Kamis, 05 Februari 2015

Iseng-iseng Membuat Lagu Spontan Untuk Menghibur Diri

Malam ini aku capek banget, capek fisik dan jiwa....hehe
Capek jiwa dan pikiranku karena banyak hal yang dipikirkan dan direncanakan tetapi masih kurang semangat untuk memulai merencanakan dengan matang. Kadang pikiran dan rencana dalam otak sudah tersusun rapi tetapi prakteknya masih saja terkendala semangat.

Di dalam kecapekan yang dalam, aku mencoba menghibur diri dengan main gitar...
Kadang hanya genjreng-genjreng tak jelas atau menyanyikan lagu kesayangan. Tapi kali ini aku iseng-iseng spontan membuat sebuah lagu, meski rada aneh lagunya tapi lagu ini curahan dari hati dan jiwa yang akhir-akhir ini kurasakan mengalami kekosongan dan jauh dari Sang pencipta.

Begini lirik lagunya.... liriknya pakai bahasa jawa...hehe semoga yang baca tulisan ini bisa mengerti...


"Salibku Abot Aku Rapopo"

Salibku abot
Aku t'rima
Aku rekoso
Aku t'rima

Aku tibo
Gusti nulungi
Aku jungkel
Gusti nambani

Salibku abot
Aku rapopo
Mergane Gusti
Ngewangi ngangkat
Ngangkat salibku 
Salibku sing abot

Salibku abot aku rapopo
Salibku abot aku rapopo



Itulah lirik lagunya, meski berbahasa jawa tapi tetap asyik lho kalau dengar lagunya....hehehe
Yap hanya ini yang bisa ku bagi sekarng....semoga dapat menjadi berkat bagi semua...GBU

Minggu, 01 Februari 2015

Tak Perlu Hal-hal yang Besar untuk Membuat Sesuatu yang Besar

mmm... sebelum bulan Februari aku mau mengirimkan suatu tulisan yang pernah aku buat waktu masih kuliah. Tulisan ini pernah ku kirmkan ke majalah kampus tapi tidak pernah diterbitkan... dan majalah itu ternyata juga sudah tidak terbit lagi...hehe
menarik lho silahkan dibaca...
ups tapi tampaknya sudah bulan Februari ni..hehe sayang sekali di bulan Januari blog ini kosong...
dan sayang sekali diakhir bulan ini aku tidak jadi mengirimkan sebuah cerita pengalaman ke lomba nulis pengalaman guru....sayang sekali, tulisanku belum jadi... aku akhir-akhir ini malas untuk menulis... aku benar-benar menyesal gagal menyelesaikan tulisanku...sayang sekali aku tidak ikut lomba nulis lagi....hu...hu...
Okelah sekarang mending nostalgia dengan tulisan lamaku saja ya...hehe... silahkan dibaca dan dinikmati lika-liku jalan ceritanya...


TAK PERLU HAL-HAL YANG BESAR UNTUK
MEMBUAT SESUATU YANG BESAR
 

       Setelah semua mata kuliah rampung, sebelum aku pulang selalu ku sempatkan mampir dulu di perpustakaan kampus Sanata Dharma Yogyakarta. Sebenarnya hari itu aku kuliah sampai jam 3 sore tapi karena satu mata kuliah kosong jadi aku pulang lebih awal jam 11.00 WIB. Setelah masuk perpus aku langsung menuju ke tempat Workstations ( WS ), aku paling sering masuk ke WS karena disana aku dapat internetan gratis, he..he..mumpung gratis. Kebetulan waktu itu aku kerja tugas bareng temanku. Setelah rampung kerja tugas teman ku pamit mau pulang dulu, tak selang berapa lama aku pun menyusul pulang. Ku menuju parkir untuk mengambil motorku. Setelah aku dah siap di atas motor, langsung ku tancap gasku nuju rumah dengan semangat maklum sudah mau pulang senang banget rasanya he..he.. 

       Baru beberapa meter meninggalkan kampus tercintaku ada seorang anak laki-laki yang menyalib ku dengan tenang. Dia mengendarai PITOENG (motor tahun 70’an), ku terkejut kecil dan mataku mulai tertarik sama anak itu. Ku lihat sebentar, tadi dia juga keluar dari parkiran Sadhar, “berarti dia anak Sadhar juga," kataku dalam hati. "Wah hebat benar anak ini, dengan pedenya dia melaju mengendarai pitoeng ke kampus,” kata ku kecil dalam hati. Jarang ku temui anak jaman sekarang mau mengendari motor tua seperti itu, anak sekarang paling tua motornya tahun 90’an, tapi dia? Betul-betul luar biasa semangatnya, pikirku. Apalagi anak kuliahan sudah banyak yang pakai mobil. Aku betul-betul tertarik dengan semangatnya. Karna saking semangatnya kubuntuti dia sambil aku pulang. Aku pengen tahu dia tinggal dimana, dan aku juga pengen kenal dengan anak tadi. Ku kendarai motorku tepat dibelakangnya, ku mencoba untuk mengimbangi tarikan gasnya. Jika dia melaju cepat aku juga ikut cepat begitu juga sebaliknya jika dia melambat, aku pun ikut melambatkan motorku, agar aku tak kehilangan jejaknya. Oh..ya sebelum pulang tadi sebenarnya aku berencana mau mampir ke pom bengsin. Biasanya aku beli bengsin di pom bengsin jalan kaliurang, tepatnya perempatan jalan kaliurang ke selatan dikit. Aku biasa ke pom bengsin itu karena sejalur dengan rumahku. Rumahku cukup jauh lho di godean. Aku biasa lewat jalur cepat (ring road) supaya cepat.

       Kembali lagi ke anak pitoeng tadi, ku terus membuntutinya, setelah melewati perempatan UPN, masih saja dia terus melaju lurus. Setelah itu perempatan condong caturpun dilewatinya. Aku yang ada di belakang motornya mulai berpikir dimana ya sebenarnya rumahnya?, apa dia sejalur dengan rumahku?, pertanyaan itu mulai muncul di otakku. ”Tapi jangan buru-buru memutuskan”, kata ku dalam hati, ku mulai fokos membuntutinya lagi. Tak terasa aku sudah sampai di perempatan ring road sebelah selatan kronggahan dan anak pitoeng tadi masih saja lurus. ”Wah benar-benar mau nuju ke arah godean ni”, pikirku lagi. Ku mulai bersemangat memfokoskan pengejaranku lagi. Setelah 1km melewati perempatan tadi aku mulai berpikir, ”cepat juga anak pitoeng tadi mengendarai motor tuanya.” Dan pada saat itu ku lihat jarum spedo motorku, (berniat meningkatkan kecepatan motorku he..he..) karena dia makin jauh dariku. Sesaat juga ku tak sengaja lihat jarum penunjuk bengsinku. ”Eh...kok limit banget ya”,...ku berpikir sebentar. Oh iya, tadikan aku mau mampir di pom bengsin jalan kaliurang. Baru kusadari saat itu juga aku lupa....(memalukan). ”Semua gara-gara anak pitoeng tadi”, gerutuku. Setelah melewati selokan mataram ku mulai berpikir, ku buntuti terus ga’ y? Ku sudah lupa beli bengsin gara-gara anak pitoeng tadi. Maklum ku bingung setelah melewati selokan mataram karena biasanya, aku dari ring road terus memotong jalan kemudian lewat jalan kecil pinggir selokan mataram biar makin cepat sampai rumah he..he.. Setelah melewati sungai jaman Jepang itu aku memutuskan untuk mengakhiri membuntuti anak pitoeng tadi. Ini karna bengsinku makin limit. ”Sudah cukup sampai disini tunggu hari berikutnya”, kataku dalam hati. 

       Dari pengalaman itu yang paling ku soroti adalah ketertarikanku akan semangat anak pitoeng tadi. Di atas motor selama ku membuntutinya tadi, sebenarnya aku juga merenungkan sesuatu, ”Tidak harus hal-hal yang besar untuk membuat sesuatu yang besar. Tetapi lewat hal-hal kecil pun bisa membuat sesuatu yang besar”. Dan beruntungnya aku ini karena lebih beruntung dari anak pitoeng tadi. Anak pitoeng tadi mau memakai motor tua itu karna mungkin kekurangan, tetapi dalam kekurangannya dia tetap semangat untuk meneruskan kuliah demi mengejar cita-citanya. Tak perlu malu pakai motor pitoeng yang penting ada motor yang bisa mengantarkannya sampai ke kampus mungkin itulah yang ada di benak anak pitoeng tadi. Malu aku, iri aku dengan perilakunya, dengan semua semangatnya. Kadang hanya karena masalah sepatu ku sudah usang, aku malu memakainya. Ada lagi aku hanya punya celana 1 untuk kuliah, semua itu sempat menghapus semangatku. Tapi kini ada anak pitoeng yang berbeda jauh dariku begitu semangat mengayuh hidupnya meski dengan segala keterbatasannya, mungkin juga dengan sejuta rasa malu yang dipendamnya dalam hati. Tapi kenapa denganku?, ada apa denganku?, apa yang aku lakukan selama ini?. Lagi-lagi ku berkata, aku lebih beruntung dari anak pitoeng tadi, aku benar-benar lebih beruntung darinya. Dan aku juga lebih beruntung dari semua anak yang ga’ bisa kuliah karna keterbatasan dana. Selama ini aku selalu malas-malasan belajar. ”Harusnya aku sadar”,  kataku dalam hati. Terimakasih Tuhan lewat kejadian tadi aku dapat sedikit sadar tentang keberadaanku dan kekuranganku, beruntungnya aku ini yang bisa kuliah. Terimakasih Tuhan. Engkau benar-benar selalu ada di sampingku yang siap menegurku jika aku melenceng sedikit darimu. Terimakasih Kau selalu menyertaiku. Satu hal lagi, ”tidak harus memakai hal-hal yang besar untuk membuat sesuatu yang besar, tetapi hal-hal yang kecil itu pun bisa membuat sesuatu yang besar”. Tak perlu hal-hal yang besar untuk bisa kuliah tapi cukup semangat dan kerja keras yang tinggi. 
Tulisan ini kutulis waktu masih semester 2 kalau tidak salah...hehe... atau mungkin semeser 3 hehe pokoknya masih awal-awal kuliah... semoga tulisan ini dapat menjadi berkat hehe bagi semua...
Terimakasih. GBU.

                                                                                      

Rabu, 24 Desember 2014

Bahagia itu Sebenarnya Sederhana

Hei....slmt bulan desember 2014!!, dan selamat Natal bagi yang mau merayakannya...hehe karena Natalnya masih dua hari lagi.

Hari ini, tepatnya malam ini aku ingin berbagi cerita tentang kebahagiaan. Ngomong-ngomong jika menyinggung kata bahagia, ada sesuatu perasaan yang nyaman dan damai dalam hati ini, baru baca sebuah kata "bahagia" saja hati ini langsung nyaman... hehe iya tidak?, kalau tidak semoga melalui tulisan ini hati pembaca dapat menjadi sedikit nyaman. 

Bahagia.... yak, akhir-akhir ini aku merasa bahagia, karena beberapa hal.
Pertama, aku merasa bahagia ketika melihat seorang anak kecil bahagia karena keinginannya dipenuhi atau dikabulkan atau mungkin juga anak kecil itu melihat kado terindah yang belum pernah dia temui sebelumnya, sebuah kado dari orangtuanya. Pengalaman inilah yang aku alami beberapa hari terakhir ini. 

Menjelang hari raya Natal biasanya kaum muda di sekitaran dusunku (di lingkunganku) akan mengadakan kegiatan usaha dana untuk menambah uang kas perkumpulan (organisasi) kaum muda gereja. Usaha dana yang aku lakukan bersama teman-teman selama 3 tahun terakhir adalah jualan topi sinterklas di beberapa gereja di sekitaran kota Jogja. Kami kelompok kaum muda ini berpencar datang ke gereja-gereja untuk menjual topi sinterklas sehabis perayaan misa selesai. Untungnya juga lumayan...hehe. Setahun terakhir usaha dana ini, kami tambah dengan berjualan pohon natal. Khusus pohon natal kami mempromosikan dagangan lewat sms atau FB. Hasilnya pun lumayan dan cukup untuk membuat tersenyum lebar di bibir kami. Dan tahun ini, usaha dana pun kembali aku lakukan, tetapi ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khusus tahun ini usaha dana dikelola oleh dua orang dan bukan lagi kelompok kaum muda gereja, hal ini terjadi karena kesibukan dari masing-masing anggotanya. Tapi tidak masalah...karena tetap lumayanlah untuk menambah uang di dompet kami (dua orang) ini....hehe.
Ups tapi bukan tambahan isi dalam dompet yang membuat aku bahagia. tapi apa?...yaitu ketika aku bersama temanku mengantar pohon natal pesenan seseorang. Ada suatu kebahagiaan yang terpancar dan terlihat jelas di setiap tingkah laku seorang anak kecil yang menerima dan menanti pohon natal pesenan orang tua mereka. Anak tersebut begitu girang dan bahagianya, dia pun bersemangat untuk membantu kami (baca: aku dan temanku) untuk memasang pohon natal dan pernak-perniknya supaya terlihat indah.

Saat mencoba membayangkan lagi anak tersebut dan sedang mencari kata-kata yang tepat untuk mengisi tulisan ini, sesaat terbayang lagi masa-masa kecilku. Teringat jelas waktu itu, aku masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), dan orang tuaku membelikan sebuah sepeda kecil untukku. Betapa bahagia dan girangnya hati ini begitu melihat dan menerima sebuah sepeda dari orang tuaku. Sepeda kecil dilengkapi dengan sepasang roda kecil tambahan di dekat roda bagian belakang untuk membantu keseimbangan agar setiap anak yang menaikinya tidak akan terjatuh. Masih teringat jelas di dalam benak ini hingga sekarang, begitu menerima sepeda tersebut aku langsung menaikinya dan mengayuh sepeda tersebut mengelilingi ruang tamu di rumah bapakku. Tak puas hanya satu atau dua ataupun 3 putaran tapi sampai aku capek mengelilingi ruang tamu ku kayuh terus sepeda tersebut hahaha....lucunya aku waktu itu. Begitu juga ketika aku melihat seorang anak yang pertama kali melihat dan menerima sebuah pohon natal, begitu lucu sekaligus bahagiannya ia. Kejadian inilah yang membuatku bahagia, bahkan membuat senyumku lebih lebar dari saat aku mendapat uang dari usaha dana bersama temanku maupun bersama teman-teman kaum muda gereja. Hingga aku pun berguman dalam hati, bahwa bahagia itu sebenarnya sederhana atau bisa diperjelas bahagia itu bisa berawal dari hal-hal yang kecil dan sederhana.

Alasan yang kedua mengapa aku akhir-akhir ini merasa bahagia adalah....
Tepatnya hari Selasa, 22 Desember 2014. Pada hari itu aku membuka FB, dan melihat beberapa notifications, ada satu yang menarik hatiku dan membuatku sedikit tersenyum. Ada sebuah informasi bahwa tulisan yang ku kirim beberapa bulan lalu dalam lomba menulis pengalaman guru, sudah dipajang beserta profilku dan akan benar-benar dimuat dalam sebuah buku cerita pengelaman guru. Senangnya hati ini rasanya.... akhirnya tulisanku bisa diterima dan dimuat dalam sebuah buku. Mekipun sebenarnya aku pun pernah dihubungi bahwa tulisanku akan dimuat dalam sebuah buku sebelumnya, tapi perasaan saat membuka dan membaca pesan di FB benar-benar lain....hehe. Semoga aku tidak keblabasan bahagianya dan ke-GR'an ataupun menjadi sombong..
Dulu pernah mencoba mengirimkan sebuah pengalaman hidup di sebuah majalah rohani di kampus, tapi sayang tulisanku tidak pernah dimuat dalam majalah tersebut, mungkin memang tulisanku belum bagus waktu itu atau tidak lolos editan...hehe, tapi kemudian majalah itupun tidak pernah muncul lagi di kampus, hehe mungkin karena lagi krisis pengurusnya. Dan boleh juga, suatu saat akan aku tampilkan tulisanku yang tidak dimuat dalam majalah kampus tesebut, ceritanya sedikit lucu tapi tetap seru lho...hahaha....tunggu ya,...

Sempat juga mengirimkan sebuah pikiran atau sebuah ide di sebuah surat kabar tapi tidak pernah dimuat hehe.... dan pernah ingin mengirimkan sebuah pengalaman hidup di sebuah majalah rohani yang banyak terdapat di show room kanisius ataupun di gereja-gereja paroki tapi belum sempat sampai sekarang...semoga suat saat tercapai. Sebelum ada lomba menulis pengalaman guru ini pun ada sebuah lomba menulis untuk guru juga dan temanya juga masih seputar tentang pengalaman guru, tapi tidak lolos untuk dimasukkan dalam sebuah buku. Dari beberapa kegagalan tersebutlah, kini terbayarkan, dan kini aku merasa bahagia karena inilah pertama kalinya tulisanku akan dimuat di sebuah buku.... sungguh suatu kebahagiaan yang sulit diungkapkan deh. Aku ingin menulis lagi-lagi dan lagi. Mungkin boleh juga ya bermimpi jadi seorang guru sekaligus penulis... ya penulis sebuah buku. Suatu saat nanti aku ingin membuat sebuah buku. Semoga tercapai....hehe.... semuanya ku serahkan padaNya. :D
Yang jelas, "jika aku lemah maka, aku kuat...." hehe :D

Dan sekali lagi, bahwa bahagia itu bisa muncul karena hal-hal kecil, bahkan yang sangat kecil dan sering kita abaikan, yaitu kejadian-kejadian sehari-hari di sekitar kita.. jadi, mari kita nikmati hidup ini dengan lebih peka lagi, supaya kita tidak mudah setres dengan kehidupan ini....hehe karena bahagia itu bisa berawal dari hal-hal kecil.
Terimakasih BD 

Rabu, 12 November 2014

Belajar Menulis Puisi - Saat Mengajar Fisika

Hari ini tanggal 12 November 2014, pukul 22:12, saat aku tepat menuliskan coretan-coretan di blog ini lagi. Yak sekedar berbagi saja seperti biasa,
Hari ini pula listrik di dusunku mati... jadi saat menuliskan coretan di blog ini aku ditemani oleh pekatnya malam, hanya cahaya dari laptop saja yang menemaniku.... malas pakai lilin ataupun sejenis lampu emergency karena memang sekarang ini tidak punya lampu kayak gitu lagi. Dulu sempat punya tapi kini sudah mati. Mungkin karena telat nge-chargenya ataupun keseringan nge-chargenya..hehe.

Oy, dulu aku sempat pernah membaca sebuah buku pendidikan karya seorang guru Hj. Sriyanto, berjudul, "Sekolah itu Surga." Ada satu hal isi dari buku tersebut yang menarik hatiku. Penulis menjelaskan pengalamannya dalam mengajar, pernah membuat sebuah terobosan yang baru yaitu membuat puisi pada pelajaran matematika. Jadi, siswa-siswa diberi tugas untuk membuat sebuah puisi dengan bahasa matematika. Sesaat setelah membaca bagian ini pada buku tersebut, aku sempat merasa wow... ada sesuatu titik semangat untuk mengajar yang tiba-tiba muncul dalam diri ini. Yah, ada rasa semangat untuk menjadi seorang pendidik dan mulai yakin dengan pilihanku. Maklum waktu itu aku baru menginak semester akhir di bangku kuliah. Beruntung benar waktu itu aku mendapatkan buku itu, lewat sebuah acara seminar. Karena, setelah mendapatkan buku itu pula aku sempat mempunyai keinginan untuk melakukan hal yang sama "membuat sebuah puisi saat mengajar -fisika" seperti penulis buku tadi.

Dan tadi siang masih tanggal yang sama, aku sudah melakukannya, 
aku memberikan tugas ke siswa-siswa untuk membuat sebuah puisi fisika.
Meski waktunya mepet karena tugas untuk membuat puisi ini hanya 15 menit, tapi toh tetap berhasil sudah kulakukan....yeah....
Sejenak ku baca-baca lagi puisi karya siswa-siswaku. Lucu-lucu...dan ada juga yang mengharukan..
Di awal pemberian tugas membuat puisi, banyak siswa yang bingung, dan merasa aneh....hehe...
bahkan ada beberapa yang ternyata memang tidak suka membuat puisi.
Yak....tidak apa-apalah.... karena, memang setiap manusia itu unik, dan punya keistimewaannya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan kesenangan dari masing-masing murid-muridku. Ada yang suka puisi, ada yang suka musik, ada yang suka main bola, dll.

Di awal pemberian tugas untuk membuat sebuah puisi tersebut sebenarnya aku janjikan juga ke siswa kalau di akhir pembelajaran nanti akan ku tunjukkan puisi karya ku....hehe
Tapi berhubung waktunya sudah mepet jadi belum sempat aku bacakan ataupun perlihatkan puisi karyaku to mereka... 
melalui blog ini aku mau menunjukkan puisi karyaku, meskipun sebenarnya tugasnya adalah membuat sebuah puisi dengan bahasa fisika, tapi jika dicermati baik-baik puisi ini belum sepenhnya memakai bahasa fisika.... namanya juga belajar....hehehe...
ini puisi tersebut . . .

Tahukah kalian?

Saat ada di antara kalian yang tidak masuk
Karena sakit atau karena ijin untuk keperluaan tertentu

Aku sebenarnya sangat sedih . . .
Jika nanti kalian harus mengeluarkan gaya yang besar untuk mengejar materi
Atau jika nanti usaha kalian tidak mencukupi untuk memahami materi yang kuberikan

Ingin ku bujuk dirimu untuk tetap tinggal di kelas
Saat melayangkan surat ijin kepadaku
Tapi apa dayalah aku ...
Diriku tak mengalami perpindahan sehingga usahaku pun sia-sia

Aku paham bahwa materi gaya, kecepatan, usaha, energi, atau apapunlah tentang fisika
Sebenarnya tak terlalu dibutuhkan untuk menjalani kehidupan ini
Karena yang paling utama adalah mau berbagi dan saling menyayangi satu sama lain

Ok . . .
Kalian tak harus menjadi seorang Einstein
Kalian tak harus menjadi seorang Newton
Tapi aku ingin kalian memahami fisika itu menyenangkan
Mungkin perlu banyak waktu untuk mulai menyukainya
Tapi tak masalah . . .

Karena seperti hukum pertama si Newton
Cinta itu tidak bisa dipaksakan tapi butuh proses
Layaknya sebuah gelas yang berada di atas kertas
Jika kertas di tarik cepat gelas tak mau ikut
Tapi jika kertas di tarik pelan gelas mau ikut

Dan mungkin guru fisikamu sekarang tak seperti yang kau harapkan
Seperti sebuah gaya gesek yang selalu menghambat gaya dorongmu
Tapi sadarlah memang dia bukan seorang Einstein
Dia hampir sama sepertimu saat ini
Dia tak terlalu menyukai fisika saat di SMA
Tapi ketertarikannya berubah 1800 terhadap kebenciaanya pada fisika
Mungkin memang belum sehebat Einstein, pak Sidiq ataupun pak Mario
Tapi apa salahnya jika kita belajar bersama
Untuk memahami fisika ini . . . .wahai teman-teman belajarku. . .

‘_‘ 12 November 2014


Sebuah puisi untuk murid-muridku (teman-teman belajarku).
Suatu saat aku ingin menunjukkannya pada mereka semua.
Semoga bisa....hehe

Yap, sekian coretan-coretan pengalaman mengajarku atau lebih tepatnya sepotong kehidupanku. Semoga berguna. GBU

Rabu, 15 Oktober 2014

Konsisten... Itu Sulit

Selamat bulan Oktober di tahun 2014.
Semoga di bulan Oktober ini pekerjaan kita semua lancar.

Kali ini saya mau membahas soal konsisten. 
Sepertinya sangat sederhana, tetapi sulit untuk dilakukan, tidak semua orang bisa melakukannya. Kita lihat saja contohnya seperti klub sepak bola. Klub yang paling konsisten pasti akan menjadi juaranya, tidak percaya?, coba ikuti setiap pertandingannya. Dan klub yang paling konsisten yang pernah saya saksikan adalah Manchester United (MU) dengan pelatihnya yang luar biasa Sir Alex Ferguson. Meskipun sekarang pelatihnya sudah ganti dan klub ini tidak sekonsisten dulu saat Sir Alex Ferguson masih menjadi pelatihnya. Tetapi saya akui, meskipun saya bukan fansnya MU, klub itu benar-benar konsisten selama 20'an tahun. Selama 20'an tahun itu MU setiap musimnya hampir selalu menjadi juara. Jika saya dapat simpulkan, MU bisa juara terus selama 20'an tahun karena konsisten, baik konsisten dalam bermain, berlatih, gaya hidup, tidak pernah menyerah, terus bermimpi, tetap percaya, dll.

Konsisten, terus bagaimana dengan hidup kita?, Apakah kita sudah hidup dengan konsisten?, Konsisten hidup dengan apa yang sudah kita pilih sejak awal?, Konsisten dengan gaya hidup yang kita pilih?, Konsisten dalam mengejar mimpi-mimpi kita?, Konsisten dengan sikap kita?, dll. Jika mau tahu, saya menjalani hidup ini pun belum konsisten. Baik dalam mengejar mimpi, gaya hidup, pilihan hidup, dll., masih belum konsisten.

Saat ini, saya sudah menjadi seorang guru di sebuah sekolah. Dalam menjadi guru selama ini pun, saya akui belum konsisten. Belum konsisten dalam menyiapkan materi (karena, masih sering dan bahkan selalu baru bergerak menyiapkan materi satu hari sebelum mengajar), belum konsisten dalam menjadi teladan bagi siswa dan sesama (karena, biasanya hanya bisa ngomong doang, tetapi tindakan masih sama saja nol), belum konsisten dalam menjalani hidup ini (katanya mau terus dekat dengan Dia, sang pemilik hidup semua makhluk di dunia ini, tetapi kenyataanya masih saja sering menjauh dariNya).

 Hidup konsisten itu sulit ya ternyata, tidak semudah yang dilihat dan yang dikatakan. Klub MU saat dilatih oleh Sir Alex Ferguson sepertinya mudah sekali melakukan sesuatu dengan konsisten, tetapi setelah kita mengalami sendiri ternyata sulit banget untuk konsisten itu. Kunci dalam melakukan sesuatu dengan konsisten adalah mau berkorban atau istilah lainnya mau meninggalkan sesuatu yang menyenangkan menurut kita demi menjalankan sesuatu yang sudah kita janjikan sebelumnya. Nah yang paling sulit itu adalah meninggalkan hal-hal yang menyenangkan menurut kita itu, karena banyak sekali godaanya, nggih mboten?. Jika sudah berhasil mau berkorban meninggalkan hal-hal yang menyenangkan versi kita itu dijamin deh pasti hidup kita akan terus maju dengan konsisten.

Dalam menjalani hidup ini, jujur dengan sejujur-jujurnya, hidupku masih jauh dari kata konsisten, konsisten dalam menjalani hidup yang baik. Masih saja tergoda untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan menurut versiku sehingga ya, hidupku tidak maju-maju dengan lancar. Selalu saja ada kalanya sudah maju sedikit tapi eh, mundur lagi, dan males lagi. Dalam bahasa kristiani (bukan maksud untuk memamerkan agama tertentu dan bukan maksud untuk merendahkan agama lain) di dalam kitab suci ada tertulis, "Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam percobaan."
Apa sebenarnya maksud dari kutipan kalimat tersebut?
Menurut saya, dalam menjalani hidup dengan konsisten (konsisten dalam segala hal) itu pasti banyak godaannya. Untuk itu kita dimohon dan diharapkan untuk terus berjaga-jaga- menjaga diri kita - supaya tidak terjermus dalam percobaan yang akan menyesatkan dan menggangu hidup konsisten kita. Dan sering juga kita sudah menjaga diri, tapi tetap tergoda, terus bagaimana?, Kita sudah berusaha menjaga diri untuk hidup konsisten tapi tetap sulit karena seringnya kita masih banyak tergoda. Hal tersebut terjadi karena kita masih mengandalkan kekuatan kita sendiri. Coba kita baca lagi kutipan kalimat di atas, "dan berdoalah". Nah, itu karena kita belum menyerahkan segala masaah yang kita alami kepada-Nya. Kalau dengan kekuatan kita sendiri sulit dan tentunya pasti sulit, maka marilah kita serahkan segala persoalaan kita pada Tuhan. Dia pasti akan menolong kita untuk menghadapi segala macam godaan yang mengancam diri kita.

Sekali lagi, saya akui, hidupku pun belum konsisten masih sering tergoda. Dan semangat kata-kata di atas belum sepenuhnya kujalankan, tapi ayolah kita berjuang bersama-sama untuk hidup konsisten sesuai pilihan kita masing-maisng (tentunya hidup konsisten yang positif dan baik).
GBU Puooolll :D

Minggu, 28 September 2014

Kamu Tahu Siapakah aku Sebenarnya Tuhan

Halo.....hari ini tanggal 28 September... 

Di bulan ini ada satu hal yang spesial. Karena di bulan ini aku dilahirkan...Rasanya ada sesuatu yang menyemangati dan membuat ceria diriku kalau memasuki bulan September ini.

Tapi ada sesuatu yang membuatku kecewa dengan diriku sendiri di bulan September ini. Aku gagal melakukan nazar.ku dengan Tuhan, yah suatu nazar yang ku janjikan akan ku lakukan selama setahun penuh tapi gagal karena ini baru bulan ke-9. 

Tuhan kamu tahu siapa diriku sebenarnya. Saat aku memakai topeng dan menutupi kekuranganku yang paling jelek di depan orang lain. Engkau sudah tahu semuanya tentangku. Tak perlu ku tutupi, tak perlu ku memakai topeng atau penutup apapun Kamu sudah tahu siapa aku. Aku berpikir saat aku melakukan dosa, apa yang akan terjadi di depan sana?, Kadang aku takut, Tapi Kamu punya rencana untukku walaupun aku sekarang jatuh dalam lubang dosa.

Ku mencoba mencari sebuah inpirasi supaya aku bisa kembali ke arahMu.
Ku cari sebuah lagu yang dulu sempat membuatku merinding dan terharu saat mendengarnya.

Tuhan Engkau tahu siapa aku sebenarnya, Engkau tahu apa yang ada dalam pikiranku
Engkau tahu apa yang sedang aku pikirkan
Maaf Tuhan....

aku hanya pengen nyanyi menikmati lagu ini,...


Tuhan maafkan dosaku, aku salah.....

Selasa, 09 September 2014

September... Ceria :D - Semangat Mendidik dng Hati

Hei.... selamat bulan September di tahun 2014 ya.
Sudah lama aku tidak berbagi cerita di blog ini lagi, terakhir sebulan yang lalu ya. Sebenarnya pengen nulis, tapi kok rada ga enak pikirannya, masih banyak tugas jadi aku pending nulis cerita-ceritanya.

Ok, apa yang akan ku bagi kali ini. 
          Kali ini masih masalah pekerjaan yang ingin ku bagi. Bulan September, ya aku sudah mengajar di sebuah sekolah dari Juli sampai awal September. Lumayan, sudah mendekati UTS (Mid Semester) huhu.... boleh dong ya berbangga sedikit, "akhirnya aku melewati juga awal-awal ngajar di sekolah sebagai guru resmi."...hehe... pastinya banyak cerita-cerita seru selama proses ngajar. Dan akhirnya, di awal bulan September kemarin aku mengadakan Evaluasi pembelajaran (Ulangan) di kelas yang ku ampu. Belum pernah aku mengadakan Ulangan selama ini, hehe.. karena saat PPL dulu aku tidak sempat mengadakan Ulangan. Hehe lucu ya.... Tapi, aku menikmati setiap momen saat ulangan di awal bulan September kemarin. Para murid lucu-lucu, saat menghadapi ulangan. Jadi, berefleksi ni, dulu mungkin aku juga seperti mereka. Mereka yang kadang saat penjelasan materi pada santai, lucu, ternyata pas ulangan ada yang tegang dan grogi juga. hemm... aku juga pernah kok ngalami seperti kalian anak-anak didik.ku. Tetep semangat ya, kalian bisa.. ayo terus bersemangat belajar, jangan takut mencoba, dan jangan takut gagal. 

Meski dari 22 murid hanya tuntas 2 anak, tapi aku tetap bersyukur, akhirnya ada juga yang tuntas. Berarti ada juga siswa yang semangat mau belajar. Yang belum tuntas tetap semangat ya, aku akan mendoakan kalian semua. Yang belum tuntas sudah aku beri remidi. Remidinya pun aku buat yang gampang dan tidak memberatkan siswa. Aku sengaja memberi penjelasan dan pembahasan pada soal-soal ulangannya. Dan kemudian baru lanjut remidi, soalnya pun aku buat sama dengan soal ulangan, hanya aku ganti angka-angkanya saja. Hal ini bertujuan aku ingin mengecek apakah mereka benar-benar memperhatikan dan aku juga ingin mereka semakin paham setidaknya untuk soal-soal yang ada di ulangan/ remidi.

Ok kini, ulangan dan remidi sudah selesai. Hasil remidi baru saja selesai aku koreksi. Ternyata masih ada 3 anak yang belum tuntas pada remidi. Ok, tetap semangat anak-anak didikku. Ayo kalian pasti bisa. Aku akan terus mendoakan kalian semua. Mungkin ketiga anak yang belum tuntas pada remidi akan aku beri tugas. Karena waktu sudah mepet, di akhir bulan September nanti akan ada UTS. Padahal aku ngajarnya baru selesai Bab I doang. Target di awal sebelum UTS sebenarnya harus selesai 3 Bab. Tapi, apa boleh buat waktu sudah semakin mepet. Jadi, target aku kurangi, sebelum UTS nani harus selesai Bab ke-2. Tetap semangat apa pun yang terjadi, aku tidak boleh menyerah. Guru harus seperti semboyannya Bapak Ki Hajar Dewantoro, "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya bangun karsa, tut wuri handayani." Di depan guru harus memberi teladan, di tengah mengajarkan, dan di belakang juga harus mampu memberi dorongan/motivasi semangat untuk maju. Aku adalah seorang guru muda yang lagi belajar dan masih banyak hal yang harus aku pelajari, supaya menajdi guru yang baik bagi para anak didikku.
Selain semboyan dari Bapak Ki Hajar Dewantoro, aku pun tertarik dan terinspirasi dengan semboyannya Romo A. Mintara Sufiyanta, SJ., "rapuh tetapi dipanggil, tidak hebat namun setia." Ya aku adalah manusia yang rapuh punya banyak kekurangan, tapi aku mau setia mengajar, membimbing, dan mendidik anak-anak didikku dengan hati. Tuhan berkati aku ya dalam bekerja, supaya apa yang aku kerjakan sesuai dengan kehendakMu. Semangat mendidik dengan hati.
http://www.sekolahguruindonesia.net/galeri/galeri-foto