bulan Mei..selamat berdoa "rosario khususnya."

GBU All :D

Senin, 29 April 2013

Ternyata Aku Bodoh Banget!!

Kemarin hari Minggu, 28 April 2013 ada doa Taize di Kapel di desa saya. Memang sudah cukup lama teman-teman muda di wilayah kami tidak mengikuti doa Taize lagi di lingkup Paroki. Terakhir kami ikut bareng-bareng waktu itu karena kami juga dapat tugas koor, tepatnya hari minggu bulan Agustus tahun lalu. Kemarin Kapel kami ketempatan untuk mengadakan doa Taize separoki dan kami juga ditunjuk untuk mempersiapkan koor. Tetapi bukan cerita tugas-tugas yang kami lakukan yang akan aku bagikan kepada pembaca blog ini. 
Tepatnya bulan Agustus, 2012, kami dapat tugas koor untuk doa Taize di Kapel Daratan, Minggir. Sebelum acara doa dimulai memang secara sengaja orang yang datang mengisi presensi daftar hadir dan menuliskan doa permohonannya masing-masing. Doa permohonan ini nantinya akan dibacakan oleh seorang pembaca ujub pada saat acara doa Taize dimulai. Aku juga tak ketinggalan menuliskan doa permohonan pribadiku. Karena pada waktu itu aku baru ngerjakan skripsi dan masih belum beres, maka aku secara sengaja memohon doa biar cepat lulus kuliah. Yap itu doa yang tepat menurutku pada waktu itu. Acara pun dimulai, aku dan teman-teman wilayahku bernyanyi secara semangat tetapi halus. Akhirnya tiba saat pembacaan doa ujub dan doa permohonan semua yang mengisi pun dibacakan begitu juga dengan doa permohonanku. Setelah selesai dibacakan aku sedikit bangga karena bisa mendengar doa pribadiku dibacakan di depan teman-teman dan di depan Tuhan. Sempat terpikir olehku saat itu, kenapa ya aku harus menuliskan doa pribadi itu.
Bulan April 2013, aku dan teman-teman dapat tugas koor, dan menyiapkan tempat untuk doa Taize. Seperti doa Taize tahun lalu, sebelum acara doa dimulai kami disuruh untuk menuliskan doa permohonan pribadi kami masing-masing. Teman-temanku dengan semangat menuliskan permohonannya masing-masing begitu juga adikku.

 Sesaat sebelum menuliskan doa permohonannya adikku bertanya kepadaku, "kowe nulis doa pribadi ora mas?." 
Aku pun menjawabnya spontan, "ora waelah, pas doa Taize sing Agustus mbiyen aku nulis doa Taize-ben cepet lulus kuliah- tapi dina iki aku durung lulus kuliah, sripsiku malahan yo durung rampung. Aku isin!"
Adikku pun menjawab, "yo ra popo."
Jawabku lagi, "ah rasah wae."

Acara doa Taize pun dimulai, semua doa ujubpun dibacakan. Pikiranku masih terbayang-bayang oleh kata-kataku sendiri tadi, "ah rasah wae."
....aku pun kemudian merenung, apa to yang telah aku lakukan, ya apa to?
Deg...!, aku ternyata bodoh banget!, kenapa?
Karena aku telah meremehkan Tuhan, ya aku telah meremehkan kekuatan dan mukjijat-Nya. Dan ternyata di depan teman-temanku sendiri aku tak mau mengakui kelemahanku-aku malu mengakui kelemahanku- aku takut kalau dicap anak yang bodoh karena belum juga lulus kuliah. Dan karena keegoisanku aku pun melupakan kebesaran Tuhan. Kata-kata yang pernah terucap dan tertulis, Tuhan pasti menolongku karena Dia tak akan pernah meninggalkanku lenyap saat kejadian itu.
Setelah kejadian itu aku berpikir, aku begitu bodoh ya bodoh banget, aku telah mengecewakan Tuhan, aku telah meremehkanNya. Aku tak ada bedanya dengan Petrus salah seorang murid Yesus. 
Maafkan aku Tuhan, ampuni aku Tuhan, itu kata-kata yang berulang-kali ku ucapkan kemudian.

Jangan pernah meremehkan Tuhan itu salah satu hal yang ingin ku bagi kepada kalian. Dia mungkin belum menjawab doa-doa kita, tetapi janganlah berhenti berdoa! dan terus yakinlah bahwa Dia punya rencana yang indah buat kita masing-masing.
Maafkan aku Tuhan.

GBU all :D

Rabu, 17 April 2013

Jadikan "Dia" sebagai sahabat sejati kita

mmm . . . kali ini saya punya cerita lagi untuk kalian semua yang membaca blog ini. Cerita ini masih saya ambil dari sebuah buku yang pernah saya baca. Dan beginilah ceritanya yang sengaja saya bagi terkhusus untuk kalian semua . . .

DOA ANDRE
(Harton. Ketika Burung-burung Berhenti Berdoa. Jakarta: Fidei Press, hlm. 91-97)

Ada seorang bocah kelas IV SD bernama Andre. Dia tinggal di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina. Setiap hari Andre mengambil rute melintasi daerah tanah bebatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya di mana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya itu, bocah ini mampir sebentar ke gereja hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamatii oleh seorang pastor yang merasa terharu melihat sikap bocah yang lugu dan beriman itu.

"Bagaimana kabarmu Andre? Apakah kamu akan ke sekolah?"
"Ya, Pastor," balas Andre dengan senyumannya yang menyentuh hati Pastor itu. Pator itu begitu memperhatikan keselamatan Andre sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah itu, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian. Setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke gereja dan saya akan menemani kami ke seberang jalan. Dengan cara itu saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."
"Terima kasih, Pastor."
"Mengapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di gereja setelah pulang sekolah?" tanya Pastor Miguel.
"Ya Pastor," jawab Andre. " Aku hanya ingin menyapa Tuhan Sahabatku."
Pastor itu segera meninggalkan Andre yang melewatkan waktunya di depapn altar berbicara sendiri. Tetapi kemudian Pastor Miguel bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andre kepada Sahabatnya itu.

"...Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak menyontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu potong kue dan hanya minum air putih. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa aku makan hanyalah kue ini. Terima ksih atas kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kepadanya kueku yang terakhir... Anehnya, aku merasa tidak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir, aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu, sepatu ini akan rusak, tetapi tidak apa-apa paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang-orang mengatakan kami akan mengalami gagal panen bulan in. Beberapa orang bahkan sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi, tolong ya... Tuhan?
Ya, Engkau tahu ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tetapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang ibu. Tuhan, Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, di sini... di sini... aku rasa Engkau tahu yang ini 'kan? Tolong jangan marahi ibuku ya...? Dia hanya sedang lelah dan khawatir akan kebutuhan makanan danbiaya sekolahku. Itulah sebabnya dia memukul aku.
Ya Tuhan, aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis cantik di kelasku, namanya Anita. Menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku?
Bagaimanapun juga, paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapa pun hanya untuk menyenangkan-Mu. Engkau adalah Sahabatku. Hei, hari ini tanggal 23 Desember. Ulang tahun-Mu tinggal dua hari lagi. Apakah Engkau gembira? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untuk-Mu. Tetapi ini kejutan untuk-Mu. Aku harap Engkau akan menyukainya.
Ops aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andre segera berdiri dan memanggil Pastor Miguel. "Pastor, aku sudah selesai bicara dengan Sahabatku. Sekarang, Pastor bisa menemani aku menyeberang jalan!"
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari. Andre tidak pernah absen.
Menjelang Natal, Pastor Miguel jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit sehingga dia tidak bisa memimpin aktivitas gereja. Tugas pengelolaan gereja diserahkan kepada empat suster tua yang tidak pernaj tersemyum dan selalu menyalahkan apa saja yang dilakukan orang lain. Mereka juga mengutuki orang yang mengganggu dan menyinggung mereka.
Mereka sedang berlutut sambil memegang rosario ketika Andre tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa, "Halo Tuhan...aku..."
"Kurang ajar kamu bocah! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa? Keluar!"

Andre begitu terkejut dan bertanya kepada para suster itu, "Di mana Pastor Miguel? Dia seharusnya membantu aku menyeberangi jalan raya... Dia selalu menyuruh aku mampir lewat pintu belakang gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus. Hari ini ulang tahun-Nya, aku punya hadiah untuk-Nya."
Ketika Andre mau mengambil hadiah itu dari dalam bajunya, seorang dari keempat suster itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata, "Keluarlah engkau bocah...Engkau akan mendapatkannya!"
Andre tidak punya pilihan lain. Ia sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya di depan gereja itu. Ia mulai menyeberang...tiba-tiba sebuah busa datang melaju kencang. Di situ ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andre melindungi hadiah untuk Sahabatnya itu di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat bus itu datang. Tidak ada waktu lagi untuk menghindar dan...Andre tertabrak dan tewas seketika itu juga. Orang-orang di sekitar berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malan itu, yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul dari mana, ada seorang pria berjubah putih dengan wajah halus dan lembut namun penuh dengan air mata datang dan memeluk tubuh bocah malang itu.
Dia menangis...
Orang-orang penasaran dan bertanya, "Maaf Tuan, apakah Tuan keluarga bocah malang ini? Apakah Tuan mengenalnya?"
Pria yang berduka itu segera berdiri danberkata, "Dia adalah sahabatku." Itu saja yang dikatakannya.
Pria itu lalu mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju Andre dan menaruhnya di dadanya. Dia lalu berdiri, menggendong tubuh Andre dan keduanya menghilang. Kerumunan orang semakin penasaran...

Pada malam Natal, Pastor Miguel sanga terkejut menerima berita kematian Andre. Pastor Miguel berkunjung ke rumah Andre untuk memastikan pria misterius berjubah putih itu. Pastor Miguel bertemu dan bercakap-cakap dengan kedua orangtua Andre.
"Darimana Anda tahu kalau putra Anda meniggal?"
"Seorang pria berbaju putih yang membawanya kemari," ucap ibu Andre terisak.
"Apa yang dikatakannya?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun di akelihatan sangat sedih. Sepertinya, dia begitu mengenal Andre. Dan mengenai pria itu, kami merasakan ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan. Dia lalu menyerahkan anak kami sambil tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andre dari wajahnya dan memberikan kecupan, kemudian membeisikkan sesuatu..., "jelas ayah Andre.
"Apa yang dikatakannya?"
"Dia berkata kepada Andre, " ujar san ayah, "terimakasih atas kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu, engkau akan bersamaku." Sang ayah kembali melanjutkan ceritanya, "Pastor tahhu, semuanya terasa begitu indah... Aku menangis tetapi aku tidak tahu mengapa. Aku hanya tahu aku menangis karena bahagia... Aku tidak dapat menjelaskannya, tetapi yang pasti, ketika Dia meninggalkan kami, kedamaian memenuhi hati kami. Aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku...
Aku tidak dapat melukiskan sukacita di dalam hatiku. Aku tahu putraku sudah berada di surga sekarang. Tetapi tolong katakan padakku, Pastor... siapakah pria yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di geraja?
Pastor seharusnya tahu karena Pastor selalu ada di sana setiap hari. kecuali pada waktu putraku meninggal."

Tiba-tiba Pastor Miguel merasa air matanya menetes di pipinya, kemudian dengan lutut gemetar ia berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa kecuali dengan Tuhan." 
(Sebuah kisah dari Filipina).

Yap...begitulah ceritanya teman-teman....
semoga bermanfaat bagi semuanya...
"Menjadikan Tuhan sebagai sahabat kita adalah sesuatu yang menyenangkan dan sangat indah"
Mari kita belajar bersahabat lebih dekat lagi kepada Tuhan.
Berkah Dalem :D

Kamis, 11 April 2013

Ayo Teman, Jangan Menyerah!


Aku tidak boleh menyerah di sini
Aku harus melanjutkan perjalananku sampai tuntas
Aku harus menyelesaikan semuanya sampai selesai
Saat aku merasa semuanya buntu
Saat semuanya terasa berat dan sulit
Aku harus yakin kembali
Ya yakin kembali
"Aku tidak sendirian"
Aku masih ditemani sahabat setiaku~ Tuhan
Ya Dia tak pernah meninggalkanku
Jadi, ayo bangkit kembali dan lanjutkan langkah ini
Aku tak akan menyerah!
Semuanya akan ku kerjakan semaksimal mungkin 
dan sisanya ku serahkan pada~Nya.
Aku percaya~cinta Tuhan padaku
Aku percaya~ Dia selalu mencintaiku

Gbu~ all :)

Selasa, 09 April 2013


Di dalam aku ada kegelapan
sedangkan di dalam Engkau ada cahaya
aku sendirian
tetapi Engkau tidak meninggalkan daku
aku tidak berani
tetapi Engkau membantu aku.

Aku gelisah 
tetapi di dalam Engkau ada damai
di dalam aku ada rasa pahit,
di dalam Engkau ada kesabaran 
aku tidak mengerti jalan-jalan-Mu
tetapi Engkau tahu jalanku

(D. Bonhoeffer)

Sekedar bagi-bagi... Semoga bermanfaat bagi kalian semua yang membaca blog ini.
Gbu All :D