Sabtu, 02 Agustus 2014

Sudah Agustus, Ayo Semangat!

Tak terasa sudah bulan Agustus 2014. Dan sudah cukup lama aku tak berbagi lagi...hehe... kemarin di bulan Juli sempat beberapa kali membuka blog ini tetapi, ku urungkan niatku untuk menuliskan cerita-ceritaku, sedikit malas...hehe. Tapi, kini aku rindu untuk berbagi cerita-ceritaku lagi.

Di bulan Juli 2014 yang paling menggembirakan buatku adalah akhirnya aku diterima kerja disalah satu sekolah swasta di Jogja dan di bulan itu pula aku mulai mengajar di sebuah sekolahan. hehe yeeah.... :D
Aku benar-benar merindukan saat-saat seperti ini, "mengajar di sekolah". Meskipun di salah satu sudut hatiku ada banyak rasa grogi, takut dan masih banyak campuran rasa yang begitu menghantuiku. Namun aku tak mau menyerah. Aku tak ingin melewatkan masa-masa seperti itu dalam hidupku. Aku ingin menikmati masa-masa mengajar pertama kali sebagai guru di sekolah. Yah, aku ingin menikmatinya, menikmati setiap detik, menit, jam, hari, bulan, semester, dan tahun. Hehe yah.... aku kini tak peduli lagi dengan perasaan negatif yang semula dan kini pun masih kurasakan menghantuiku. Aku mau memulai pengalaman baru sebagai guru. Yah, sebuah profesi yang ku pilih sejak memasuki bangku kuliah. Meski sulit menjadi seorang guru itu, tetapi aku tak mau menyerah..... yah....aku tak akan menyerahhhhhhhhhh...... :D

Tanggal 14 Juli 2014 adalah saat pertama kali aku memasuki sebuah sekolah sebagai seorang guru, yah seorang guru bukan seorang calon guru lagi. Tanggal itu adalah hari senin, aku bersama teman-teman guru baru lain dan guru lama diperkenalkan di depan para murid sehabis upacara bendera. Grogi dan takut itu pasti, tapi aku pun ingin menunjukkan kepada para murid yah beginilah aku, seorang guru yang mempunyai kelemahan. Di hari senin itu juga aku mendapatkan jadwal mengajar. Karena, jadwal mengajar baru diumumkan pada hari pertama KBM (kegiatan belajar mengajar). Dan jadwal mengajarku adalah hari rabu dan kamis tanggal 16 dan 17 Juli 2014. 

Cerita pengalaman mengajar pertama kali sebagai guru, . .
Hari pertama KBM memang belum penuh jam.nya karena masih ada MOS dan juga pada hari itu bertepatan dengan bulan puasa (untuk umat muslim). Sekolah pulang lebih awal jam 13.00 WIB. Kebetulan aku diberi tugas untuk mengajar di kelas XI, dan kelas XI itu sudah mulai pelajaran awal, semacam pengenalan pelajaran gitu. Di pertemuan pertama sengaja, di bagian awal pelajaran itu aku gunakan untuk berbagi pengalaman dan cerita alasan memilih fisika, alasan suka fisika, dan alasan memilih profesi menjadi seorang guru. Di dalam cerita itu juga sengaja aku bagikan kepada para murid tentang kelemahan-kelemahanku. Hal ini bertujuan supaya di awal pertemuan itu para murid tidak menganggap aku adalah seorang guru yang super duper hebat, tetapi aku ingin mereka melihatku sebagai seorang guru yang punya banyak kekurangan dan kelemahannya. Yap entah kenapa aku memilih cara seperti itu, tapi pada akhirnya cerita pengalaman ini dapat berjalan dengan lancar. Dan aku berharap meraka "para murid" akan mengingatnya, bahwa seorang guru itu juga punya banyak kerapuhan. Setelah cerita pengalaman aku pun mulai pengenalan pelajaran awal dengan cara diskusi, dan diskusi kubuat dengan cara siswa ku bagi dalam beberapa kelompok. Diskusi memang cara yang ku pilih untuk mengajar karena aku ingin para murid mencari sendiri dahulu pengetahuannya dan di akhir pembelajaran baru aku akan memberi tambahan penjelasan. Cara mengajar diskusi ini aku gunakan juga di pertemuan kedua dan ketiga.  Dan tak terasa ternyata selama bulan Juli kemarin aku sudah mengajar sampai 3x. Dan yang paling membuatku senang akhirnya pembelajarannya pun berjalan dengan lancar. Meskipun sebenarnya juga tidak bisa dikatakan lancar karena toh tetap ada PR yang perlu ku benahi lagi dalam mengajar supaya aku nantinya bisa mengajar dengan baik. Karena, tetap masih banyak kekuranganku dalam mengajar. Tapi aku mau belajar dan tak mau menyerah. Oh ya, aku juga ingat buku karya-karya Romo A. Mintara Sufianta, SJ dan beberapa guru yang mengajarkan pentingnya seorang guru itu mengajar dengan hati. Ya mengajar dengan hati kepada para murid. Bukan hanya asal mengajar.

Aku ingin mengingat terus, "mengajar dengan hati". Kemarin sudah ku coba sebuah cara untuk mengenal para muridku satu per satu dengan cara, para muridku sengaja aku wajibkan mengumpulkan sebuah buku refleksi yang isinya tentang ungkapan perasaan selama mengikuti pelajaran pada setiap pertemuan atau ungkapan tentang perasaan batinnya. Para murid akan menuliskan buku refleksi itu di akhir pembelajaran. Meskipun belum semua murid mengumpulkan buku refleksi tetapi aku ingin membiasakan mereka menuliskan ungkapan perasaannya melalui buku refleksi. Aku ingin mencoba mengenal mereka satu per satu.

Yah itu adalah cerita pengalamanku selama bulan Juli kemarin. Kini sudah tanggal 2 Agustus 2014. Dan ini adalah hari kedua terakhir masa liburan lebaranku. Karena, besok tanggal 4 Agustu 2014, aku harus masuk lagi. Dan mulai tanggal 4 Agustus 2014 itu juga akan dimulai pengalaman yang sebenarnya menjadi seorang guru di sebuah sekolah. Karena, besok jam KBMnya sudah mulai penuh begitu juga kegiatan-kegiatan sekolah yang kemarin masih diliburkan pun besok akan dimulai. Semangat.... aku mau menikmati setiap pengalaman ini. Jika aku rapuh itu pasti, tetapi saat aku dalam lembah kelam, aku masih punya Tuhan. Dia akan selalu siap menolongku, Dia juga akan selalu siap menjadi bahu untuk sandaran tubuhku yang lemah dan rapuh. Ok..jadi, mari kita tatap hari esok dengan semangat dan kepercayaan bahwa Dia Tuhan selalu siap mambantu langkah kita.
GBU.....:D
 

Sabtu, 07 Juni 2014

Aku Mau Tetap Percaya PadaNya

"Ketika Tuhan menjawab 'ya' atas doamu, Ia tengah menguatkan imanmu,
Ketika Tuhan menjawab 'tidak', Ia telah menyediakan yang lebih baik untukmu,
dan Ketika Tuhan belum menjawab doamu, Ia ingin mengajarkanmu untuk bersabar."
(Yulia Murdianti)

Sebuah kutipan tulisan Yulia Murdianti dalam bukunya Life as the Real School, seri keempat buku Seri Inspirasi Guru. Bukunya masih ada terakhir aku lihat 2 minggu yang lalu di toko buku Kanisius. Aku yakin di toko buku lain juga ada, jika toko buku yang bersangkutan juga bekerjasama dengan Penerbit PT Kanisius. Sekilas info saja bagi yang tertarik dengan buku tersebut.

Aku tertarik dengan kutipan kalimat di atas. Kalimatnya yang sederhana dan mengena. Tanpa kita sadari ternyata kejadian seperti dalam kalimat di atas, sering di alami oleh kita. Dan yang paling sering kita lakukan adalah kurangnya kesabaran kita saat berdoa. Kita sebagai manusia yang penuh dengan kekurangan dan dosa, pengennya doa kita cepat dijawab oleh Tuhan. Jika tidak segera dijawab hal yang paling sering kita lakukan adalah malas untuk berdoa lagi dan mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan. Adakah sebenarnya Tuhan itu? dsb. 

Entah karena faktor lingkungan keluarga ataupun lingkungan masyarakat, aku ingin percaya dan meyakini bahwa Tuhan itu ada, dan Dia selalu bersama dengan kita. Jadi, meskipun pernah dan sering Tuhan belum menjawab doaku, dan aku juga sering mulai malas berdoa. Tetapi selalu saja aku ingin kembali padaNya, aku ingin mempercayai Dia dan aku pun kembali berdoa lagi dan lagi. Rasanya hidupku ini karena anugerahNya, rasanya semua hal pahit dan manis yang aku terima dalam hidup ini semua berkat campur tanganNya. Jadi, aku merasa hidupku akan kembali nyaman, damai, dan tentram saat aku dekat denganNya. Aku merasa hidupku pasti akan gersang jika harus menjauh dariNya. Maka, setiap aku merasa marah dan malas untuk berdoa dengan Tuhan, di suatu titik aku pasti merindukanNya, dan aku pun akan kembali mendekat padaNya. Ya, aku harus kembali lagi padaNya, meskipun saat itu aku merasa tidak layak dan pantas di hadapanNya karena dosa-dosa yang ku perbuat.

Pernah aku menuliskan suatu cerita yang kuambil dari sebuah buku, coba kalian cek lagi jika ada yang belum tahu. Intinya dalam cerita itu mengajarkan pada kita bahwa hidup ini bukanlah suatu kumpulan peristiwa yang acak dan tidak pasti arah tujuannya, tetapi hidup ini merupakan gabungan beberapa peritiwa yang saling berkaitan satu sama lain. Percaya atau tidak. Tetapi aku ingin mempercayainya juga.
Pada saat kecil dulu, kira-kira saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku ingin sekali belajar gitar, aku ingin sekali punya gitar, aku ingin sekali bisa main gitar. Waktu terus berputar, keinginanku lambat laun mulai pudar karena, aku merasa hal itu sulit terwujud. SMP, SMA pun aku lewat, keinginan untuk bisa main gitar mulai memudar. Tapi, entah bermula dari apa, saat akhir kulaih saat masa-masa skripsi, aku ingin punya gitar dan hingga akhirnya aku dan adikku pun membeli sebuah gitar. Yah meskipun gitarnya tidak terlalu bagus tetapi gitar itu cukup untuk membuatku memulai menyambing mimpi-mimpiku yang sempat terputus. Aku pun mulai belajar main gitar dan kini meskipun masih belum pandai benar memainkannya aku sudah bisa main gitar. Yeah.... 
Aku sempat merasa seperti bermimpi saat merenungkan kembali peristiwa sederhana yang aku alami ini. Sebuah keinginan dan impian waktu kecil kini terwujud. Ada juga peristiwa-peristiwa kecil lain yang juga berawal dari keinginan dan impian dan akhirnya benar-benar terwujud. Meskipun itu adalah hal yang kecil dan mungkin orang lain menganggap hal biasa tapi bagiku hal itu adalah sebuah jawaban dari Tuhan. Ya, aku sempat ber-angan dan mempunyai keinginan dan kemudian Dia menjawabnya meskipun mungkin dalam waktu yang lama bahkan kita sudah mulai melupakan impian dan keinginan kita dulu.

Jawaban dari keinginan kecil-kecil dari Tuhan membuatku semakin percaya dan meyakini bahwa Dia sungguh ada dan hadir menyertai langkah kita. Sekian.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua. GBU :D

Selasa, 13 Mei 2014

Tak Perlu Takut, Mari Coba Lagi, Jangan Menyerah Karena Tepian Pasti Ada Kawan!

Mari dengarkan lagu asyik, menginspirasi, dan pasti akan membuat semangat yang mendengarkannya, apalagi yang lagi terserang penyakit galau (hehe) karena, kerjaan ataupun kegagalan yang sedang dialami. Ini lagunya dan videonya . . .
 

Jika, ada yang kurang puas dan ingin mendownload video itu, silahkan kunjungi alamat yang saya cantumkan, karena saya juga mendownloadnya dari sana, selaat menikmati dan selamat terinspirasi oleh Jkt48/ Vienda & billy.

Jujur, aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan Jkt48, hehe bukan maksud untuk merendahkan pihak tertentu khususnya pihak Jkt48 ataupun penggemarnya. Mungkin karena aku lebih cenderung menyukai "musik-musik band", jadi aku tidak terlalu menyukai Jkt48. Tetapi entah kenapa, saat Jkt48 atau khusunya Vienda & billy/ Jkt48 lagi menyanyikan lagu itu aku langsung tertarik. Waktu itu kalau tidak salah aku dengar lagu itu dari sebuah radio, karena langsung tertarik khususnya dengan lirik-liriknya yang menyemangati, maka tanpa pikir panjang aku catat potongan-potongan lirik yang sempat aku ingat di Hp.ku, Dan tadi, aku begitu bersemangat untuk mencari video lagu itu di internet sampai akhirnya ku bagikan di blog ini, setelah mendapatkannya.

Bagian lirik yang membuatku terkesan dan paling ku ingat adalah di bagian refrenya, 

"Tepat di depan matamu ada sungai mengalir 
  Luas se-buah sungai yang besar
  Walaupun gelap dan dalam walaupun arusnya deras
  Tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah 
  Yaa, tepian pasti ada  
  Lebih percayalah pada dirimu
                  Di dalam hatimu juga ada sungai mengalir
                  Cobaan sungai berat yang pedih
                  Walau tak berjalan baik
                  Walau terkadang tenggelam
                  Tak apa mengulangi lagi dan janganlah menyerah
                  Di sana pasti ada tepian
                  Suatu saat kau pasti akan sampai" (Vienda & billy/ Jkt48 - River)


Walaupun gelap dan dalam walaupun arusnya deras - tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah
Walau tak berjalan baik, walau terkadang tenggelam - tak apa mengulang lagi dan janganlah menyerah, Di sana pasti ada tepian.
 Yah... pasti ada tepian, tak perlu takut untuk mencoba, jika gagal ayo tak apa ulangi lagi dan jangan menyerah!

Aku di sini juga mau berbagi sebuah cerita, dimana harus kalian ketahui bahwa cerita itu sebenarnya jauh dari kata semangat seperti yang kutuliskan di atas ataupun seperti kata-kata di lirik lagu river.
Cerita tentang pengalama ngeles, cerita ini pernah ku singgung di cerita-cerita sebelumnya, tetapi mungkin memang belum detail. Kali ini aku akan menceritakannya lebih jelas lagi.

Waktu itu aku ngeles akan IPA kelas  XII SMA yang mau menghadapi ujian nasional. Karena, tingkatnya kelas XII dan sudah mau UN, maka soal-soalnya pun mencakup keseluruhan selama di SMA, yaitu dari kelas X - XII. Yah karena cakupan soal-soalnya itu sangat banyak, aku pun terbebani sebenarnya saat ditawari untuk ngeles anak tersebut. Perlu diketahui sebenarnya masih banyak soal-soal yang belum ku pahami dan ku mengerti dengan betul, apalagi jjika harus ngeles seorang anak yang akan menghadapi UN. Tetapi yang pertama kali terpikirkan oleh ku adalah aku harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya tak peduli pengalaman itu nantinya akan menyenangkan atau mengecewakan. Aku pun menyanggupi untuk ngeles.

Dan pada akhirnya yang terjadi selama proses ngeles anak itu, banyak soal-soal yang tidak mampu aku terangkan dengan baik dan jelas karena, ternyata begitu banyak materi yang ku lupakan. Dan yang paling membuatku makin grogi adalah aku sebenarnya belum mengerti benar dan paham benar soal-soal tersebut. Mungkin tidak semua soal sih tapi, menurutku soal yang belum mampu aku jelaskan dengan benar lebih banyak daripada soal yang ku kuasai. Hingga, sampai ke pertemuan les yang ketiga, aku coba tawarkan pada adik itu, "gimana dik mau lanjut les lagi atau tidak?, kalau mau lanjut tolong besuk ditetapkan hari lesnya ya, supaya aku bisa persiapan dahulu. Atau seandainya tidak dilanjutkan juga tidak apa-apa, karena aku juga kasihan sama kamu'e." Begitulah kata-kata terakhirku pada adik/ anak itu. Aku memang sengaja memberikan penawaran supaya tidak membuat kecewa lebih lanjut pada anak itu. Dan akhirnya, aku tidak lagi dihubungi anak itu untuk ngeles lagi. Hehe... ok, tidak apa-apa ini semua harus aku terima dengan lapang dada dan tetap semangat itulah pikirku.

Tetapi, meskipun maksud dan keinginan pikiran ingin tetap maju dari kegagalan ngeles waktu itu. Ternyata ada setitik luka kecil yang masih tertinggal dalam hatiku, setitik luka itu adalah rasa malu. Ya rasa malu, ternyata aku malu karena gagal menjelaskan dengan baik kepada anak itu. Efek malu ini ternyata terus menghinggapiku dalam perjalanan langkah ke depan. Ada perasaan malu jika aku nanti ketemu dengan anak itu. Dan yang lebih parah ada perasaan malu yang luar biasa jika aku harus ketemu teman-teman anak itu. Yah waktu itu aku pernah cerita sedikit pada anak itu, bahwa aku kenal dengan temannya pada sebuah acara di gereja di parokiku. Tapi, ngomong-ngomong kenapa aku merasa malu? Jawabannya coba ku cari dan akhirnya ku temukan. Aku tidak ingin direndahkan aku tidak mau dipandang rendah, aku tidak mau terlihat begitu bodoh. Yah... mungkin itu beberapa alasan kenapa aku malu. Aku tidak mau terlihat bodoh dan kemudian aku tidak mau dipandang rendah. Just it!. 

Efek rasa malu ini ternyata terus menyelimutiku, hingga aku mandek atau malas lagi untuk aktif di salah satu kegiatan pendampingan PIA di paroki di gereja tempatku. Dan hal ini pun berimbas pada anak-anak/ kegiatan PIA di lingkungan wilayah tempatku, walau memang tidak terlalu terasa dan terlihat, tapi aku merasakannya, meskipun itu hanyalah salah satu faktor kecil, imbas mandeknya kegiatan PIA di wilayahku.  Yang ku rasakan aku ingin mengindari ketemu dengan temannya anak yang aku les itu. Huh.... kenapa dengan diriku? 

Mari mendengarkan lagu river lagi dan bernyanyi bersama . . .
". . . Walaupun gelap dan dalam walaupun arusnya deras
  Tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah 
  Yaa, tepian pasti ada  

  Lebih percayalah pada dirimu
                  Di dalam hatimu juga ada sungai mengalir
                  Cobaan sungai berat yang pedih
                  Walau tak berjalan baik
                  Walau terkadang tenggelam
                  Tak apa mengulangi lagi dan janganlah menyerah
                  Di sana pasti ada tepian
                  Suatu saat kau pasti akan sampai"

Tidak perlu ketakutan walaupun kau harus terpisah.
Yaa tepian pasti ada.
Tak apa mengulangi lagi, mencoba lagi, dan jangan menyerah
Di sana pasti ada tepian kok, ayo...!
Suatu saat kau pasti akan sampai...ayo....jangan menyerah!.

Huh...tak perlu takut gagal, tak perlu takut diremehkan dan dipandang rendah. Karena, masih ada satu orang yang percaya padamu yaitu Tuhan. Dia adalah satu-satunya yang paling mengerti dirimu. So'. . 

"Jadilah nekad dan coba lemparkan!"... 

Satu hal keinginanku aku ingin mencoba lagi, aku ingin nekat dan mencoba mencari lagi pengalaman-pengalaman lagi. Aku mau maju aku mau melanjutkan mengejar mimpiku. 

Mari teman-teman kita bangkit dari keterpurukan ataupun kegalauan kegagalan dan lanjutkan lagi mengejar mimpi-mimpi kita. Tuhan masih setia menjaga dan mendampingi langkah kita.

GBU :D

Jumat, 09 Mei 2014

Aku Belum Ketrima Lagi Untuk Menjadi Guru di Sekolah - Sabar :D

Hari rabu, 7 Mei 2014 kemarin aku mendapat informasi hasil tes Perekrutan guru IPA di suatu sekolah SMP di Yogyakarta. Hasilnya sayang sekali, aku belum beruntung lagi - aku belum ketrima jadi seorang guru yang mengajar di suatu sekolah. Huh... sedih memang, apalagi sekolah itu sudah lumayan dekat dari rumah, karena sekolah itu masih satu daerah Yogya hehe, tapi apa boleh buat, semua tetap aku terima dengan lapang dada dan tetap aku syukuri. Terimakasih Tuhan atas semua pengalamannya kemarin saat mengikuti tes, aku yakin pengalaman itu akan sangat bermanfaat buatku untuk menapaki jalan ke depan. Aku yakin Engkau pasti punya maksud dan rencana indah untukku, jadi, kegagalanku kemarin pasti akan ada gantinya lagi nanti, aku yakin Engkau sudah mempersiapkannya. Ya setidaknya itulah yang aku lakukan selama ini, aku tetap mau percaya padaNya.

Ambil positif lainya, mungkin Tuhan juga ingin aku untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya lagi sebelum benar-benar menjadi guru di sekolah nanti. Ok, aku akan melanjutkan langkahku ke depan lagi. 

Memang jujur sekolah kemarin adalah suatu sekolah Yayasan. Seperti cerita-ceritaku sebelumnya di blog ini, aku disuruh oleh PakLik.ku untuk mencoba tes CPNS. Jadi, sebenarnya saat mau dan saat mengikuti tes kemarin sempat ada keragu-raguan dalam diriku. Huh... baiklah, besok aku mau mencoba yang tes CPNS, semuanya ku serahkan padaNya, hasil akhir ku serahkan padaMu Tuhan.

Ada kebimbangan dan kekhawatiran dalam diri ini, karena usia sekarang semakin bertambah, tapi, aku mau tetap semangat dan tak perlu takut akan hidupku ke depan atau apa yang akan terjadi dengan hidupku nanti, yang pasti Tuhan selalu menuntun langkahku dan aku tak perlu takut dan bimbang. Tetap semangat, terus mencoba, tak perlu takut akan kegagalan, karena Tuhan selalu membimbingku.
"Kemana pun ku berjalan
Langkah Tuhan selalu berada di depanku
Dia menjaga langkahku
Agar kakiku tak tersentuh batu.

 Dia Bapa yang baik
Dia Bapa yang setia
Dia mengenal hatiku
Tak pernah tinggalkanku" (James Celosse - Burung nazar)

BD :D

Sabtu, 26 April 2014

Berbagi Hobi - Nonton Bola di TV & klub Idolaku

Hey...hey...hey... aku muncul lagi.
Kali ini aku mau bercerita dan berbagi tentang hobi.ku yang selama ini (dalam blog ini) belum sempat aku bagi. (Semoga nantinya dapat berguna dan bisa jadi bahan pertimbangan buat para cewek yang mau jadi pendamping hidupku hehehehehe......bercanda, tapi tetap serius haha :D).

Sejak kecil, tepatnya sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), aku menyukai sepak bola. Saking sukanya pada sepak bola, dulu hampir setiap sore di kampung atau setiap pagi sebelum pelajaran di mulai ataupun setiap jam istirahat pelajaran aku sering bermain sepak bola bersama teman-teman. Kesukaanku pada sepak bola pun merembet pada tontonnan acara di TV. Hampir setiap ada acara sepak bola di TV, aku pasti nonton. Tetapi uniknya, aku tidak menjagokan klub manapun dalam pertandian di suatu liga. Intinya dalam otakku waktu itu adalah yang penting aku nonton bola. bola, dan bola...hehehe.

Kejadian aneh dan unik ini tetap berlanjut sampai memasuki bangku SMA. Hingga di suatu hari ada seorang teman SMA yang mengku fansi.nya MU, bertanya kepadaku, "Nggar, klub favoritmu apa.e, kwe njago klub apa.e?." Aku bingung mau menjawab klub apa, selama ini ak tidak menjagokan klub manapun dan hanya menikmati acara sepak bola dalam TV, ya hanya itu. Pertanyaan tadi tidak langsung aku jawab, aku masih bingung menentukan klub jagoanku, sambil aku berusaha untuk mencari-cari setiap memori dalam otakku, kira-kira aku akan memilih/ menjadi fansnya klub apa ya?.
Entah berawal dan bermula dari apa, saat menonton bola di TV, aku dulu sempat takjub dengan gaya mainya si "Owen" yang kala itu masih membela klub Liverpool. Mungkin karena Owen berbadan kecil kayak badanku makanya, aku pun sempat terkesima dengan permainannya. Dan dari alasan itulah aku pun bisa menjawab pertanyaan teman SMA.ku tadi. Sejak saat itulah aku putuskan untuk menjadi fansnya klub Liverpool. Hingga kini. 

Ada hal-hal yang aneh seketika aku bisa menjawab pertanyaan teman SMA.ku. Gaya.ku nonton bola di TV jadi berubah drastis. Aku yang dulu asal nonton bola dan yang penting nonton bola, akhirnya berubah, yang aku tonton hanya Liverpool. Aku seperti harus tahu seluk-beluk klub favoritku ini. Hampir semua jadwal pertandingan Liverpool di TV aku tonton, aku pun banyak mencari sejarah-sejarah yang berhubungan dengan Liverpool supaya aku tidak memalukan saat ditanya, "Siapa sajakah legenda liverpool?", misalnya. Karena, jujur setelah aku berhasil menjawab pertanyaan teman SMA.ku tadi, ternyata temanku mengajukan pertanyaan selanjutnya kepadaku, "Siapakah pelatih Liverpool saat ini (2004)?", katanya, dan aku hanya kembali terdiam tidak bisa menjawabnya. Untuk itu hal-hal yang berhubungan dengan Liverpool aku baca, berita harian dan mingguan klub ini aku ikuti lewat membaca koran-koran di perpustakaan sekolah. 

Ada hal yang paling berkesan bagiku saat menonton Liverpool di TV. Saat itu masih SMA, tadi aku bercerita hampir setiap pertandingan Liverpool di TV aku tonton, dan tak terkecuali pertandingan Liverpool di arena liga Champions. Karena, pertandingan liga Champions disiarkan dini hari di TV, maka aku pun rela memasang alarm supaya bisa membangunkanku untuk menonton dan mendukung klub favoritku itu. Untuk menjaga kondisi badanku, siang sehabis pulang sekolah aku paksakan untuk tidur lama, supaya malam dan dini harinya nanti bisa bangun untuk melihat Liverpool. Hal-hal dan kejadian-kejadian itu sungguh membuatku nyaman dan bersemangat dan begitu mengesankan. hehe...  Bangun pagi sebelum keluargaku pada bangun dan mendukung klub favorit mempunyai kesan tersendiri buatku. Sungguh waktu dan kesempatan yang tak terlupakan.

Tetapi ada hal yang mengharukan bahkan sampai sekarang. Waktu itu ada seorang teman SMA juga yang sama-sama mengidolakan Liverpool. Dia bertanya kepadaku, "Nggar kwe duwe kaose liverpool ora?." Dengan sedikit malu aku pun menjawabnya, "ora?." Katanya lagi, "lha pye pendukug Liverpool kok ra dwe kaose?." Hehehe... dan jawabku tetap mantab meskipun rada malu, " yo ben aku mendukung Livepool dengan hatiku kok, soal kaos gampang." hehe itulah jawabanku waktu itu kurang lebihnya yang masih aku ingat dan kenang sampai sekarang. Ada lagi kejadian yang membuat galau berkepanjangan waktu mendukung Liverpool, adalah ketika Liverpool sedang kalah dan waktu itu aku sudah rela bangun pagi demi Livepool. Karena terbawa saking sedihnya, aku pun malas untuk pergi ke Kampus (kali ini aku sudah duduk di bangku Universitas...hehe), aku hanya tidur sampai siang...hehe itu juga merupakan kenangan saat aku masih kuliah.

Setiap hari aku berharap dan percaya bahwa Liverpool akan juara liga lagi, aku sudah menunggunya lama banget sejak SMA hingga kini. Dan kini Liverpool berada di papan teratas pemimpin klasemen sementara liga Inggris. Aku berharap Liverpool terus fokus dan semangat bermain dan yang paling penting bermain baik hingga akhir musim. Tetapi, jika kenyataanya Liverpool gagal lagi juara liga, aku tetap masih setiap mendukung kalian the Reds! smngt..... itu salam dariku.

Hal yang paling aku impikan sebagai fans Liverpool, adalah bisa nonton langsung pertandingan Liverpool di stadion Liverpool- Anfield....;D
Haha begitulah sedikit berbagi tentang hobi dan klub favoritku....

salam dariku :D
anandautama04.blogspot.com
http://indonesia.liverpoolfc.com/news/latest-news/berharganya-para-suporter-di-mata-luis-garcia

naufal-juniardi.blogspot.com



Hidup akan Terus Berjalan - Selamat Jalan Simbah (Simbok) ku

Hey . . .
Aku mau berbegi cerita sedikit tetang seorang nenekku, biasanya aku memanggilnya "Simbok" (bahasa jawa). Tepatnya hari Rabu, 16 April 2014, beberapa hari yang lalu simbok.ku telah berpulang ke sisi Tuhan. Sedih memang tapi hidup harus terus berjalan. Ada suatu kebahagiaan  yang kurasakan meskipun simbokku telah meninggal, dan bukan maksud aku bahagia dengan kehilangan simbok. Tetapi karena, sebelum meninggal ini simbok menderita kanker. Aku selalu berharap bahwa simbok bisa terbebas dari penyakit kankernya. Ya berharap pada Tuhan tentunya...hehe. Dan mungkin berpulangnya simbok kali ini adalah sebuah jawaban dari Tuhan, untuk membebaskan simbok.ku dari penyakit kankernya. Aneh memang, dan sulit bisa diterima. Tetapi aku tetap percaya, meskipun ini sebuah hal yang aneh. Tuhan telah menjawab doaku, sekarang simbokku telah terbebas dari kankernya dan bebas dari penderitaan hidup. Aku percaya sekarang simbok sudah tenang di sana bersama Tuhan. Aku mau percaya, Tuhan punya caranya sendiri dan Dia tahu cara yang terbaik bagi umatnya. Selamat jalan simbok. Doa.ku selalu menyertaimu. Apapun rencanaMu Tuhan, meskipun terkadang menyakitkan bagiku tetapi aku percaya hal itu merupakan jalan terbaik bagi umatmu, karena, Engkau tahu segala-galanya. Terimakasih Tuhan.

Meninggalnya simbokku kermarin juga mengiatkanku akan kehidupan ini. Kehidupan ini hanya sebentar. Simbok.ku telah berpulang, yang tua sudah berpulang. Orang tua.ku kini adalah orang tertua dalam silsilah kehidupanku. Tidak berapa lama lagipun aku akan menua. Hehe itu pasti. Inilah kehidupan, kita yang masih hidup di dunia ini, diibaratkan sedang mengantri untuk menunggu panggilan dari Yang Kuasa. Yang perlu dipersiapkan adalah kita harus siap menerima surat panggilan pemberhentian hidup dari Tuhan...hehe....(terlalu dramatis ya). Intinya kita harus siap sedia setiap waktu.

Oh ya, kemarin pas hari raya Wafat Tuhan Yesus, di dalam khotbahnya Romo sempat mengiatkan, "bahwa Tuhan memanggil hidup kita, tidak berurutan. Jadi, yang duluan meninggal tidak mesti dimulai dari yang usianya tua, tetapi yang muda bahkan yang masih bayi pun bisa dipanggil setiap waktu. So' yang merasa masih muda jangan kePedean dulu...hehe..."

Tidak perlu takut akan akhir hidup ini atau takut akan saat Tuhan memanggil hidup kita. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah membuat dan mengisi kehidupan ini lebih berarti, berarti bagi sesama dan bagi Tuhan tentunya. Sehingga nantinya kita tidak akan kecewa dengan hidup kita saat akhir hidup kita telah tiba. 

 wah, wah ... wah, kata-kataku sekarang terlalu religius dan sudah mirip para pemimpin agama...hehe... but anything, semoga tetap menjadi berkat dan bisa saling berbagi dan belajar tentang kehidupan ini. :D

"Sugeng Paskah bagi yang merayakanya, semoga Sengsara. Wafat, dan Kebangkita Kristus menjadi teladan bagi kita untuk berani memperjuangkan kebenaran meskipun perjuangan yang harus dilalui sungguh berat. Tetap semangat menjalani hidup bagi kita semua. GBU :D

Selasa, 25 Maret 2014

Ingat 5% Bakat dan 95% Kerja Keras....& Ingat Thomas Alva Edison :D

Sudah bulan Maret...dan sudah akhir bulan. 

5% Bakat dan 95% Kerja Keras.
Aku jadi ingat kenangan masa lalu, waktu duduk di bangku SMA. Di jamanku penjurusan untuk program IPA, IPS, dan Bahasa dimulai di kelas 2 atau kelas XI. Ada suatu yang memprihatinkan bagiku saat mau memilih jurusan. Sebelum memasuki dan memilih penjurusan biasanya disuatu sekolah ada namanya tes psikologi, di sekolahku waktu itu juga ada. Hasil tes psikologiku waktu itu menyarankan bahwa aku lebih cocok di jurusan IPS. Tetapi setelah bersharing-sharing dengan om/lik.ku, akhirnya ku putuskan untuk memilih dan masuk jurusan IPA. Selain ada tes psikologi biasanya untuk bisa masuk ke jurusan, akan dilihat juga nilai-nilai pelajaran yang mengarah ke jurusan yang dipilih. Apesnya waktu itu nilai-nilai pelajaran-ku yang mengarah ke jurusan IPA bisa dibilang mepet. Yang paling lumayan adalah pelajaran Biologi, yah cukup jauh dari standar ketuntasan minimallah, nilai Kimia sangat dekat bahkan sellisih dikit dari standar ketuntasan minimal, matematika juga demikian tetapi lebih lumayan dari kimia. Maklum sejak SD - SMP aku tak begitu tertarik dengan dunia hitung-menghitung. Dan yang paling mengagetkan nilai fisikaku tidak diisi di saat kenaikan kelas/ di akhir kelas X. Katanya guru wali waktu itu, "jika ada pelajaran yang tidak diisi nilainya, hal itu dikarenakan nilainya sangat tidak tuntas." Hahaha..... bisa dibayangkan nilai fisika.ku saat mau masuk penjurusan tidak ada... beruntungnya sekolahku tidak terlalu ketat untuk masalah penjurusan ini, dan lebih mengutamakan minat. Dan yang menejutkan kini aku lulusan pendidikan fisika...hehe mantab bukan. Tapi meski nilai fisika.ku diakhir kelas X tidak diisi, tapi di kelas XI-XII, aku berjuang mati-matian hingga akhirnya aku pun dapat sedikit mengejar ketertinggalanku pada fisika, dan waktu mau mendaftar ke Universitas, guru fisika kelas X itu pun akhirnya mau menuliskan nilai fisika.ku yang lama hilang itu...hehehe...
Itu cerita singkat perjalanan.ku memilih jurusan di SMA.

Dan kini aku benar-benar sudah lulus dari pendidikan fisika. Dan sebentar lagi menjadi guru. Memang sekarang belum menjadi guru di sekolah, tetapi baru menjadi guru les privat dan guru tentor di bimbel...hehe tapi, aku akan terus berjuang untuk melanjutkan mimpiku menjadi seorang guru - guru di sekolah. Kalian tahu tidak? Terkadang dulu waktu masih duduk di bangku kampus, aku sering ragu dan down dengan pilihan ku di pendidikan fisika, tetapi "5% bakat dan 95% kerja keras" selalu menguatkanku, dan sejarah hidupnya si-Thomas Alva Edison pun juga ikut menguatkan hidupku, kok bisa tahu?, haha ya karena, aku cari biografi si-Thomas Alva Edison dan ku suka membacanya.
Ha...kini aku mau membuktikan sekaligus uji coba hahaha....bahwa 5% bakat 95% kerja keras adalah benar seperti Thomas Alva Edison. Yah... seperti beliau.
Dan jika sudah membaca biografi beliau, selalu aku disadarkan bahwa setiap orang diciptakan unik adanya dan semua orang memiliki peluang yang sama untuk meraih mimpinya.
Mari kita kerja keras.....hehehe
Aku percaya aku di sini (pendidikan fisika) tidak kebetulan, dan aku percaya bahwa masing-masing dari kita diciptakan unik. Karena Tuhan baik.
GBU...:D